www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Pekanbaru Diselimuti Kabut Pagi Hari, Ini Penjelasan BMKG
 
Program SMILE, Kolaborasi 3 Perusahaan Majukan Petani Sawit di Inhu
Rabu, 10 Mei 2023 - 10:12:20 WIB
Director of Sustainability Apical Bremen Yong, Vice President of Procurement Kao Nobuyoshi Yamaguchi dan Head of Sustainability Asian Agri Ivan Novrizaldie bersama para petani sawit peserta Program SMILE.(foto: bayu/halloriau.com)
Director of Sustainability Apical Bremen Yong, Vice President of Procurement Kao Nobuyoshi Yamaguchi dan Head of Sustainability Asian Agri Ivan Novrizaldie bersama para petani sawit peserta Program SMILE.(foto: bayu/halloriau.com)

Baca juga:

Termasuk Riau, Asian Agri Salurkan Sembako untuk 14 Desa Terdampak Banjir di Sumatera
HUT ke-37 Kedatangan Transmigrasi di Kampung Rawang Kao, Bupati Ajak Bangun Kabupaten Siak
Apical Terima Penghargaan Kemitraan Rantai Pasokan Berkelanjutan dari ESG Business Awards

PEKANBARU - Apical, Asian Agri serta Kao menyambangi petani kelapa sawit di Desa Air Putih, Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Inhu yang mengikuti program Smallholder Inclusion for Better Livelihood and Empowerment (SMILE), Selasa (9/5/2023).

Program SMILE sendiri dirancang untuk membantu petani swadaya mengatasi hambatan dengan menurunkan biaya setidaknya 30 persen dan meningkatkan produktivitas melalui akses ke pengetahuan, pelatihan dan sumber daya.

Nantinya, minyak sawit berkelanjutan yang diproduksi oleh petani yang berpartisipasi dalam SMILE akan dijual dengan harga premium.

Director of Sustainability Apical Bremen Yong menjelaskan, program yang ditaja pihaknya ini memprioritaskan praktik berkelanjutan dan inklusif. Melalui SMILE, diharapkan pendapatan petani dapat meningkat sehingga juga meningkatkan penghidupan mereka dan mendorong keberlanjutan jangka panjang.

"Kami bangga dengan dampak positif program SMILE terhadap penghidupan petani dan komunitas tempat mereka tinggal," kata Bremen Yong.

Kolaborasi program SMILE menggabungkan kekuatan antara Apical, Asian Agri dan Kao untuk membantu petani meningkatkan penghidupan dan memberdayakan petani untuk menjadi peserta aktif dalam perkebunan berkelanjutan.

Sementara itu, Vice President of Procurement Kao Nobuyoshi Yamaguchi mengungkapkan rasa antusiasnya bergabung dalam program ini. Dikatakannya, SMILE selaras dengan komitmen Kao terhadap keberlanjutan dan inklusivitas.

"Kami sangat senang menjadi bagian dari inisiatif ini dan berharap dapat berkontribusi untuk kesuksesannya," sebut Yamaguchi.

Kao sendiri merupakan perusahaan Jepang yang merupakan produsen perlengkapan mandi nomor 1 di sana. Di Indonesia sendiri, beberapa produk Kao yang dapat dijumpai dengan mudah adalah Biore, Attack, deterjen, popok dan berbagai produk lainnya.

Minyak kelapa sawit berkelanjutan yang dihasilkan para petani di Inhu tak hanya banyak digunakan dalam masakan, namun juga digunakan untuk produksi deterjen dan sabun.

Yamaguchi menjelaskan, SMILE memberikan bimbingan teknis mengenai penanaman kelapa sawit berkelanjutan dan mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk perkebunan di Indonesia.

Tujuan RSPO untuk mendorong pengembangan dan penggunaan produk minyak kelapa sawit berkelanjutan dengan menerapkan standar global yang tepercaya dan tata kelola yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Sertifikasi RSPO memastikan pohon sawit berasal dari petani yang mengikuti kebijakan tanpa deforestasi, tanpa eksploitasi dan pembukaan lahan gambut baru.

"Kami mendukung petani sawit untuk meningkatkan hasil minyak sawit dan mendapatkan RSPO. Dengan meningkatkan hasil panen dan memperoleh RSPO, saya percaya petani dapat mendapatkan hasil panen dan juga harga premium," lanjutnya.

Selain itu, melalui program SMILE pihaknya juga memperkenalkan teknik penyebaran pestisida daun yang berkontribusi pada pengurangan penggunaan pestisida kimia.

"Kao berjanji akan membeli semua kredit RSPO para petani. Jadi jangan khawatir untuk berpartisipasi dalam program ini dan berjuang mendapatkan sertifikasi RSPO," tutur Yamaguchi.

Terpisah, Head of Sustainability Asian Agri Ivan Novrizaldie mengungkapkan, dengan mengajak para petani untuk ikut dalam program SMILE melalui berbagai pelatihan dan audit, pihaknya dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan sambil menjembatani kesenjangan pengetahuan para petani swadaya.