www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Liga-liga Eropa Kembali Dimulai, Berikut Jadwal Lengkapnya
 
Dinilai Tak Akurat, Pemerintah Bakal Beralih dari Rapid Test Corona ke PCR
Selasa, 07 April 2020 - 06:30:51 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo mengatakan tes kesehatan terkait virus corona dengan metode pengambilan sampel darah kilat alias rapid test tidak efektif dan akurat. Rapid test ini ditempuh pemerintah karena dinilai lebih murah.

Doni yang juga Kepala BNPB ini mengatakan, kini pemerintah mulai memilih opsi pengambilan sampel lendir hidung atau tenggorokan (Polymerase Chain Reaction/PCR).

"Ternyata juga rapid test ini tidak semuanya efektif. Oleh karenanya ke depan kita lebih banyak mendatangkan PCR test," kata Doni dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kepala BNPB melalui siaran langsung di akun Youtube DPR RI, Senin (6/4/2020).

Doni mengatakan sering kali rapid test menunjukkan hasil pemeriksaan pasien positif corona. Kemudian saat dilakukan tes kedua lewat PCR, hasilnya berubah menjadi negatif. Sering juga hasil sebaliknya terjadi.

Meski begitu, Doni menyebut pemerintah tidak akan meninggalkan rapid test sepenuhnya. Mereka akan mencari produk rapid test yang paling akurat sebagai pendamping PCR.

"Kami coba kumpulkan semua jenis rapid test nanti mana yang paling akurat, itu yang akan kita perbanyak," tuturnya.

Hingga saat ini, Gugus Tugas mencatat telah mendistribusikan sekitar 500 ribu alat rapid test ke seluruh wilayah di Indonesia. Jumlah itu belum termasuk distribusi ke DKI Jakarta yang sudah berkisar di angka puluhan ribu.

Rapid test di Indonesia dimulai usai keputusan Presiden Joko Widodo memilih pemeriksaan massal dibanding karantina wilayah. Kebijakan itu diumumkan pada Kamis (19/3).

Meski begitu, metode rapid test sempat diragukan sebagian kalangan karena tingkat akurasi rendah. Jurnal berjudul 'Antibody responses to SARS-CoV-2 in patients of novel coronavirus disease 2019' melansir sensitivitas rapid test serologi sekitar 36 persen dari 100 kasus Covid-19.

"Jadi dari 100 kasus yang terkonfirmasi Covid-19 dia bisa mendeteksi sekitar 30. Jadi itu harus hati-hati," kata Konsultan genom di Laboratorium Kalbe, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/3). (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiJadwal Bioskop Dibuka Tunggu Aturan Pemerintah
Ilustrasi. Foto: DetikCatat! Pemerintah Perpanjang Larangan Mudik dan Arus Balik hingga 7 Juni
Kemenkes berikan panduan pelaksanaan kerja ketika PSBB masih berlaku.Tetap Bekerja Saat PSBB, Berikut Panduan yang Diberikan Kemenkes
  IlustrasiPasar Raya Padang Jadi Klaster Terbesar Penularan Corona di Sumbar
IlustrasiHadapi New Normal, Pemerintah Wajibkan Pedagang Batasi Akses Keluar Masuk Pengunjung
IlustrasiTak Ikut Cuti Bersama, Pemerintah Tetapkan ASN dan Pegawai BUMN Masuk 22 Mei

 
Berita Lainnya :
  • Liga-liga Eropa Kembali Dimulai, Berikut Jadwal Lengkapnya
  • Din Syamsudin: Komunis Masih Diberi Ruang Gerak di Indonesia, Pemerintah Tak Lakukan Apa-apa
  • Jalankan Protokol Covid-19, Kampanye Akbar Pilkada 2020 Ditiadakan
  • UNDP, WHO dan IOM Sediakan Ventilator untuk Dukung Respon COVID-19 Indonesia
  • Resmi Jadi Konstituen Dewan Pers, AMSI Riau Siap Susun Sejumlah Program
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved