www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Iuran BPJS Naik Bikin Bahaya, Banyak yang Turun Kelas
 
DPR Heran Pemerintah Masih Buka Pintu Bagi WNA dari Negara Terpapar Covid-19
Rabu, 18 Maret 2020 - 14:20:04 WIB
 Cuplikan video kedatangan TKA di Bandara Kendari. FOTO: Merdeka.com
Cuplikan video kedatangan TKA di Bandara Kendari. FOTO: Merdeka.com

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS Sukamta menilai, kondisi psikologis masyarakat terganggu dengan kedatangan 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Sukamta heran pemerintah masih membuka pintu masuk bagi warga negara asing.

"Ketika perhatian masyarakat tertuju pada penanganan kasus Corona, pemerintah ternyata masih membuka pintu masuk Warga Negara Asing dari negara yang terkena wabah Covid-19 secara rombongan. Ini akan memperparah psikologis masyarakat dan menambah pekerjaan penanganan kasus-kasus yang ada jika WNA yang masuk ternyata terinfeksi Covid-19," ujar Sukamta dalam keterangannya, Rabu (18/3/2020).

Sukamta menilai, pemerintah belum memiliki rencana yang jelas menangani Covid-19. Dia mengatakan, pemerintah yang awalnya meremehkan, malah gagap menghadapi corona.

"Sampai hari ini pemerintah belum memiliki skema jelas dalam penanganan wabah Corona. Kami mendapatkan informasi dari masyarakat di berbagai daerah banyak yang mengeluh, bingung dan semakin khawatir akibat tidak mendapatkan pelayanan secara aman dan meyakinkan ketika merasa ada indikasi terpapar virus Covid-19," kata Sukamta dikutip dari merdeka.com.

Sukamta mengkritik pernyataan pemerintah melalui juru bicara Covid-19 seolah mengorbankan awak medis.

"Jubir pemerintah mengatakan bahwa merupakan sebuah resiko yang harus ditanggung oleh tenaga medis ketika menangani pasien Covid-19. Pernyataan ini mungkin benar namun menjadi konyol dan seakan tidak peduli dengan jihad tenaga medis karena di lapangan alat perlindungan diri (APD) tidak tersedia secara memadai," jelasnya.

Perlengkapan bagi tenaga medis yang tidak memadai dari segi jenis maupun jumlahnya akan membahayakan tenaga medis. Bisa jadi mengubah status dari penolong menjadi korban. Tentu kejadian ini tidak boleh terjadi.

"Di antara kacaunya kondisi, hal terpenting seharusnya pemerintah segera perbaiki ialah manajemen penanganan wabah Corona sebelum kondisi di luar kendali terjadi. Apabila pemerintah kembali terlambat menyiapkan dan mengambil langkah-langkah strategis maka sulit untuk mengendalikan situasi yang sudah chaos," kata anggota DPR RI Dapil DI Yogyakarta ini. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiHari Ini Kasus Corona di RI Bertambah Jadi 25.216, Sembuh 6.492, Meninggal 1.520
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona, dr Achmad YuriantoHari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona
IlustrasiHari Ini Riau Tak Ada Tambahan Pasien Corona, Berikut 7 Provinsi di Indonesia Nihil Kasus Baru
  PSBB.Sumbar Putuskan Perpanjang PSBB hingga 7 Juni
IlustrasiKasus Corona di RI Hari Ini Bertambah 687, Total 24.523, Meninggal 1.496 Orang
Ilustrasi Covid-19 di SumbarGAWAT! Seluruh Kabupaten Kota di Sumbar Ada Kasus Positif Corona

 
Berita Lainnya :
  • Iuran BPJS Naik Bikin Bahaya, Banyak yang Turun Kelas
  • Apapun Kebijakan Pemerintah, Tiga Poin Ini sangat Penting Hadapi Pandemi Covid-19
  • Perseteruan Memuncak, AS Putus Hubungan dengan WHO
  • Kisah Hidup Hasanudin, Penjual Es Cincau yang Dulunya Seorang Manajer Bergaji Rp100 Juta per Bulan
  • Laboratorium di Riau Diimbau Buka Layanan Pemeriksaan Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved