www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Listrik Masuk Desa, Tidak Gelap Gulita, Masyarakat Pulau Terluar Bisa Buka Usaha
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Ayo Semua Jangan Takut Divaksinasi
Kamis, 28 Januari 2021 - 08:14:36 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis kedua vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di halaman tengah Istana Merdeka
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis kedua vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di halaman tengah Istana Merdeka

JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah menjani penyuntikan dosis kedua vaksin Covid-19 pada Rabu (27/1/2021).

Bertempat di Istana Merdeka, penyuntikan kepada Presiden dilakukan pukul 08.30 WIB.

Pelaksanaan penyuntikan ini berselang 14 hari setelah vaksinasi perdana yang digelar pada 13 Januari 2021.

Sama halnya saat vaksinasi perdana, Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Muthalib menjadi vaksinator yang bertugas menyuntikkan vaksin Covid-19 untuk Presiden Joko Widodo.

Abdul Muthalib, memastikan vaksin yang ia suntikkan merupakan vaksin Sinovac.

Hal itu untuk memastikan kepada masyarakat bahwa Presiden Jokowi juga memakai vaksin Sinovac.

"Vaksin yang saya berikan adalah vaksin Sinovac, bukan yang lain," kata Abdul Muthalib usai menyuntikkan dosis vaksin Sinovac yang kedua kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021), seperti yang dilansir kompas.

Bersamaan dengan Jokowi, ada sejumlah tokoh dan pejabat yang juga disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua di Istana Merdeka.

Mereka inilah yang pada 13 Januari lalu telah menerima penyuntikan perdana vaksin Covid-19.

Mereka antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sejumlah tokoh agama, perwakilan masyarakat, hingga artis Raffi Ahmad.


Pesan Jokowi
Usai disuntik vaksin, Jokowi berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus meski vaksinasi sudah dimulai.

Ia meminta seluruh pihak terus disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

"Ini penting karena kuncinya juga ada di situ. Selain vaksinasi, kunci yang kedua adalah menjaga protokol kesehatan," kata dia.

Adapun penduduk Indonesia yang akan menerima vaksinasi Covid-19 diperkirakan mencapai 182 juta atau 70 persen dari total jumlah penduduk.

Jokowi menargetkan, proses vaksinasi selesai dalam waktu kurang dari setahun.

Jokowi menyebut, vaksinasi Covid-19 tahap pertama diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat.

Setelahnya, vaksinasi akan dilanjutkan ke TNI dan Polri, petugas pelayan publik, dan masyarakat umum.

Menurut dia, masyarakat umum sudah bisa disuntik pada pertengahan Februari.

Berbicara dalam sebuah forum usai vaksinasi, Jokowi menekankan bahwa pemerintah berusaha bekerja dengan cepat untuk mendapatkan ratusan juta dosis vaksin Covid-19 di tengah dominasi negara-negara maju.

Menurutnya kerja cepat ini dilakukan untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 secepat-cepatnya.

"Agenda jangka pendek kita untuk mengawali tahun ini adalah dengan melakukan vaksinasi massal secepat-cepatnya. Vaksinasi adalah salah satu kebijakan prioritas," lanjutnya.

Oleh karenanya, persiapan infrastruktur, persiapan data, persiapan vaksinator sekitar 30.000 orang harus dilakukan dengan baik.


Pembentukan antibodi
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak seluruh tenaga kesehatan segera menyelesaikan dua tahap suntik vaksin Covid-19 Sinovac.

Menurutnya, setelah dosis kedua disuntikkan, tubuh masih memerlukan waktu dua hingga tiga pekan untuk membentuk antibodi.

Setelah terbentuk antibodi itulah risiko tubuh terpapar Covid-19 menjadi kecil.

Dengan demikian, para tenaga kesehatan lebih tenang dalam bekerja.

Baca juga: Menkes: Perlu Waktu Antibodi Terbentuk Setelah Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Disuntikkan

Menurut Budi, pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 ini menunjukkan bahwa vaksinasi dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Dia berharap hal itu bisa menjadi contoh kepada tenaga kesehatan.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh, bisa memotivasi tenaga kesehatan agar mereka juga cepat (melakukan vaksinasi)," tutur Budi.

"Yang belum suntikan pertama (agar) mengejar suntikan pertama. Dan juga yang sudah suntik pertama bisa segera selesaikan suntikan kedua," tambahnya.
Tak perlu khawatir

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengatakan, vaksin Covid-19 sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan.

Sebab risiko pekerjaan yang rentan terpapar Covid-19.

"Kita yang setiap hari berhadapan dengan pasien risikonya tinggi. Sehingga kita perlu cepat-cepat divaksin," tutur Daeng di Istana Merdeka, Rabu.

Daeng pun mengajak seluruh tenaga kesehatan di Indonesia segera menyelesaikan dua kali penyuntikan vaksib Covid-19.

Sebagai perwakilan dokter, Daeng menyebut dirinya telah merasakan efek samping vaksin Covid-19 Sinovac yang minim.

"Saya sudah mewakili ikatan dokter, lalu ada kawan-kawan bidan, perawat, apoteker dan sebagainya. Sehingga teman-teman tenaga kesehatan tidak perlu khawatir (untuk disuntik vaksin Covid-19," ujar Daeng dikutip dari siaran langsung Sekretariat Presiden, Rabu.

"Alhamdulillah efek samping yang saya rasakan itu minimal sekali. Hanya terasa pegal di tempat suntikan dan itu hilang lima jam sudah mereda. Tidak usah terlalu khawatir," lanjutnya.
Senjata sehat

Ajakan untuk segera menyelesaikan vaksinasi Covid-19 juga diungkapkan artis Raffi Ahmad.

Raffi yang juga mendapat suntikan dosis kedua pada Rabu mengajak masyarakat Indonesia tidak takut menjalani vaksinasi Covid-19.

"Ayo semuanya (masyarakat) jangan takut divaksin, tetap semangat. Pak Presiden saja sudah divaksin," ujarnya dipantau dari siaran langsung Sekretariat Presiden, Rabu.

"Kita semua juga percaya sama pemerintah karena pemerintah akan melakukan yang terbaik," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Raffi mengaku penyuntikan vaksin dosis kedua kali ini tidak terasa sakit.

Menurutnya, rasa ketika disuntik vaksin hanya seperti digigit semut. Kemudian, dari sisi efek samping, Raffi pun tidak merasakan hal serius.

Dia menyebut hanya merasa mengantuk dan pegal setelah disuntik vaksin perdana pada 13 Januari 2021.

"Saya merasakan cuma mengantuk dan pegal saja. Tidak ada yang gimana-gimana. Jadi biar orang-orang tidak usah takut. Kita sudah divaksin dan alhamduliaj kita sehat," tutur Raffi.

"Mudah-mudahan semua mau divaksin. Ini kan vaksin salah satu senjata kita untuk bisa kuat dan sehat," tambahnya.  *


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Presiden Joko WidodoJokowi: Vaksinasi Covid-19 pada Bulan Puasa Akan Dilakukan Malam Hari
Sekda Bengkalis. H Bustami HY saat menjalani vaksinasiForkopimda dan Tomas Bengkalis Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap I
Pelaksanaan vaksinasi tahap 2 yang diikuti Sekda Rohul beserta pejabat publik lainnya.
Vaksinasi Tahap Dua, Sekda Nyatakan Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan
IlustrasiRiau Kejar Target Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia
Sekda saat dilakukan screening.Vaksinasi Covid-19 Perdana di Bengkalis, Sekda Batal Divaksin sebab Hiperglikemia
  ilustrasiIni Mekanisme Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia Lewat Website
Ilustrasi vaksinasiVaksinasi Covid-19 bagi Wartawan Ditargetkan Mulai Minggu Ketiga Maret
Kadiskes Riau Mimi Yuliani NazirTarget Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Riau 925.362 Orang
Gubri Syamsuar saat di Pasar Senapelan, Pekanbaru.Gubri Ajak Pedagang Pasar Senapelan Dukung dan Sukseskan Vaksinasi Covid-19
Rozza El Afrina merupakan orang yang pertama divaksin Covid-19 di Kabupaten Siak.Vaksinasi Covid-19 di RSUD Tengku Rafian Siak, Ini Orang Pertama yang Divaksin

BERITA LAINNYA    
Listrik masuk desaListrik Masuk Desa, Tidak Gelap Gulita, Masyarakat Pulau Terluar Bisa Buka Usaha
AAI dan PWI Riau teken MoU.AAI dan PWI Riau Teken MoU Bantuan Hukum
Kajati Riau Jaja Subagja, saat melantik Kajari Rohul Pri Wijeksono.Pri Wijeksono Resmi Jabat Kajari Rohul Gantikan Silpia Rosalina
Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto (atas) saat menerima sertfikat ISO 9001:2015 dan ISO/IEC 20000-1 : 2018 dari Assurance Business Development Director BSI Indonesia, Nolia Natalia (bawah) secara virtual di Jakarta.XL Business Solutions Hadirkan Layanan Berkualitas Terbaik
Kapolres Inhu berjibaku padamkan Karhutla.Kapolres Inhu Berjibaku Padamkan Kerhutla di Kuala Cenaku
  Kalapas Kelas II B Pasir Pangaraian, sampaikan sambutan ke rekan rekan wartawan saat coffee morning.Bersinergi Bangun Rohul, Lapas Kelas II B Gandeng Wartawan Ciptakan Peluang Usaha
Kadiskominfo Rohul Drs Yusmar MSiDukungan Teknologi Informasi Sebagai Wujud Terbentuknya Smart Province
Kabut asap tebal yang menyelimuti membuat Pulau Rangsang yang dilihat dari Pantai Dorak tidak kelihatanKarhutla di Rangsang, Kabut Asap Selimuti Sebagian Wilayah Kepulauan Meranti
Tersangka diamankan polisi.Kantongi Sabu, Seorang Petani Diringkus Polsek Batang Cenaku
IlustrasiJokowi Bolehkan Investasi Miras di Bali-NTT-Sulut-Papua
Komentar Anda :

 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved