SUMBAR - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (21/9/2026) malam.
Gempa yang berpusat di laut barat daya Agam itu dirasakan hingga sejumlah daerah, namun tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 19.35.22 WIB. Episenter berada pada koordinat 0,52 derajat Lintang Selatan dan 99,37 derajat Bujur Timur.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Tony Agus Wijaya, mengatakan pusat gempa berada sekitar 76 kilometer barat daya Agam.
“Episenter gempabumi terletak di laut pada jarak 76 kilometer barat daya Agam, Sumbar,” kata Tony.
Gempa tersebut tergolong dangkal karena pusatnya berada pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG mengaitkan aktivitas gempa dengan pergerakan Sesar Mentawai.
“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Mentawai,” ujarnya.
Meskipun magnitudonya tergolong moderat, lokasi pusat gempa membuat getarannya dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Sumbar.
Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, Agam menjadi wilayah yang merasakan dampak paling kuat dengan intensitas III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah. Sejumlah bagian bangunan seperti jendela, pintu, atau dinding juga berpotensi menimbulkan bunyi akibat guncangan.
“Jendela, pintu, atau dinding berbunyi,” jelas Tony.
Guncangan juga dirasakan di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Sementara di Kota Padang, gempa tercatat dirasakan dengan intensitas II-III MMI.
Pada intensitas II-III MMI, getaran mulai terasa di dalam rumah dan benda-benda ringan yang tergantung dapat bergerak atau bergoyang.
Perhatian BMKG selanjutnya tertuju pada aktivitas gempa susulan setelah gempa utama terjadi.
Hasil pemantauan hingga pukul 19.58 WIB menunjukkan telah terjadi satu gempa susulan.
“Hingga 21 September 2026 pukul 19.58 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu gempabumi susulan,” pungkasnya.