SUMBAR - Kepedulian masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) terhadap warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan melalui bantuan pangan khas Minangkabau.
Hingga Kamis (20/8/2026) malam, sebanyak 1.687,363 kilogram atau sekitar 1,6 ton rendang berhasil dikumpulkan di Pos Bantuan NTT, Kantor BPBD Sumbar.
Bantuan tersebut dihimpun Pemprov Sumbar setelah membuka pos pengumpulan bantuan bagi korban bencana.
Rendang menjadi salah satu pilihan utama karena dapat disimpan dalam waktu relatif lama, praktis dibawa, dan siap disantap oleh warga di lokasi terdampak.
Informasi mengenai pengumpulan bantuan tersebut disampaikan BPBD Sumbar melalui akun Instagram resminya, @bpbdprovsumbar, pada 22 Agustus 2026.
Kalaksa BPBD Sumbar, Erasukma Munaf mengatakan, jumlah rendang yang terkumpul sempat diperkirakan mencapai 1,5 ton.
Namun, antusiasme perangkat daerah, organisasi, serta masyarakat membuat realisasi bantuan melampaui target.
"Kalau dari rilis data yang kita terima hari ini, sudah mencapai 1,4 ton. Kemungkinan besok ada lagi yang masuk," kata Erasukma.
Pengumpulan bantuan berlangsung cepat. Sehari setelah pos bantuan dibuka, sebanyak 457 kilogram lebih rendang telah diterima dari berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar.
Tidak berhenti pada bantuan pemerintah, masyarakat umum juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi.
Pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar turut dipersilakan mengirimkan rendang untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak gempa di NTT.
Rendang yang diterima BPBD Sumbar datang dalam berbagai jenis kemasan. Agar proses pengiriman dan pendistribusian di daerah bencana lebih tertata, seluruh bantuan kemudian dikemas kembali menggunakan kardus dengan bentuk yang lebih seragam.
"Karena rendang yang datang dalam bentuk kemasan berbeda-beda, jadi kami kemas lebih seragam," kata Ilham.
Pengemasan ulang bukan sekadar untuk menyeragamkan tampilan. Cara tersebut juga dimaksudkan agar bantuan lebih mudah ditata, diangkut, dan didistribusikan ketika tiba di wilayah terdampak bencana.
Dengan jumlah bantuan yang mencapai lebih dari 1,6 ton, proses logistik menjadi bagian penting sebelum rendang diberangkatkan menuju NTT.
Penggunaan rendang sebagai bantuan bagi korban bencana memiliki alasan tersendiri. Makanan khas Minangkabau tersebut dikenal memiliki daya tahan relatif panjang dan tidak membutuhkan proses pengolahan rumit sebelum dikonsumsi.
Karakter itu menjadikan rendang sesuai untuk kondisi darurat, ketika akses terhadap dapur, bahan makanan segar, maupun fasilitas memasak dapat terganggu.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi dijadwalkan menyerahkan bantuan tersebut secara langsung. Rendang selanjutnya direncanakan diberangkatkan ke NTT menggunakan pesawat kargo.
Bagi Sumbar, pengiriman rendang untuk korban bencana bukan kali pertama dilakukan. Makanan yang telah menjadi bagian penting dari identitas kuliner Minangkabau itu sebelumnya juga digunakan sebagai bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Di tengah kondisi darurat, rendang tidak hanya membawa nilai pangan. Bantuan tersebut juga menjadi simbol solidaritas masyarakat Sumbar kepada warga NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.