www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Melon Hidroponik Jadi Andalan Baru Warga Wonosari Inhu, Begini Strategi Pengembangannya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Ratusan Siswa Keracunan MBG di Karo, BGN Ungkap Ikan Diduga Tak Disimpan di Freezer
Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:00:00 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

MEDAN - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan kelalaian dalam proses penyimpanan bahan baku ikan yang digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, berdasarkan hasil investigasi awal, sekitar 200 hingga 300 ekor ikan diduga tidak disimpan di dalam freezer selama sekitar 10 hingga 12 jam sebelum diolah dan disajikan kepada para siswa.

Temuan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan BGN setelah ratusan pelajar di Berastagi mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan menu MBG.

Menurut Sudaryono, ikan sebagai bahan makanan yang mudah rusak semestinya segera disimpan dalam fasilitas pendingin untuk menjaga kualitas dan keamanannya.

"Investigasi sementara menunjukkan adanya kelalaian pada pengolahan bahan baku ikan. Sebagian besar dimasukkan ke dalam freezer, tetapi ada sekitar 200-300 ikan yang tidak masuk ke freezer selama kurun waktu kurang lebih 12 jam," ujar Sudaryono seusai menjenguk salah seorang siswa asal Karo yang menjalani perawatan di RS Haji Medan, Minggu (16/8/2026).

Ia menilai penyimpanan ikan basah di luar fasilitas pendingin merupakan bentuk kelalaian yang tidak seharusnya terjadi dalam pelaksanaan program MBG.

"Ikan basah tidak ditaruh ke dalam freezer, mohon maaf, itu suatu kebodohan dan kelalaian," katanya.

Sudaryono menegaskan telah mengingatkan seluruh jajaran BGN agar tidak lalai dalam menangani bahan baku makanan yang akan disajikan kepada para penerima manfaat MBG.

"Jika tidak mampu, mohon maaf, mundurkan diri saja. Saya akan melakukan pemecatan secara tegas agar ini tidak terulang kembali. Saya sudah beri peringatan secara berulang," tegasnya.

Meski jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan disebut mulai menurun, Sudaryono menegaskan bahwa target BGN bukan sekadar menekan angka kejadian, melainkan memastikan tidak ada lagi kasus serupa.

"Saya sudah berusaha untuk menekan dan sudah mengalami penurunan. Tapi saya ingin hal baru, saya butuh nol, bukan penurunan angka siswa keracunan MBG," ujarnya.

Sudaryono mengatakan sejumlah siswa yang sebelumnya mengalami kondisi kritis mulai menunjukkan perkembangan positif. Ia meminta pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi para pasien.

"Hari ini saya ke RS Haji karena mau lihat kondisi siswa Karo yang berada di PICU. Kondisinya sudah berangsur baik. Saya minta direktur untuk mengabarkan semua kondisinya secara berkala kepada kami," jelasnya.

Ia mengaku prihatin sekaligus marah atas kejadian yang menyebabkan ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan.

"Ini nyawa seseorang. Bayangkan itu perasaan saya, sedih antara marah dengan keadaan dan sedih. Maka dari itu, kami akan menyelesaikan masalah ini dan menyerahkan investigasi kepada pihak berwajib," katanya.

BGN juga meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan pengawasan dan memastikan tidak terjadi kelalaian dalam setiap tahapan pengolahan makanan.

"Tidak boleh ada kelalaian. Kita berusaha untuk memastikan memberikan yang terbaik," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang siswa yang menjadi korban dugaan keracunan MBG di Berastagi, Kabupaten Karo, mengaku masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Aldi Prayoga, salah satu dari ratusan siswa yang mengalami gangguan kesehatan, menjalani perawatan di RSU Kabanjahe pada Jumat (14/8/2026).

Ia mengaku masih trauma setelah mengalami kondisi kesehatan yang memburuk seusai menyantap menu MBG.

"Trauma, Bang," ujar Aldi.

Aldi bahkan mengatakan tidak ingin kembali menyantap menu MBG setelah diperbolehkan kembali bersekolah. Ia berencana membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di sekolah untuk memenuhi kebutuhan makan siangnya.

"Enggak mau lagi (makan MBG), bontot aja nanti paling," ungkapnya.

Sebelumnya, sekitar 300 siswa SMAN 1 Berastagi dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan menu MBG.

Di kelas Aldi, dari 36 siswa, sebanyak 12 orang dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Aldi menuturkan, keluhan awal yang dirasakannya berupa gatal di bagian dalam leher. Kondisi tersebut kemudian disertai mual, pusing, dan sakit perut.

Saat masih berada di sekolah, rasa sakit tersebut masih dapat ditahannya. Ia bahkan sempat membantu mengevakuasi temannya yang mengalami kondisi lebih parah.

Namun, beberapa jam setelah berada di rumah, sakit perut yang dirasakannya semakin berat sehingga ia dibawa ke rumah sakit.

"Pas di sekolah itu masih bisa tertahan, tapi sudah di rumah sekitar beberapa jam sakit lagi, perut seperti ditekan. Karena enggak tahan, makanya dibawa langsung ke rumah sakit," pungkasnya.

Atas kejadian tersebut, BGN menyampaikan permintaan maaf terkait dugaan kasus keracunan yang dialami ratusan pelajar penerima program MBG di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

Sebanyak 353 pelajar dari lima sekolah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, seperti lemas dan muntah, setelah menyantap menu MBG pada Kamis (13/8/2026).

Para siswa kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Berastagi dan Kabanjahe untuk mendapatkan penanganan medis.

Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada Bupati Karo Antonius Ginting atas kejadian tersebut. Ia mengakui terdapat kekurangan dalam pelaksanaan layanan MBG di lapangan dan memastikan evaluasi menyeluruh dilakukan.

"Saya minta maaf karena performa yang kurang baik dari anak buah saya di lapangan, tapi saya minta tolong Pak Bupati untuk dibantu investigasi juga," ujar Sudaryono dalam video yang diterima pada Jumat (14/8/2026).

BGN kemudian melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Selain itu, dapur MBG atau SPPG yang terkait dengan kejadian tersebut dihentikan sementara selama proses pemeriksaan. Kepala SPPG terkait juga dicopot dari jabatannya.

"Kami berusaha untuk memperbaiki layanan," kata Sudaryono.

Sementara itu, investigasi bersama pemerintah daerah masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk menelusuri bahan makanan dan proses pengolahan menu yang dikonsumsi para siswa.

Sumber: Tribunnews


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
KWT Srikandi Wonosari panen melon hidroponik.(foto: andi/halloriau.com)Melon Hidroponik Jadi Andalan Baru Warga Wonosari Inhu, Begini Strategi Pengembangannya
Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing.(foto: mcr)204 Jalur Bertarung di FPJ 2026 Kuansing, Wisata Budaya Riau Kian Mendunia
Penghargaan dari Pemcam Koto Gasib kepada PT RAPP dalam kerjasama penanggulangan karhutla.(foto: istimewa)Kolaborasi Lawan Karhutla, Pemcam Koto Gasib Beri Apresiasi kepada PT RAPP
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal M,M (foto/int)Polemik Desil Tak Sesuai Kondisi, DPRD Pekanbaru Soroti Data Penerima Bantuan
ist.Ajang Modifikasi Terbesar Indonesia, Honda Modif Contest 2026 Sapa Pekanbaru 22–23 Agustus
  Kasatpol PP Riau, Sri Sadono ditunjuk jadi Plt Kadishub Riau.(foto: int)Sri Sadono Ditunjuk Jadi Plt Kadishub Riau, Tetap Rangkap Jabatan Kasatpol PP
Ist.Terbukti Bersalah, Joshua dkk Dimutasi, Demosi 3 Tahun dan Patsus 30 Hari
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Jauh Menurun, Riau Sumbang 25 Titik Panas Sore ini
Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Arwinda Gusmalina (foto/int)Soroti Kenaikan Harga Ayam, Arwinda Minta Pemko Cari Penyebab di Lapangan
Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (foto/ist)Pemprov Riau Targetkan Seluruh Pelajar Punya Rekening, Literasi Keuangan Digital Jadi Kunci
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved