www.halloriau.com
Home
BREAKING NEWS :
Pemko Dumai Belajar Prodamas ke Kota Kediri

Pameran Foto Seabad Cina
Selasa, 10/04/2012 - 16:07:32 WIB
<br>

TERKAIT:
 
 

Partai Komunis dan Kuomintang di Cina dulunya bersatu melawan Jepang yang ingin menjajah. Kaum perempuan ikut mendukung dengan menjahitkan 100 ribu baju katun untuk pejuang garis depan.

Setelah Jepang takluk dan Perang Dunia kedua berakhir, Cina terbelah. Perang saudara pecah. Namun tak ada gambar peperangan itu dalam deretan foto bertema "Retracing Our Steps" di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung.

Pameran foto dokumentasi yang berlangsung 29 Maret hingga 11 April itu menampilkan penggalan babak sejarah Taiwan. Rekaman peristiwa tersebut ditarik dalam kurun seabad sejak pendirian resmi Republic of China pada 1 Januari 1912 di Nanjiang. Hasil kemenangan Revolusi Xinhai pada 10 Oktober 1911 itu melantik Sun Yat Sen, pendiri Partai Kuomintang, sebagai presiden sementara.

Singkat cerita, dilansir Tempo, Partai Kuomintang yang dipimpin Chiang Kai-sek kalah perang dengan pendukung Partai Komunis, lalu lari ke Pulau Taiwan pada 1949. Sampai hari ini, penduduk dan pemimpinnya masih bergelut agar bisa berdaulat, lepas dari Republik Rakyat Cina yang mengakuinya sebagai provinsi. Taiwan melawan dengan menggelar beberapa pemilihan umum untuk mendapatkan presiden dan wakil presidennya sendiri.

Di era perang dingin periode 1960-1970-an, Amerika Serikat tentu menyokong seteru negara-negara komunis. Sebuah foto memperlihatkan kedatangan Presiden Dwight D. Eisenhower pada 18 Juni 1960. Setibanya di Bandara Songshan, Presiden Chiang Kai-sek mendampinginya masuk Kota Taipei. Foto perempuan bercaping sedang memikul kantung terigu menjadi ilustrasi program pemberian bantuan makanan, peralatan militer, dan bahan konstruksi dari Amerika Serikat untuk Taiwan sejak 1951-1965.

Puluhan foto dokumentasi itu terbagi dua, hitam-putih dan berwarna. Selain memaparkan perjuangan politik Taiwan, beberapa masa keemasan ikut mewarnai, seperti geliat industri tekstil dan perkebunan nanas yang menjadi primadona ekspor, lalu beralih ke industri teknologi.

Pameran yang diselenggarakan Taipei Economic & Trade Office (TETO) Jakarta, Goverment Information Office (GIO), dan Air Photography Communications (APC) Institue, Taiwan Business Club Bandung, itu dikuratori oleh Tommy Lee dan Galih Sedayu. Pameran 40 foto, menurut kurator, sebuah pesan kepada dunia mengenai arti kedaulatan negara dan pentingnya membangun hubungan antarmanusia di dunia.(Wis)

 


Potret Lensa
Mitsubishi Motors Auto Show Hadir di Living World Pekanbaru

Suzuki XL7 Resmi Mengaspal di Pekanbaru
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved