PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mendorong Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pelantikan Pengurus DPW Apkasindo Riau Masa Bakti 2025–2030 yang berlangsung di Hotel Grand Central Pekanbaru, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi petani sawit dalam menghadapi berbagai tantangan serta peluang di sektor perkebunan.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa perkebunan kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Selain memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat.
"Kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian Riau. Maka itu, keberadaan organisasi seperti Apkasindo sangat penting dalam memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendukung pembangunan perkebunan yang berkelanjutan," jelasnya.
Menurut Syahrial, Apkasindo memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Peran tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat disampaikan dan diselesaikan melalui kerja sama yang baik.
"Kami berharap kepengurusan yang baru dapat semakin solid dan mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani sawit di Provinsi Riau," katanya.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang kini dihadapi sektor perkebunan, mulai dari peningkatan produktivitas, peremajaan kebun rakyat, hingga tuntutan penerapan praktik perkebunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Karena itu, Syahrial menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi petani, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar sektor perkebunan sawit Riau tetap kompetitif dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
"Pemerintah Provinsi Riau akan terus mendukung upaya peningkatan kapasitas petani melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan penguatan kelembagaan agar petani semakin mandiri dan berdaya saing," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPW Apkasindo Provinsi Riau, K.H. Suher, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Riau terhadap penguatan organisasi petani sawit.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi baru bagi Apkasindo untuk terus hadir memperjuangkan kepentingan petani dan memperkuat sektor perkebunan rakyat di Riau.
"Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan petani sawit serta memperkuat peran organisasi sebagai wadah yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat," ujarnya dikutip dari MCRiau.
Pada masa kepengurusan 2025–2030, Apkasindo Riau akan memprioritaskan peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani, penguatan kelembagaan organisasi, serta mendorong berbagai program yang mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan organisasi petani, diharapkan sektor perkebunan kelapa sawit di Riau tidak hanya mampu mempertahankan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah, tetapi juga menjadi sektor yang lebih berkelanjutan dan menyejahterakan petani.