www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Sapi Kurban PTPN V Tak Sampai ke DPRD Riau, Ini Penjelasannya
 
Suhu Malam Lebih Dingin Saat Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:06:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Bumi tidak menerima radiasi Matahari sebagai sumber panas pada malam hari di musim kemarau. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal mengatakan hal itu yang membuat suhu udara di Indonesia menjadi lebih dingin pada malam hari.

"Pada kondisi seperti ini kondisi udara pada malam hari lebih dingin dibanding kondisi udara malam hari di musim hujan," ujar Herizal kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Herizal menjelaskan radiasi Bumi bisa terlepas maksimal ke angkasa ketika udara cerah tidak berawan. Sehingga, kondisi itu membuat udara pada malam hari lebih dingin dibanding kondisi udara malam hari di musim hujan.

Berdasarkan pengamatan, daerah dataran tinggi seperti Bandung, Malang, dan Dieng menjadi daerah yang lebih merasakan suhu dingin di malam hari. BMKG mencatat suhu udara di Kota Bandung bisa mencapai 16 derajat Celsius sementara di Lembang mencapai 13,6 derajat Celsius.

Sedangkan di Dieng bahkan dilaporkan bisa menyentuh angka minus 4 derajat Celcius.

Sebaliknya, Herizal mengatakan radiasi Matahari bisa diterima Bumi secara maksimum pada siang hari karena tidak ada awan sebagai penghalang. Hal ini membuat suhu pada siang hari menjadi lebih panas.

Herizal berkata minimnya awan itu disebabkan dominasi angin monsun Australia yang mengalirkan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Asia melewati Samudera Indonesia dan wilayah Kepulauan Indonesia.

Penguatan monsun Australia biasanya berkaitan dengan perkembangan sistem tekanan tinggi di atmosfer, di atas Benua Australia yang mendorong massa udara memiliki aliran yang lebih kuat dari biasanya.

Berdasarkan pengamatan Herizal juga mengatakan wilayah di selatan ekuator, seperti Nusa Tenggara, Bali, Jawa dan Lampung sedang mengalami musim kemarau. Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus 2020.

"Menjelang dan pada puncak musim kemarau, angin monsun Australia dominan mewarnai cuaca Indonesia di wilayah selatan ekuator yang ditandai langit cerah sepanjang hari dan kelembaban rendah," kata Herizal. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiPadang Panjang Diguncang Gempa Bumi 4,5 Magnitudo
IlustrasiKepulauan Mentawai Sumbar Diguncang Gempa 5,3 M, Tak Berpotensi Tsunami
IlustrasiWaspada Kekeringan! BMKG Prediksi Musim Kemarau Terjadi April-Oktober 2020
  Ilustrasi21 Juni, Warga Bengkulu Dapat Saksikan Gerhana Matahari Cincin
Foto : TribunpekanbaruSore Ini Dua Wilayah Indonesia Diguncang Gempa, Terasa di Pekanbaru
Ilustrasi.Sukambumi Diguncang Gempa Magnitudo 5,0, Tak Berpotensi Tsunami

 
Berita Lainnya :
  • Sapi Kurban PTPN V Tak Sampai ke DPRD Riau, Ini Penjelasannya
  • Besok, Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang IV Dibuka
  • Petronas Melesat, Quartararo Tercepat di FP2 MotoGP Ceko
  • Tapal Batas 93 Desa di Kepulauan Meranti Bermasalah, Berpotensi Timbulkan Konflik
  • Butuh Bantuan, Kapolres Kepulauan Meranti Jenguk Balita yang Mengidap Jantung Bocor
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved