www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Smartfren Luncurkan Booster Unlimited, Harga Mulai Rp2.000
 
Hukuman Kebiri Kimia di Negara Lain Berdasarkan Keinginan si Pemerkosa
Sabtu, 11 Juni 2016 - 09:30:03 WIB

JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memutuskan menolak melaksanakan tugas sebagai eksekutor kebiri kimia terhadap pelaku pemerkosaan terhadap anak.

Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Komnas Anak, Reza Indragiri Amriel, mengatakan di negara terdahulu yang sudah menerapkan hukuman kebiri ini dilakukan karena keinginan si pemerkosa.

"Jawabannya adalah karena di negara-negara tersebut kebiri kimiawi dilakukan berdasarkan keinginan si predator. Ini sekaligus memberikan pemahaman tentang efektifitas kebiri," kata Reza, Jumat (10/6/2016) malam.

Lebih jauh dia menjelaskan kebiri kimiawi menjadi solusi efektif di negara-negara lain tersebut hanya ketika si predator secara sukarela mengkehendaki hukuman kebiri tersebut.

"Kehendak sukarela (untuk mengubah prilaku) itulah tang mengaktivasi efek jera. Jadi bukan kebirian. Kebiri sebagai rehabilitasi. Bukan kebiri sebagai pemberatan sanksi," tukasnya.

Di Indonesia, hukuman kebiri kimiawi merupakan hukuman tambahan disamping hukuman pokok yang diterima pelaku. Hukuman kebiri baru akan berlaku jika putusan peradilan mencapai kekuatan hukum tetap atau inkrah. Sehingga bukan langsung diperoleh pada sidang pengadilan tingkat pertama. Predator seksual bisa mengajukan banding.

Adapun negara-negara yang sudah meberapkan hukuman kebiri ini di antaranya Amerika Serikat, Polandia, Maldova, Estonia, Israel, Argentina, Australia, Korea Selatan, dan Rusia. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kolase penampakan oknum guru Turidi dan keluarga korban.Bejatnya Guru Ganteng Ini, Setubuhi Siswinya hingga 20 Kali di Sekolah
Eno ParihahSidang Pembunuhan Eno Parihah Mulai Digelar Besok
 Ahok Kena DBD, Lulung : Jangan Stres, Kita Ada Masalah Besar
  Hukuman Kebiri Kimia di Negara Lain Berdasarkan Keinginan si Pemerkosa
 Alamak! Daerah Ini Tertinggi Kasus Incest di Indonesia
 Aswadi Terancam Hukuman Mati karena Mutilasi Pemerkosa Istrinya

 
Berita Lainnya :
  • Smartfren Luncurkan Booster Unlimited, Harga Mulai Rp2.000
  • Berikut 53 dan 99 Zona Hijau Corona di Indonesia
  • Enam Bulan, 417 Kasus DBD Tercatat di Pekanbaru
  • Beri Bantuan Perlengkapan Bagi MPA, Bupati Inhil Apresiasi 2 Grup Perusahaan
  • Maksimalkan Pelayanan, Suzuki Terapkan Protokol Kesehatan di Jaringan Diler Sepeda Motor
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved