www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Polda Riau Belum Tetapkan Status PT BMI Terkait Kasus Kebakaran Lahan
 
KAO, Apical, dan Asian Agri Luncurkan Program ‘SMILE’ untuk Bantu Petani Sawit Tingkatkan Produktivitas, Peroleh Sertifikasi dan Premi
Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:11:01 WIB
Indonesia memberi fokus yang lebih besar meningkatkan produktivitas minyak sawit dengan meminimalisir kebutuhan ekstensifikasi lahan pertanian
Indonesia memberi fokus yang lebih besar meningkatkan produktivitas minyak sawit dengan meminimalisir kebutuhan ekstensifikasi lahan pertanian

TIGA perusahaan terkemuka dalam industri kelapa sawit – Kao Corporation, Apical Group, dan Asian Agri – meluncurkan inisiatif baru di bidang keberlanjutan untuk membantu petani swadaya kelapa sawit di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas, memperoleh sertifikasi internasional, dan mendapatkan premi dari penjualan minyak sawit yang bersertifikat.

SMILE atau Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment adalah program kolaborasi antara Kao corporation (CEO: Michitaka Sawada) sebagai produsen hilir, Apical Group (Presiden: Datao’ Yeo How) sebagai midstream processor, eksportir, dan trader, dan Asian Agri (Managing Director: Kelvin Tio) sebagai produsen hulu.

Inisiatif yang akan berlangsung selama 11 tahun ini berupaya untuk membangun rantai nilai minyak sawit yang lebih berkelanjutan melalui kerja sama dengan petani swadaya. Hal ini didukung oleh petani swadaya yang telah berkontribusi di atas 28% dari keseluruhan pasar minyak sawit di Indonesia*1.

*1 BPS (Badan Pusat Statistik Indonesia), 2018 (Hanya untuk produksi CPO)

Kolaborasi ini dibentuk setelah melihat adanya kendala yang dialami petani swadaya sebagai pengusaha swasta dalam meningkatkan produktivitas kebun mereka akibat keterbatasan pengetahuan dan kemampuan teknis.

Sebagai minyak nabati yang paling banyak digunakan di dunia, minyak sawit memiliki berbagai jenis kegunaan seperti untuk makanan olahan, minyak goreng, bahan baku biodiesel, dan bahan baku pembuatan deterjen. Keragaman fungsi ini membuat produksi minyak sawit global dapat mencapai 75 juta ton per tahun*2 dan diprediksi akan mencapai 111.3 juta ton di tahun 2025*3.

Oleh karena itu, saat ini, Indonesia memberi fokus yang lebih besar dalam meningkatkan produktivitas minyak sawit dengan meminimalisir kebutuhan ekstensifikasi lahan pertanian yang ada. Hal ini tidak hanya membantu menjaga ketahanan pangan tetapi juga menyeimbangkan kebutuhan sosial, lingkungan, dan ekonomi

*2 USDA FAO, https://ipad.fas.usda.gov/cropexplorer/cropview/commodityView.aspx?cropid=4243000&sel_year=2020
*3 Research And Markets, https://www.prnewswire.com/news-releases/global-palm-oil-market-set-to-reach-a-volume-of-111-3m-tons-by-the-end-of-2025---analysis-of-the-key-growth-drivers-and-challenges-300976890.html

Kao Corporation, Apical Group, dan Asian Agri melaksanakan aktivitas sesuai dengan kerangka kerja yang disediakan oleh RSPO dan memastikan penelusuran hingga ke perkebunan kelapa sawit untuk membangun rantai pasokan yang ramah secara lingkungan dan sosial.

Di saat industri kelapa sawit telah bergerak maju dengan skema sertifikasi nasional seperti ISPO dan internasional seperti RSPO, sertifikasi untuk petani swadaya baru mencapai momentum. Oleh karena itu, SMILE hadir untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan petani swadaya melalui kemitraan dan pemanfaatan pengalaman dan keberhasilan Asian Agri yang telah membangun kemitraan jangka panjang bersama petani swadaya.

SMILE akan mengerahkan tim ahli yang berpengalaman luas di bidang manajemen perkebunan dan agronomi untuk bekerja dengan 5.000 petani swadaya yang mengelola 18.000 hektar perkebunan di Provinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi. Melalui berbagai seminar dan lokakarya yang dirancang khusus, tim SMILE akan:

Mengedukasi petani tentang cara meningkatkan produktivitas, mengelola perkebunan secara berkelanjutan, dan pentingnya untuk tetap berkomitmen pada praktik-praktik berkelanjutan seperti nol-deforestasi, kebijakan tanpa bakar, dan nol-eksploitasi;

Memberikan bantuan untuk sertifikasi RSPO;

Memberikan pelatihan tentang cara menerapkan langkah-langkah keamanan di perkebunan dan peralatan keamanan (termasuk helm pengaman, sarung tangan, dan alat pemadam kebakaran).

Peningkatan dan penyediaan peralatan ini akan dilaksanakan dari tahun 2020 hingga 2030 dengan tujuan membantu petani swadaya memperoleh sertifikasi RSPO di tahun 2030. Setelah disertifikasi, petani akan memenuhi syarat untuk menerima premium minyak sawit bersertifikat dengan rata-rata 5% lebih tinggi dibandingkan minyak sawit yang tidak bersertifikat. Sebagai bagian dari persyaratan RSPO dan komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat mewujudkan UN Sustainable Development Goals (SDGs), SMILE mengikutsertakan inisiatif yang mempromosikan inklusivitas dan peningkatan mata pencaharian melalui pemberdayaan masyarakat.

Pencapaian tujuan peningkatan mata pencaharian petani swadaya ini akan dilakukan melalui peningkatan produktivas dengan nol-deforestasi, nol-lahan gambut, dan nol-eksploitasi. Selama pelaksanaan SMILE, ketiga perusahaan akan secara rutin melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti LSM, NPOs, dan tokoh masyarakat untuk memastikan pelatihan yang kompeten, alokasi peralatan yang memadai, dan penyaluran kebutuhan yang tepat waktu di tingkat perkebunan dan masyarakat, serta optimalisasi kolaborasi dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan dapat dilacak.

Tentang Kao:

Kao menciptakan produk bernilai tinggi yang memperkaya kehidupan konsumen di seluruh dunia. Melalui portfolio lebih dari 20 merek terkemuka seperti Attack, Bioré, Goldwell, Jergens, John Frieda, Kanebo, Laurier, Merries and Molton Brown, Kao merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia, Oceania, Amerika Utara dan Eropa.

Pada program SMILE, Kao juga akan memberikan bimbingan teknis tentang cara menggunakan produk secara efektif bersama dengan Apical dan Asian Agri. Kao berkolaborasi bersama LSM dan NPOs lokal untuk melaksanakan survei melalui kuesioner dan analisis mengenai efektivitas bantuan yang diberikan dalam meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja petani, serta area lain yang perlu ditingkatkan lebih lanjut.

Tentang Apical:

Apical Group adalah salah satu pengekspor minyak sawit terbesar di Indonesia, yang memiliki dan mengendalikan spektrum rantai bisnis minyak sawit dari sumber hingga distribusi. Apical juga terlibat dalam proses pemurnian, pemrosesan, dan perdagangan minyak sawit baik untuk pasar domestik maupun ekspor internasional. Kegiatan operasionalnya berlokasi di Indonesia, China, dan Spanyol yang mencakup 5 kilang, 3 pabrik biodiesel, pabrik kimia oleo, dan pabrik penghancur kernel.

Tentang Asian Agri:

Asian Agri adalah salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia. Didirikan pada 1979, perusahaan saat ini mengelola 100.000 hektar lahan perkebunan inti dan mempekerjakan lebih dari 25.000 orang. Sebagai pelopor program Perkebunan Inti Rakyat (PIR-Trans) yang digagas Pemerintah Indonesia, Asian Agri saat ini bekerja sama dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit petani plasma, dan bersama dengan petani swadaya mengelola lebih dari 41.000 hektar untuk meningkatkan kehidupan para petani.(rilis)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Foto bersamaAsian Agri Ajak Pramuka jadi Duta Remaja Peduli Api
Ketua MPA Desa Tambak, Junaidi saat melakukan persiapan untuk melakukan pemanenan madu kelulut di Desa Langgam pada 4 Maret 2020MPA Asian Agri, Jaga Karhutla Sembari Berwirausaha
Tumbang Perdana secara simbolis oleh Camat Kerinci Kanan, M Hassanal Lutfi didampingi Regional Head Asian Agri Wilayah Riau, Pengarapen Gurusinga dan Head Partnership Asian Agri, Rudy.Tumbang Perdana Tandai Peremajaan Sawit Rakyat di Siak
  Peserta webinar melalui aplikasi zoom yang digelar Asian AgriPetani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses melalui Zoom Meeting
Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Drs Listyo Sigit MSi menyerahkan Maklumat Bersama Penegakan Hukum Karhutla kepada Sustainability Operation Asian Agri, Putu Grhyate Yonata Aksa pada acara Sosialisasi Penegakan Hukum Karhutla di Pekanbaru, Kamis (27/2/2020). Foto ISTAsian Agri Terima Maklumat Penegakan Hukum Karhutla
Pembagian masker ke anak sekolahAsian Agri Bagikan Masker Gratis ke Warga dan Murid Sekolah di Pangkalan Kerinci

 
Berita Lainnya :
  • Polda Riau Belum Tetapkan Status PT BMI Terkait Kasus Kebakaran Lahan
  • Bertambah 282 Kasus, Total Terkonfirmasi Covid-19 Riau 12.600 Kasus
  • Hadapi Lonjakan Wisatawan Luar Daerah, Pemko Dumai Gelar Pelatihan Manajemen Homestay
  • Abdi Tandatangani Pengumuman Penyediaan Biaya Pendidikan Bagi Mahasiswa
  • BAZNas Riau Salurkan Zakat Produktif Rp 300 Juta ke BAZNas Rohul
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved