www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Rekomendasi Laptop Kuliah Terbaik 2026: Murah, Ringan, dan Awet Seharian
 
DBH Sawit Hanya Rp7,5 Miliar, Bupati Siak Protes Ketimpangan Daerah Penghasil
Selasa, 20 Januari 2026 - 11:23:15 WIB
DBH sawit untuk Kabupaten Siak dinilai belum sesuai.(ilustrasi/int)
DBH sawit untuk Kabupaten Siak dinilai belum sesuai.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Kabupaten Siak kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah penopang industri sawit nasional.

Dalam forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Senin (19/1/2026), Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli secara terbuka menyampaikan ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang diterima daerahnya.

Afni mengungkapkan, pada tahun anggaran 2026 Kabupaten Siak hanya memperoleh DBH Sawit sekitar Rp7,5 miliar.

Nilai tersebut dinilainya tidak sebanding dengan kontribusi daerah yang memiliki luasan kebun sawit lebih dari 300 ribu hektare.

“Dengan luasan kebun sawit lebih dari 300 ribu hektare, pemerintah pusat menetapkan DBH Sawit untuk Kabupaten Siak tahun 2026 hanya sekitar Rp7,5 miliar saja,” ujarnya.

Menurut Afni, sawit bukan sekadar komoditas unggulan, melainkan tulang punggung ekonomi masyarakat Siak, terutama di wilayah perdesaan.

Aktivitas produksi, distribusi, hingga jasa penunjang kehidupan warga sangat bergantung pada sektor perkebunan tersebut.

Ia menilai, skema pembagian DBH Sawit perlu ditinjau ulang agar lebih mencerminkan asas keadilan fiskal antara pusat dan daerah penghasil.

Terlebih, beban infrastruktur dan dampak lingkungan akibat aktivitas perkebunan sebagian besar ditanggung oleh pemerintah daerah.

Selain menyoroti DBH Sawit, Afni juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur jalan untuk menunjang kelancaran distribusi hasil perkebunan.

Kondisi jalan yang memadai dinilai berpengaruh langsung terhadap efisiensi ekonomi masyarakat.

“Sektor perkebunan sawit menopang perekonomian masyarakat, sehingga perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur jalan," ucapnya.

"Kami bersyukur dan berterima kasih, dari DBH Sawit tahun 2025 sudah ada tiga ruas jalan yang dibangun di Siak. Namun ini masih jauh dari kebutuhan jalan akses yang lebih dari 130 kilometer se-Kabupaten Siak,” sambungnya.

Ia menambahkan, keterbatasan akses jalan berpotensi menghambat produktivitas petani dan menekan daya saing daerah penghasil sawit.

Dalam kesempatan yang sama, Afni juga membawa aspirasi kelompok tani sawit rakyat di Kecamatan Koto Gasib.

Hingga kini, para petani masih menghadapi kendala dalam program peremajaan sawit rakyat (replanting) karena kebun mereka berada di kawasan gambut.

Menurut Afni, karakteristik lahan gambut memerlukan kebijakan khusus agar petani tetap dapat mengakses program replanting tanpa bertentangan dengan regulasi lingkungan.

“Kondisi lahan gambut ini membutuhkan pendekatan kebijakan yang adil, agar petani sawit rakyat tidak terpinggirkan, namun tetap sejalan dengan prinsip perlindungan lingkungan,” tegasnya.

Afni menyampaikan, seluruh aspirasi yang disuarakan dalam forum APKASI akan dibawa ke pembahasan lanjutan di Jakarta bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Ia berharap, pertemuan tersebut menghasilkan langkah konkret terkait peningkatan DBH Sawit, pembangunan infrastruktur strategis, serta percepatan replanting sawit rakyat di Kabupaten Siak.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Rekomendasi Laptop Kuliah Terbaik 2026: Murah, Ringan, dan Awet Seharian
PGN mengadirkan program TAMASYA untuk dukung tumbuh kembang anak di Batam (foto/ist)PGN Hadirkan Program TAMASYA untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
Harga TBS sawit mitra plasma Riau pekan ini naik.(ilustrasi/int)CPO Menguat, Harga TBS Kelapa Sawit Petani Plasma Riau Pekan ini Ikut Terdongkrak
  Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri.(foto: int)Kinerja BUMD Jadi Sorotan, DPRD Riau Ingatkan Jabatan Direksi Bukan Ajang Prestise
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.(foto: int)Kasus 'Jatah Preman' PUPR Riau, KPK Hadirkan Pakar Pidana Unsoed sebagai Saksi Ahli
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Sumsel Dominasi Hotspot Sumatera, Riau Terpantau Punya 10 Titik Panas Sore ini
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved