www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Pemotongan Gaji THL hingga Pengadaan Mobil Dinas Jadi Sorotan DPRD Pekanbaru
 
Ternyata Perkebunan Sawit di Riau Paling Luas se-Indonesia
Jumat, 01 November 2019 - 08:12:41 WIB
PT Ramajaya Pramukti menggelar penanaman kembali (replanting) perdana program peremajaan kebun kelapa sawit.
PT Ramajaya Pramukti menggelar penanaman kembali (replanting) perdana program peremajaan kebun kelapa sawit.

PEKANBARU - Data Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, luas kebun sawit Riau sekitar 3,38 juta hektar atau sekitar 20 persen dari total luas kebun sawit nasional yang sekitar 16,38 juta hektar. 

Dari total luas kebun sawit yang ada di Riau tersebut, sekitar setengahnya adalah kebun rakyat yang dikelola oleh masyarakat dengan sistem kebun plasma atau kebun swadaya.

Saat ini, pemda mencatat sekitar 100.000 hektar kebun sawit rakyat di Riau sudah memasuki masa replanting atau harus ditanam ulang, karena usia pohon sawitnya sudah di atas 25 tahun. 

Untuk melakukan penanaman ulang ini, pemerintah pusat melalui Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, telah menyiapkan bantuan dana replanting senilai Rp25 juta per hektar kebun sawit yang dimiliki petani.

Namun dana bantuan ini tidak bisa sepenuhnya membiayai proses replanting kebun sawit, dari mulai tahapan penebangan pohon usia tua, pembersihan lahan, pembelian bibit, sampai menanam dan bibit sawit masuk usia produksi. Karena itu dibutuhkan dukungan perbankan guna membiayai kekurangan dana replanting, dan perusahaan sawit sebagai penjamin petani yang melaksanakan program penanaman ulang kebun sawit.

Salah satu perusahaan yang telah menjalankan komitmen dalam mendukung program replanting sawit di Provinsi Riau adalah Sinar Mas Agribusiness and Food. Perusahaan ini melaksanakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerjasama pada Februari 2019 lalu, tentang program peremajaan atau replanting perkebunan kelapa sawit plasma di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Riau, Franciscus Costan menyatakan perjanjian yang dimaksud yaitu antara Koperasi Unit Desa (KUD) Makmur Lestari, PT BRI Agroniaga, Tbk serta Badan Pengelola Dana Perkebunan-Kelapa Sawit (BPDP-KS), dan Sinar Mas Agribusiness and Food melalui anak usahanya yang beroperasi di wilayah Riau, PT Ramajaya Pramukti menggelar penanaman kembali (replanting) perdana program peremajaan kebun kelapa sawit.

"Perjanjian ini mengatur pemberian dana hibah peremajaan kebun kelapa sawit dengan total lebih dari Rp8 milyar dari BPDP-KS untuk petani kelapa sawit anggota KUD Makmur Lestari," ujarnya baru-baru ini.

Tahap pertama peremajaan telah dilakukan di kebun plasma anggota KUD Makmur Lestari di Desa Kenantan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar seluas 322 hektar yakni untuk 145 petani, dari total sekitar 32.000 hektar kebun plasma binaan perusahaan di Riau. Program peremajaan sawit ini akan dilakukan secara bertahap dari tahun 2019 hingga 2027 untuk seluruh wilayah Indonesia.

Franciscus menjelaskan saat ini tantangan yang dihadapi para petani plasma adalah tanaman yang sudah berusia tua dan pokok sudah terlalu tinggi, sehingga produktivitas menurun dan memerlukan biaya panen yang cukup tinggi.

“Dengan melakukan peremajaan kebun sawit melalui praktik agronomi yang baik, kami dapat membantu petani meningkatkan produktivitasnya tanpa harus membuka lahan baru. Mereka juga dapat bekerja sesuai standar rasio tenaga kerja dan mendapatkan upah sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu petani plasma juga mendapatkan kesempatan untuk memperoleh sertifikasi ISPO yang sangat penting sebagai standar wajib tata kelola perkebunan sawit,” jelasnya.

Ketua Gapki Riau Saut Situmorang dalam kesempatan terpisah menyatakan program peremajaan sawit bertujuan tidak hanya membantu petani melestarikan kebun rakyat, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit Indonesia. Menurut Saut, pihaknya sangat mendukung kerjasama dan upaya dari pemerintah, beserta perusahaan sawit karena langkah ini akan mendorong peningkatan ekonomi petani dan masyarakat Riau.

"Program replanting sawit akan memajukan sektor ini kedepan karena tidak hanya melestarikan kebun rakyat, tapi produktivitas sawit juga bakal meningkat," ujarnya. Pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk konsisten dalam upaya memajukan sektor kelapa sawit nasional, dengan mengeluarkan regulasi yang berdampak positif pada perkembangan bisnis komoditas itu di masa mendatang.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
IlustrasiPemotongan Gaji THL hingga Pengadaan Mobil Dinas Jadi Sorotan DPRD Pekanbaru
Kabid Perencanaan Kepegawaian, BKPP Rohul Henni WidyastutiUjian SKD CPNS Rohul Digelar 13 hingga 20 Oktober
Jokowi dan Warga Tanam 20 Ribu Bibit Mangrove, Kasmarni: Terima Kasih, Pak Presiden
  Anggota DPRD Riau Mardianto MananDPRD Riau: Penggunaan Infrastruktur Jalan Harus Diimbangi Ketegasan Pemerintah
istMoU dengan BRK, Bupati Kepulauan Meranti Optimis Perekonomian Masyarakat Meningkat
Jubir Satgas Covid-19 Riau Indra Yovi5 Atlet Dayung Riau Masih Jalani Isolasi, Kondisinya Membaik
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Bapenda Gelar Penertiban dan Sosialisasi Pajak Ranmor
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved