www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Meski PSBB Sudah Berakhir, Riau Perpanjang Tanggap Darurat Covid-19
 
Jokowi Kritik Uni Eropa yang Terus Munculkan Isu Tak Ramah Lingkungan Sawit
Jumat, 10 Januari 2020 - 17:21:24 WIB
Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo.

JAKARTA - Presiden Jokowi menyatakan Indonesia bisa mencapai produksi CPO hingga 100 ton jika lahan per hektar sawit bisa menghasilkan 7-8 ton.

Dia juga mengkritik sawit terkait dengan isu tak ramah lingkungan yang dimunculkan oleh Uni Eropa.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pidato di Rakernas PDP di Jakarta, Jumat (10/1). Dia menuturkan saat ini ada 13 juta ha lahan sawit dan produksinya mencapai 46 juta ton per tahun.

Dia menyatakan jika produksi dua kali lipat, maka bisa mencapai 100 juta ton CPO. "Per hektare 4 ton, harusnya 7 sampai 8 ton, bisa sampai 100 juta ton," kata Jokowi.

Dia juga mengkritik Uni Eropa yang terus memunculkan isu tak ramah lingkungan. Hal itu, kata dia, karena minyak sawit jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak bunga matahari.

"Uni Eropa munculkan isu tak ramah lingkungan, kenapa munculkan isu terus, karena lebih murah dibandingan dengan minyak bunga matahari," kata Jokowi dikutip dari CNNIndonesia.

Oleh karena itu, dia meminta agar CPO tak melulu diekspor tetapi dijadikan komoditas macam B20 dan B30. Presiden menegaskan dengan B20 yang berasal dari sawit, maka negara akan menghemat Rp110 triliun per tahun.

Sebelumnya, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Pike menegaskan tidak ada larangan impor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dari Indonesia ke Benua Biru.

"Yang saya ingin klarifikasi adalah tidak ada yang namanya larangan untuk impor CPO dari Indonesia. Ekspor dari Indonesia sangat konstan," ujar Pike seperti dikutip dari Antara, Kamis (12/12)).

Berdasarkan data Uni Eropa, impor CPO asal Indonesia relatif stabil. Selama lima tahun terakhir, rata-rata impor CPO dari Indonesia mencapai 3,6 ton atau 2,3 miliar euro per tahun.

Selain itu, mayoritas impor CPO juga berasal dari Indonesia dengan porsi 49 persen. Pike mengakui, persoalan minyak sawit menjadi salah satu isu utama yang mempengaruhi hubungan Uni Eropa dan Indonesia selama dua tahun terakhir. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiAkibat Kampanye Negatif, Pengusaha Sawit Kesulitan Dapat Kredit Bank
TBS Sawit.Periode Ini, Harga TBS Sawit Riau Kian Anjlok
TBS Sawit.Stok Melimpah Sementara Permintaan Turun, Harga Sawit Riau Ikut Turun
  IlustrasiHarga TBS Kelapa Sawit di Riau Turun Jadi Rp1.401,53/Kg
IlustrasiHarga TBS Kelapa Sawit di Riau Pekan Ini Turun Jadi Rp1.660,62/Kg
IlustrasiSepekan ke Depan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik Rp1.863,83/Kg

 
Berita Lainnya :
  • Meski PSBB Sudah Berakhir, Riau Perpanjang Tanggap Darurat Covid-19
  • Kasus Corona Naik Lagi, Korsel Kembali Tutup Sekolah
  • Geger, Pria di Pekanbaru Ditemukan Gantung Diri dalam Rumah Kontrakannya
  • Pemko Pekanbaru Gesa Perwako Penerapan New Normal
  • Kadiskes Meranti Berkoar-koar Anggaran Covid-19 Tidak Cair, Eh...,Ternyata Tak Diurus
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved