www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Hingga Dini Hari Nanti, Riau Akan Diguyur Hujan
 
Pemerintah Nilai Uni Eropa Kembali Diskirminasi Minyak Sawit
Jumat, 07/02/2020 - 16:32:49 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai rencana Uni Eropa (UE) untuk mengerek standar batas aman terhadap kontaminan 3-monochlorpropanediol (3-MCPD) dalam minyak makan, merupakan langkah yang diskriminatif terhadap minyak kelapa sawit.

Sebelumnya, senyawa 3-MCPD merupakan senyawa hasil hidrolisis 3-MCPD ester yang dinilai memiliki efek negatif terhadap kesehatan.

Airlangga mengungkapkan UE akan menerapkan batas 2,5 ppm terhadap kontaminan 3-MCPD yang ditemukan dalam minyak sawit sebagai bahan makanan pada 2021. Sementara pada minyak nabati lain, seperti minyak canola dan kedelai hanya ditetapkan 1,25 ppm.

"Kami menentang rencana UE untuk menetapkan batas 1,25 ppm untuk minyak nabati yang diproduksi di UE. Ini diskriminatif," kata Airlangga dalam Forum Dewan Negara-Negara Penghasil Kelapa Sawit (CPOPC) di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (7/2/2020) dikutip dari cnnindonesia.

Menurut Airlangga, peningkatan standar 3-MCPD sebagai kontaminan makanan dalam lemak dan minyak olahan akan membuat konsumen salah paham karena menganggap minyak nabati dari kelapa sawit lebih buruk dibandingkan dengan minyak nabati lainnya yang memiliki batas lebih rendah.

Selain itu, langkah UE ini menjadi hambatan perdagangan lainnya bagi Indonesia, terutama setelah minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar nabati (biodiesel) dikategorikan sebagai minyak nabati yang berisiko tinggi dalam Kebijakan Red II dan Indirect Land Use Change (ILUC).

"Hambatan ini merupakan kampanye terhadap konsumen. Ini yang paling bahaya," kata Airlangga.

Karenanya, ia mendukung CPOPC yang merekomendasikan batas maksimum 3-MCPD sebesar 2,5 ppm untuk semua minyak nabati yang dikonsumsi.

CPOPC menilai batasan maksimum tersebut dapat diterapkan dan tidak perlu ada perbedaan batas maksimum di antara berbagai minyak nabati.

Sebagai informasi, isu mengenai standar batas kedua senyawa itu muncul setelah penelitian di Uni Eropa mencatat minyak sawit mengandung kadar 3-MCPD dan GE yang tertinggi diantara minyak nabati lainnya.  (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi.Pemerintah Nilai Uni Eropa Kembali Diskirminasi Minyak Sawit
IlustrasiPeremajaan Lahan Sawit, Pemerintah Akan Beri Rp25 Juta/Hektar ke Petani
IlustrasiNovember 2019, Pemerintah Bakal Terapkan B30
  Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra SiregarLindungi Sawit Nasional, Wamenlu Evaluasi Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa
Ilustrasi.Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif CPO dan Turunannya hingga 2020
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah RiIndonesia dan Malaysia Berjuang Lawan Diskriminasi Sawit untuk Kepentingan ASEAN

 
Berita Lainnya :
  • Hingga Dini Hari Nanti, Riau Akan Diguyur Hujan
  • Marah terkait China, Trump Ancam Setop Bantuan AS ke WHO
  • Meski Malaysia Lockdown, Penyelundupan Manusia dari Riau Tetap Berlanjut
  • Mitsubishi Berikan Promo Khusus untuk Pembelian Mobil Selama WFH
  • Lapas Kelas IIA Tembilahan Tidak Terima Tahanan P21 saat Ini
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved