www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Resmi Jadi Mualaf, DJ Butterfly Baca Dua Kalimat Syahadat
 
Penyebab Kasus Positif Corona di Indonesia Terus Meningkat
Minggu, 27 September 2020 - 12:57:16 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Kasus konfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Bahkan, dalam beberapa waktu belakangan ini, lonjakan kasus corona di Indonesia memecahkan rekor hingga hampir lima ribu dalam satu hari. Lantas, apa penyebab kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan?

Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menjelaskan, penyebab tren peningkatan kasus corona di Indonesia akhir-akhir ini, harus dilihat mundur dua minggu ke belakang. Sebab, penularan virus corona pada seseorang kemungkinan besar terjadi dalam rentang dua minggu kebelakang.

"Sebetulnya harus dipahami adalah bahwa penularan ini kan terjadi mundur dua minggu ke belakang, setidaknya itu yang menjadi trigger atau penyebab dari adanya kasus infeksi.Nah kasus infeksi ini, artinya yang harus dilacak klasternya," kata Dicky saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2020).

"Jadi, tidak boleh ada kasus yang kita tidak tahu klasternya. Selama kita tidak tahu klasternya, artinya kita akan gagal meredam tren peningkatan dari kasus Covid," imbuhnya.

 

Disinyalir, kebanyakan orang Indonesia yang terinfeksi virus corona tidak diketahui asal-muasal sumber penularannya. Oleh karenanya, Dicky meminta agar setiap orang yang terinfeksi virus corona, diusut sumber penularannya.

"Dan selama kita tidak tahu klasternya, maka artinya kita 'membiarkan' terjadinya penyebaran Covid-19 yang tidak terkendali di masyarakat. Jadi tidak heran bila trennya meningkat," tuturnya.

Hal lain yang juga perlu dipastikan dalam mencari penyebab lonjakan kasus corona, kata Dicky, adalah meningkatkan cakupan testing. Namun, ditekankan Dicky, cakupan testing tidak cukup hanya di DKI Jakarta saja.

"Cakupan testing ini juga tidak cukup hanya di satu, atau dua daerah. Harus menyeluruh," imbuhnya.

Menurutnya, selama masih ada daerah yang cakupan testingnya tidak memadai, maka Indonesia masih berpotensi mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang lebih tinggi. Sebab, daerah tersebut berpotensi menjadi klaster Covid-19 yang tidak terdeteksi.

"Selama cakupan testing tidak dilakukan di semua daerah, maka artinya, daerah-daerah yang tidak melakukan cakupan testing yang memadai, daerah itu berkontribusi tidak hanya pada peningkatan kasus di wilayahnya, tapi pada peningkatan kasus di daerah lain. Karena, ada klaster di daerah yang tidak terdeteksi," kata dia, seperti dilansir dari okezone. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
RSUP M Djamil Sebulan Kampanye Pilkada, Kasus Corona Naik Tinggi di Sumbar
IlustrasiAda Penambahan 290 Kasus Baru Corona di Riau Hari Ini
IlustrasiBertambah 4.070 Positif, Total Terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia 385.980 Kasus
  Presiden Jokowi.Masyarakat Ingin Tahu, Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Bertahap
IlustrasiPasien Baru Corona Indonesia Tambah 3.732, Total Positif 389.712
IlustrasiHingga Hari Ini, Total Positif Corona RI 381.910 Orang, 305.100 Sembuh & 13.077 Meninggal

 
Berita Lainnya :
  • Resmi Jadi Mualaf, DJ Butterfly Baca Dua Kalimat Syahadat
  • Pengurus Masjid di Riau Diimbau Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
  • Konsulat Prancis di Jeddah Diserang Warga Saudi
  • Kejati Riau Belum Periksa Gubri Terkait Kasus Dugaan Bansos Siak
  • Tanpa Hapus Aplikasi, Begini Cara Sembunyikan Status Online WhatsApp
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved