www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Iuran BPJS Naik Bikin Bahaya, Banyak yang Turun Kelas
 
Tak Semua Bisa Jalani Screening Massal Corona, Ini Kelompok yang Harus Ditest
Senin, 23 Maret 2020 - 06:15:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah memastikan sudah ada 150 ribu kit atau alat untuk rapid test virus corona COVID-19. Namun ditegaskan, tidak semua orang akan menjalani screening massal.

Hal ini ditegaskan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto, dalam konferensi pers Minggu (22/3/2020).

"Melakukan screening test pemeriksaan secara massal pada kelompok-kelompok berisiko, sebagai contoh manakala ada kasus positif yang dirawat di rumah sakit, kami akan melakukan penelusuran terhadap keluarganya dan seluruh keluarganya akan dilakukan screening test," kata Yuri dikutip dari detik.com.

Selain keluarga, kontak dekat pasien positif termasuk rekan kerja juga dikategorikan sebagai kelompok berisiko yang juga membutuhkan tes screening.

Rapid test atau tes cepat dilakukan dengan alat tes berbasis antibodi. Alat ini memiliki kelemahan karena tidak benar-benar mendeteksi keberadaan virus, melainkan mendeteksi respons serologi. Ketika seseorang terinfeksi, tubuh akan membentuk antibodi yang bisa dideteksi dengan alat ini.

Karenanya, ditegaskan bahwa hasil tes negatif tidak serta merta berarti seseorang bebas dari virus corona. Bisa jadi kondisi tersebut merupakan 'false negative', yakni tampak negatif karena tubuh belum membentuk antibodi.

"Apabila ditemukan kasus negatif, maka kami akan meminta untuk tetap melakukan social distancing," tegas Yuri.

Apabila dalam rapid test seseorang mendapatkan mendapatkan hasil negatif, maka selain harus melakukan social distancing juga harus menjalani rapid test kedua setelah 7 hari. Pada saat tes ulang tersebut, jika memang positif, maka respons antibodi sudah muncul.

"Apabila 2 kali dilakukan pemeriksaan dan ternyata tetap negatif, kisa bisa meyakini bahwa saat ini sedang tidak terinfeksi. Tetapi bisa besoknya terinfeksi manakala upaya untuk kontak dekat tidak dijalankan, upaya untuk melakukan isolasi diri dari orang lain yang positif tidak dijalankan dengan baik," jelas Yuri.

Selanjutnya, pemerintah menargetkan ada 1 juta kit untuk penapisan massal virus corona pada kelompok berisiko. (*)

 

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi. Foto: DetikLarangan Mudik, Jelang Lebaran Pengawasan Diperketat
Ilustrasi347 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia, Berikut Sebarannya
Ilustrasi396 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia, Berikut Sebarannya, Riau Tambah 2
  IlustrasiBerkat Oseltamivir, Bayi 4 Bulan di Sumsel Sembuh dari Corona
Walikota Tanjungpinang H SyahrulBerita Duka, Walikota Tanjungpinang Meninggal Dunia Terinfeksi Virus Corona
Delapan WNI ABK kapal pesiar MV Arthania dinyatakan positif covid-19. Foto: CNNIndonesia8 WNI ABK Kapal Pesiar MV Arthania Positif Terpapar Virus Corona

 
Berita Lainnya :
  • Iuran BPJS Naik Bikin Bahaya, Banyak yang Turun Kelas
  • Apapun Kebijakan Pemerintah, Tiga Poin Ini sangat Penting Hadapi Pandemi Covid-19
  • Perseteruan Memuncak, AS Putus Hubungan dengan WHO
  • Kisah Hidup Hasanudin, Penjual Es Cincau yang Dulunya Seorang Manajer Bergaji Rp100 Juta per Bulan
  • Laboratorium di Riau Diimbau Buka Layanan Pemeriksaan Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved