www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Legislatif Riau Turut Kritisi Proses Relokasi Pedagang STC
 
Malaysia Mau Barter Minyak Sawit Demi Peralatan Militer
Selasa, 27/08/2019 - 17:57:33 WIB
Kapal angkatan laut Malaysia berpatroli di perairan dekat pulau Langkawi. FOTO: REUTERS
Kapal angkatan laut Malaysia berpatroli di perairan dekat pulau Langkawi. FOTO: REUTERS

JAKARTA - Malaysia sedang berunding dengan enam negara untuk barter minyak sawit dengan peralatan militer dalam upaya memperkuat pertahanan negara.

Dikutip dari Malay Mail, 26 Agustus 2019, Malaysia telah berjuang untuk memperbarui peralatan pertahanannya selama bertahun-tahun dan memotong anggaran pertahanannya tahun ini.

Malaysia berupaya untuk menggantikan kapal perang angkatan laut karena beberapa di antaranya telah beroperasi selama 35 tahun atau lebih. Namun pembaruan alutsista bisa memakan anggaran besar.

Pada Senin, Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengaku biaya telah menjadi rintangan besar, tetapi menggunakan minyak sawit untuk membantu membayar peralatan dapat membuka jalan baru untuk pembaruan.

Mohamad mengatakan diskusi tentang pembayaran dengan minyak sawit telah dimulai dengan Cina, Rusia, India, Pakistan, Turki dan Iran.

"Jika mereka siap untuk menerima perdagangan barter kelapa sawit, kami sangat ingin pergi ke arah itu," kata Mohamad. "Kami memiliki banyak minyak sawit."

Malaysia dan Indonesia, dua produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, terlibat dalam perselisihan dengan Uni Eropa mengenai rencana untuk menghapus komoditas dari bahan bakar terbarukan yang digunakan oleh blok tersebut pada tahun 2030 karena masalah deforestasi.

Kedua negara memasok sekitar 85 persen minyak kelapa sawit dunia, yang sebagian besar digunakan dalam makanan tetapi juga dalam barang-barang seperti lipstik dan sabun, menurut laporan Reuters, dikutip dari Kompas.

Menhan Mohamad mengatakan dia tidak bisa memperkirakan berapa banyak minyak sawit yang akan disediakan Malaysia untuk barter dengan peralatan militer.

Namun dalam barter minyak sawit ini Mohamad mengatakan, selain kapal Malaysia juga ingin membeli paralatan militer lain seperti pesawat pengintai jarak jauh, kendaraan udara tak berawak dan kapal pencegat cepat. (*)






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Tumbang Perdana secara simbolis oleh Camat Kerinci Kanan, M Hassanal Lutfi didampingi Regional Head Asian Agri Wilayah Riau, Pengarapen Gurusinga dan Head Partnership Asian Agri, Rudy.Tumbang Perdana Tandai Peremajaan Sawit Rakyat di Siak
 Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Santosa. FOTO: Dok: Astra Agro LestariHarga Sawit Membaik, PT AAL Optimis Tangkap Peluang di 2020
TBS SawitAkibat Corona, PTPN V Bakal Fokus Produksi CPO Kelas Premium
  IlustrasiSepekan ke Depan, Harga TBS Kelapa Sawit Turun Jadi Rp1.594,02/Kg
IlustrasiDampak Corona, Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Kembali Turun Rp50,65 Per Kg
IlustrasiPekan Ini, Harga TBS Kelapa Sawit Turun Jadi Rp1.865,81/Kg

 
Berita Lainnya :
  • Legislatif Riau Turut Kritisi Proses Relokasi Pedagang STC
  • Kamar Hore, Kamar Maret Premiere Hotel
  • Dua Ekskavator Diturunkan, TPS di Jalan Hos Cokroaminoto Pekanbaru Dibongkar
  • Karhutla di Pulau Rupat Sulit Dipadamkan, Ini Sebabnya
  • 4 Alasan Lebih Baik Kamu Tidur Tanpa Busana Malam Ini
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved