www.halloriau.com
Home
BREAKING NEWS :
Batak, DPO Bandar Narkoba 19 Kg Sabu Diamankan

Kisah di Balik Festival Dong Zhi Jie yang Dirayakan Warga Tionghoa Hari Ini
Sabtu, 21/12/2019 - 18:41:44 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:
 
 

PEKANBARU - Dong Zhi Jie bisa dirayakan tanggal 21 atau 22 Desember. Menurut tradisi orang Tionghua, perayaan ini merupakan salah satu festival penting. 

Onde dibuat dari tepung ketan diberikan sedikit air, lalu dibentuk bulatan-bulatan kecil seukuran bola kelereng. Biasanya berwarna merah dan putih (ada juga yg dibuat warna-warni lainnya).  

Onde ada yang dibuat agak besar seperti bakso, didalamnya berisi kacang tanah yang dihaluskan. Tapi baik onde kecil maupun onde besar, cara masaknya sama, direbus lalu dihidangkan dengan kuah manis rebusan jahe, pandan, dan gula pasir (kuah bening) atau gula merah (kuah coklat). Sangat baik diminum ketika cuaca dingin, kalo cuaca panas ya bisa ditambahkan es batu.

Seperti biasa, setiap festival Tionghoa, selalu ada cerita/kisah dibaliknya.

Pada zaman dahulu di negeri Tiongkok, ada seorang Raja hendak membangun istananya. Maka dia memanggil semua tukang di seluruh negeri untuk mewujudkan keinginannya. Ada tukang kayu, tukang batu, tukang cat, tukang perabot, dan tukang-tukang lainnya yang masing-masing terbaik dan ahli dibidangnya.

Kaisar akan menobatkan mereka dengan gelar Da Shi Fu (Guru Handal) jika mereka bisa membuatkan istana yang bagus untuknya. Maka setiap tukang itu mengerjakan istana dengan kemampuan terbaiknya.

Dan berita ini sampai juga ke telinga dua orang tukang masak untuk Raja, dan dia ingin pula meminta Raja untuk menobatkan dirinya menjadi Maha Guru Tukang setelah istana selesai dibangun. Tentu saja permohonan ini dicemooh para tukang, karena tukang masak dianggap tidak layak mendapat gelar tersebut.

Maka mundurlah tukang masak dengan perasaan kecewa.

Saat itu kebetulan sedang musim dingin. Ketika hari sudah mulai menjelang siang dan ditambah udara dingin di luar, dan perut para tukang mulai keroncongan, mereka meninggalkan pekerjaan sejenak dan menuju tempat makan. Tapi tidak tersedia satupun makanan diatas meja hidangan. Terpaksa para tukang melanjutkan kerjaan dengan perut lapar dan kedinginan. Banyak yang akhirnya berhenti bekerja, dan pembangunan istana pun menjadi terhenti.

Maka Raja kembali memanggil tukang masak, untuk membuatkan makanan bagi para tukang, dan Raja berjanji memberikan penghargaan gelar Maha Guru Tukang setelah istana selesai dibangun.

Saat itu didapur hanya ada beras ketan dan sejumlah bumbu masak. Maka dengan keterampilan si tukang masak, lalu beras ketan itu ditumbuk menjadi menjadi tepung ketan, dan diolahnya menjadi bola-bola kecil ada yang putih dan sebagian lagi berwarna merah, dan kemudian direbus dan dihidangkan dengan kuah yang manis dan diberi jahe.

Sup bola-bola kecil yang hangat itu terlihat sangat bagus karena perpaduan warna merah dan putih. Kuah yang manis dan hangat membuat para tukang mempunyai tenaga dan semangat lagi untuk tetap bekerja di musim dingin. Dan dalam sekejab, istana Raja yang indah dapat selesai dibangun sebelum perayaan musim Semi (Sin Cia).

Dan sejak saat itu masyarakat Tiongkok mulai memasak sup bola-bola kecil (onde-onde) setiap musim dingin, untuk mengingat jasa tukang masak yang telah membantu pembangunan istana Raja.

Versi lainnya,  menurut catatan sejarah, festival ini mulai dirayakan masyarakat Tiongkok sejak masa Dinasti Han. Dasar dari perayaan ini adalah merayakan datangnya keseimbangan kosmos dan alam semesta.

Pada tanggal 21 atau 22 Desember, terjadi peristiwa yang dikenal dengan sebutan Titik Balik Matahari. Pada saat festival Dong Zhi Jie dirayakan, sinar matahari merupakan yang paling lemah dan siang sangat pendek. Bagi kita, orang yang tinggal di daerah tropis, peristiwa titik balik matahari ini tidak terasa bedanya.

Sehari setelah perayaan Dong Zhi Jie, matahari berangsur-angsur mulai menguat dan siang hari menjadi panjang. Dalam filosofi Tiongkok, hal ini merupakan hal yang baik karena Energi Positif (Yang) mulai mengalir masuk. Kejahatan dan penderitaan akan berkurang karena matahari menerangi dunia lebih lama.

Pada zaman dahulu, tradisi perayaan ini dimulai dengan upacara pemujaan kepada dewata dan leluhur, untuk bersyukur atas energi positif yang akan datang setelah perayaan. Setelah upacara syukuran selesai, orang-orang akan berkumpul bersama keluarga, teman, saudara untuk sama-sama menikmati Sup Onde yang hangat dan manis. Sebagai suatu simbol dari kekeluargaan dan kebersamaan yang harmonis.

Dan Festival Dong Zhi Jie ini menjadi suatu tradisi yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa Perantauan (Hoakiauw), karena di tanah perantauan, hal paling utama adalah Rasa Kekeluargaan dan Kebersamaan yang harmonis. Sejarah sudah membuktikan, selama beberapa generasi di tanah perantauan, hanya keluarga dan teman dekat yg saling mendukung dan membantu yang bisa membuat kita bertahan hidup dan sukses di perantauan. (*)


 


Potret Lensa
HUT Ke-3 ERCI Pekanbaru di Alam Mayang

PSMTI Riau Kunjungi Lapas Kelas IIA Pekanbaru
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved