www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Sambut Baik Food Estate, Kementan Segera ke Riau
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Mulai Februari, 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Disuntikkan ke Orang RI
Minggu, 24 Januari 2021 - 07:18:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) menyebut ada 4 juta dosis vaksin COVID-19 yang siap disuntikkan pada Februari. Vaksin yang siap disuntikkan ini berasal dari bahan baku yang sudah diterima Bio Farma sejak Desember 2020.

Bio Farma sudah menerima setidaknya 3 juta bahan baku vaksin dari Sinovac. Di mana, pendistribusian dilakukan menjadi dua tahap yaitu sebanyak 1,2 juta dosis dan sebanyak 1,8 juta bahan baku vaksin pada Desember 2020.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan pasokan bahan baku vaksin yang dimilikinya pun bertambah seiring sudah sampainya 15 juta dosis bulk vaksin COVID-19 dari Sinovac belum lama ini.

"Kolaborasi antara Bio Farma dengan Sinovac, melalui dua mekanisme, yaitu impor dalam bentuk barang jadi / finished product single dose yang diperuntukan front liner di Indonesia, dan impor dalam bentuk bulk / konsentrat vaksin. Dari bulk ini, akan diproses lebih lanjut di Bio Farma di fasilitas fill and finish yang ada di Bio Farma," kata Honesti dalam keterangan resminya yang dikutip dari detik Sabtu (23/1/2021).

Sebanyak 15 juta dosis bulk vaksin COVID-19 ini langsung diproses di fasilitas fill and finish untuk menjadi final product. Dari pengadaan vaksin di akhir tahun 2020, sebanyak 1,2 juta doses sudah didistribusikan ke-43 provinsi dan sisanya 1,8 juta dosis didistribusikan pada pekan ini.

Menurut Honesti, Bio Farma akan menerima bahan baku 140 juta dosis, yang akan diterima secara bertahap. Tahap pertama pengiriman bahan baku ini, sudah kami terima sebanyak 15 juta dosis pada 12 Januari 2021 yang lalu.

Honesti memastikan ada 4 juta dosis vaksin yang sudah selesai diproduksi dan siap disuntikkan pada Februari 2021.

"Sampai dengan hari ini (21/1/2021), sudah ada 4 juta dosis yang sudah selesai diproduksi. Status produk- produk tersebut, saat ini sedang dalam tahap proses quality control, yang akan dikirimkan ke Badan POM untuk mendapatkan lot release agar dapat didistribusikan, dan diperkirakan sampai dengan bulan Februari 2021 mendatang, akan siap sebanyak 4 juta dosis vaksin," tuturnya.

Sedangkan untuk bahan baku, Bio Farma akan menerima sebanyak 140 juta dosis, yang akan diterima secara bertahap. Tahap pertama pengiriman bahan baku ini, sudah kami terima sebanyak 15 juta dosis pada 12 Januari 2021 yang lalu.

Untuk pendistribusian vaksin Bio Farma bersama anggota PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk, sudah memiliki 48 cabang atau warehouse yang ada di seluruh Indonesia.

"Hal ini bisa kita optimalkan, dalam sisi teknologi, Bio Farma sudah menyiapkan digital solution yang bersifat end-to-end mulai dari pabrik produksi, proses distribusi dan sampai di tujuan akhir seperti fasilitas kesehatan, dan proses pendistribusian Ini, dapat di monitor real time di Command Center Holding BUMN Farmasi," terang Honesti.

Sebagai informasi Indonesia membutuhkan vaksin COVID-19 untuk 181,5 juta penduduknya, atau setara dengan 426 juta dosis dengan catatan 2 kali suntik. Untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan vaksin COVID-19 dari produsen, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes Nomor HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dari Permenkes tersebut, supply vaksin akan didapat dari hasil produksi PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc. and BioNTech dan Sinovac Life Sciences Co., Ltd dan Novovax. Tentunya keseluruhan vaksin COVID-19 tersebut, harus melaporkan hasil Uji Klinis 1 sampai dengan 3, dan mendapatkan EUA dari Badan POM.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 yang dibutuhkan oleh Indonesia, Bio Farma sudah melaksanakan amandemen supply agreement yang ditandatangani oleh Honesti Basyir pada 30 Desember 2021, dengan perusahaan farmasi asal Kanada, AstraZeneca, dan Novovax, masing-masing sebanyak 50 juta dosis. Untuk AstraZeneca, diperkirakan akan mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) pada dari Badan POM pada April 2021

Sedangkan untuk Novovax akan mulai dipasok pada Q2 2021 melalui anggota Holding BUMN Farmasi, Indofarma, diperkirakan akan mendapatkan EUA dari Badan POM pada Mei 2021. Sehingga total yang sudah diamankan dari kedua perusahaan tersebut untuk Indonesia sebanyak 100 juta dosis. Selain dengan dua perusahaan tersebut, Bio Farma juga akan direncanakan menandatangani supply agreement dengan Pfizer Biontech. (*)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiPasokan 50 Juta Dosis Vaksin Corona Diamankan Indonesia
 

BERITA LAINNYA    
Gubri, Syamsuar diterima Mentan Syahrul Yasin Limpo di Kantor Kementan RI Jakarta, Kamis (4/3/2021).Sambut Baik Food Estate, Kementan Segera ke Riau
Unit Manager Communication, Relations & CSR RU II Pertamina Brasto Galih Nugroho memasangkan masker kepada salah satu pelajar.
Dukung Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Pertamina Dumai Bantu 10.000 Masker
Pameran Motor Yamaha di Mal Ciputra.Ada Promo Maret Maxi Makin Greget di Masata Pekanbaru Fair Mal Ciputra
Personel TNI dan gabungan yang melaksanakan TMMD ke 110, melakukan Pembukaan akses jalan menuju ke puncak Desa Koto Ranah.Jalan Objek Wisata Negeri di Atas Awan Jadi Sasaran TMMD ke-110
Sekda Abdul Haris, ikuti Rakor Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi dengan Kepala Daerah se-Provinsi Riau bersama KPK RI, di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru.
Sekda Hadiri Rakor dengan KPK, Kepala Daerah Diminta Tingkatkan Koordinasi
  Ilustrasi Covid-19Sebaran 7.264 Covid-19, Riau 87 Kasus Baru, 70 Sembuh, 4 Meninggal
Penyerahan bantuan oleh Bupati Siak dan istriBupati Siak dan Istri Serahkan Bantuan bagi Warga Kurang Mampu di Tualang
Satgas Covid-19 Kota Dumai mulai vaksinasi Covid-19 tahap 2 menyasar pelayanan publik.
Satgas Covid-19 Kota Dumai Mulai Vaksinasi Tahap II, Sasar 1.000 Orang
Kepala Dinas Sosial P3A Rohul, Hj Sri MulyatiPencabulan dan Kekerasan Anak Marak, KadisosP3A Rohul Sarankan Sekolah Tatap Muka Diaktifkan
Kunjungan audiensi Fakultas Pertanian UPP dengan Dinas TPH Rohul, membahas tentang isu utama budidaya tanaman pangan di Rohul.Fakultas Pertanian UPP Kolaborasi Program dengan Dinas TPH Rohul
Komentar Anda :

 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved