www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Terima SK Partai Golkar, Pasangan Andi Putra-Suhardiman Penuhi Syarat Maju di Pilkada Kuansing
 
Din Syamsudin: Komunis Masih Diberi Ruang Gerak di Indonesia, Pemerintah Tak Lakukan Apa-apa
Selasa, 02 Juni 2020 - 07:14:23 WIB
Din Syamsudin
Din Syamsudin

 JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyatakan hingga saat ini komunisme masih diberi ruang untuk bergerak di Indonesia. Padahal dalam TAP MPRS telah mengatur larangan ajaran komunisme/marxisme-leninisme.

"Kehidupan nasional kita mengalami deviasi, distorsi, dan disorientasi nilai-nilai dasar. Ketika umpama soal komunisme yang jelas-jelas pada TAP MPR terlarang, tapi diberi ruang gerak," ujar Din dalam seminar nasional bertema 'Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19', Senin (1/6/2020) dikutip dari cnnindonesia.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini tak menjelaskan lebih lanjut soal ruang gerak yang dimaksud. Namun ia menyayangkan sikap pemerintah yang seolah abai terhadap kebangkitan komunisme. Din menilai, kondisi itu sangat membahayakan bagi bangsa Indonesia.

"(Pemerintah) tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap persebaran kebangkitan kembali, ini sungguh membahayakan," katanya.

Menurut Din, kondisi itu bakal mengganggu Indonesia sebagai negara yang berasaskan Pancasila. "Ini akan mengganggu dan menggoyahkan negara Pancasila itu sendiri," tuturnya.

Sebelumnya, isu menghidupkan kembali komunisme muncul seiring pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). RUU tersebut tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1996 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.

Namun Menko Polhukam Mahfud MD memastikan tak ada pihak yang akan mencabut TAP MPRS tersebut.

Ketiadaan ketentuan TAP MPRS dalam RUU HIP itu sempat dikritik Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. Ia mengingatkan agar pemerintah tak mengabaikan bahaya laten komunisme. Menurutnya, TAP MPRS itu masih berlaku karena bahaya komunisme mengancam sampai saat ini.

Namun Wakil Ketua MPR fraksi PDIP Ahmad Basarah menilai komunisme sudah tak mungkin bangkit kembali di masa kini. Ia meminta agar tak ada yang membesar-besarkan isu kebangkitan komunisme. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Achmad YuriantoData Terkini Corona di Indonesia: 74.018 Positif, 34.719 Sembuh & 3.535 Meninggal
Ilustrasi7 Provinsi di RI Termasuk Riau Nihil Kasus Baru Corona Hari Ini
IlustrasiPositif Corona di RI Hari Ini Bertambah 1.268, Total 66.226 Kasus
  IlustrasiPasien Corona di Indonesia Hari Ini Tambah 1.611, Total 72.347 Kasus
IlustrasiPecah Rekor, Pasien Corona di Indonesa Hari Ini Tambah 1.863, Total Jadi 68.079 Kasus
Jusuf Kalla.Pemimpin harus Mandiri, Indonesia Jangan Harapkan Bantuan Negara Lain di Masa Pandemi Covid-19

 
Berita Lainnya :
  • Terima SK Partai Golkar, Pasangan Andi Putra-Suhardiman Penuhi Syarat Maju di Pilkada Kuansing
  • Virus Corona Bisa Menular Lewat Udara, Ini yang Harus Dilakukan untuk Mengurangi Penularannya
  • Lagi, Bupati Alfedri Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
  • Seorang Warga Inhil Positif Corona, Total Pasien Covid-19 di Riau 240 Kasus
  • Pantai Rupat Menawan, Sayang Jalannya Jelek
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved