www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Ketua PN Bengkalis: Bila Ada yang Keberatan Vonis Bongku Ada Upaya Hukum, Jangan Giring Opini
 
Lindungi Sawit Nasional, Wamenlu Evaluasi Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa
Jumat, 01 November 2019 - 19:31:10 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar

NUSA DUA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar akan mengevaluasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) demi melindungi sawit nasional.

Bahkan, IEU-CEPA akan menjadi perjanjian dagang pertama yang dievaluasi olehnya dalam rangka menjalankan misi perlindungan dan pengembangan industri sawit nasional 
sesuai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini disampaikan Mahendra saat menghadiri perhelatan konferensi sawit tahunan bertajuk Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2019 di Nusa Dua, Bali, Jumat (1/11).

"Langkah yang akan kami lakukan sangat jelas adalah melihat draf teks dari IEU CEPA yang sedang dirundingkan. Kami ingin merumuskannya dengan posisi yang fair (adil) terhadap kelapa sawit," ucap Mahendra dikutip dari CNNIndonesia.

Kendati begitu, ia belum bisa memberikan gambaran sekiranya poin-poin apa saja yang paling menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Khususnya, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan selaku ujung tombak negosiasi Indonesia di kancah dunia.

Namun, ia menekankan butir-butir perjanjian harus benar-benar mencerminkan keputusan yang menguntungkan bagi kedua negara. Ia ingin perjanjian dagang ini bisa menjadi jembatan bagi hubungan kerja sama yang lebih baik antar kedua pihak, khususnya di sektor industri sawit.

Hal ini tak lepas dari riwayat panjang ketegangan Indonesia dengan Uni Eropa terkait industri sawit. Uni Eropa kerap menilai industri sawit memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

Sementara Indonesia bersikeras bahwa sawit adalah industri yang mampu memenuhi kebutuhan minyak nabati dengan produktivitas tertinggi di dunia. Bahkan, melebihi beberapa jenis minyak nabati lain, seperti minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, dan lainnya.

Di sisi lain, Indonesia kerap meneruskan perkembangan industri sawit karena dianggap menjadi tulang punggung usaha bagi sekitar 17 juta penduduk di Tanah Air. Indonesia justru melihat Uni Eropa sengaja memerangi sawit nasional dalam rangka mendongrak penetrasi pasar dari minyak nabati mereka.

Terlepas dari berbagai pro-kontra hubungan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa di industri sawit, Mahendra melihat Indonesia sejatinya tetap membutuhkan pasar Benua Biru untuk industri ini. Sebab, tujuan utama adalah meningkatkan ekspor dalam rangka memperbaiki defisit neraca perdagangan.

"Eropa tetap merupakan pasar yang penting. Kita (Indonesia) juga harus bersedia untuk mendorong relokasi industri hilir Uni Eropa ke pasar yang menguntungkan bagi Indonesia," tuturnya.

Tak ketinggalan, ia mengajak seluruh pihak di industri sawit nasional, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga petani untuk mendukung komoditas ini.

"Karena presiden menugasi saya untuk membantu koordinasi di dalam, saya diberi satu tahun untuk melakukannya. Kalau tidak, ini mungkin akan menjadi IPOC terakhir bagi saya," celetuknya. (*)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiAkibat Kampanye Negatif, Pengusaha Sawit Kesulitan Dapat Kredit Bank
TBS Sawit.Periode Ini, Harga TBS Sawit Riau Kian Anjlok
TBS Sawit.Stok Melimpah Sementara Permintaan Turun, Harga Sawit Riau Ikut Turun
  IlustrasiHarga TBS Kelapa Sawit di Riau Turun Jadi Rp1.401,53/Kg
IlustrasiHarga TBS Kelapa Sawit di Riau Pekan Ini Turun Jadi Rp1.660,62/Kg
IlustrasiSepekan ke Depan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik Rp1.863,83/Kg

 
Berita Lainnya :
  • Ketua PN Bengkalis: Bila Ada yang Keberatan Vonis Bongku Ada Upaya Hukum, Jangan Giring Opini
  • Masih Tahap Penyelidikan, Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan di Meranti Diusut Kejati Riau
  • Sempat Ditemukan Belatung, Ikan Kalengan Bantuan Pemkab Meranti Ditarik dan Diganti
  • Lebaran di Tengah Covid-19, Trafik Data XL Axiata Naik 25%
  • Ikuti Rapat Paripurna Ranperda RDTR Kawasan Perkotaan Siak, Bupati Apresiasi Dukungan Pansus DPRD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved