www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Toyota Raize 1.200 cc Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya
 
Ini Sebabnya Harga CPO Terus Bergerak Naik
Selasa, 08 Juni 2021 - 10:34:46 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Perkembangan harga produk crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit belakangan ini terus bergerak naik menuju ke arah positif. Pada periode Juni 2021 penetapan bea keluar (BK) adalah USD1.223,90/MT. Harga referensi tersebut meningkat USD113,22 atau 9,25 persen dari periode Mei 2021, yaitu sebesar USD1.110,68/MT.

Direktur Industri Hasil Hutan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Perindustrian, Emil Satria mengatakan, jika melihat perkembangan update harga kelapa sawit internasional dan kebijakan terbaru tentang penggunaan sawit di dalam negeri, harga memang akan cenderung mengalami peningkatan. Namun peningkatan ini pun tidak bisa dprediksi terjadi sampai kapan.

"Tapi kita tidak tahu ke depan seperti apa harga karena kita untuk saat ini memang angkanya cukup bagus. Tetapi ke depan kita lihat dengan perkembangan situasi ekonomi yang dipenuhi oleh pandemi tentu akan mempengaruhi juga harga sawit di masa akan mendatang," ujarnya dalam diskusi Masa Depan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Menuju Pengakuan Internasional, Senin (7/6/2021) dikutip dari liputan6.

Dia memahami selama pandemi ada kecenderungan harga minyak sawit mentah atau CPO mengalami kenaikan. Tentunya hal ini akan meningkatkan harga diri produk hilir, karena nilai tambah yang meningkat.

Peningkatan harga CPO ini juga seiring dengan belakukanya PMK Nomor 191/2020. Harga CPO semakin meningkat juga disebabkan kebijakan lockdown di Malaysia dan negara produsen minyak nabati lainnya sehingga pasar menjadi asimetris.

"Kenaikan harga CPO Global juga berpengaruh pada realisasi kebijakan B30 nasional di samping juga dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang yang paten kenaikannya rumit untuk diramalkan," jelasnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian harga CPO mengalami peningkatan sejak Februari 2021. Di mana pada saat itu harga menyentuh level USD1.026/MT. Kemudian pada posisi Maret naik di USD1.036/MT, April USD1.0393/MT, Mei USD1.110/MT, dan Juni USD1.223/MT.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia Belum Diakui Dunia
Lihat gambar di aplikasi hemat data hingga 80%.
Ilustrasi CPO 5 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Fadhil Hasan menyayangkan, Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) belum diakui oleh dunia.

Padahal ISPO sendiri sudah mengalami perbaikan, penguatan, dan perubahan signifikan dari awal sejak dirumuskan bersama oleh pemerintah Indonesia.

"Kita juga harus mengakui bahwa ISPO ini belum diakui secara internasional. Terutama negara-negara yang saya harapkan adanya sustainability dalam praktik pengolahan sawit itu sendiri," ujarnya dalam diskusi Masa Depan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Menuju Pengakuan Internasional, Senin (7/6).

Dia mengatakan padahal skema ISPO atau pratik berkelanjutan ini bisa menjadi jalan tengah dari pro dan kontra terhadap sawit. Sebab di satu sisi ada yang anti sawit karena telah menimbulkan berbagai dampak, tetapi di sisi lain sawit ini merupakan sektor atau komoditas produk andalan yang dibutuhkan oleh negara.

"Dalam upaya untuk bisa mengakomodasi dua hal yang bertentangan tersebut, maka skema berkelanjutan ini yang seharusnya diakui oleh skala internasional. Ini bisa menjadi jalan tengah ini yang sebenarnya kita harapkan," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya mendorong agar ISPO bisa diterima di dunia. Namun untuk mendapatkan pengakuan, tentu dia memahami ada syarat-syarat tertentu yang harus ditempuh oleh Indonesia.

"Tentunya dengan suatu syarat-syarat tertentu. Kita mengetahui syarat-syarat itu telah dilalui dilakukan oleh ISPO, tetapi bagaimana caranya setelah itu," jelasya.

Seperti diketahui dalam merespon tantangan global dan tuntutan pasar Indonesia, sejak 2011 Pemerintah Indonesia meluncurkan pedoman perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia atau ISPO, yang kemudian diperbarui menjadi sistem sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan.

Pada 2020 ISPO diperkuat standarnya dan dimandatkan wajib bagi seluruh perusahaan dalam perkebunan melalui Perpres nomor 44 tahun 2020. (*)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Toyota Raize 1.200 ccToyota Raize 1.200 cc Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Marc Marquez saat balapan pada MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)(PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Jadwal MotoGP Jerman 2021, Tantangan Marquez Pertahankan Dominasi
IlustrasiHati-hati Jika Muncul Iklan di Ponsel, Bisa Jadi Itu Adware Berbahaya
  Daihatsu Rocky 1.2Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2, Ini Harganya
intBelanda Vs Austria, Menang 2-0, De Oranje ke 16 Besar Euro 2020
Cristiano RonaldoMarcus Rashford: Cristiano Ronaldo Sekarang Banyak Berubah
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
Balai PPW Riau Tinjau Program Pamsimas dan Kotaku di Kuansing
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved