www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Seluruh Kegiatan Olahraga Dilarang di Halaman Masjid An-Nur Pekanbaru
 
Alami Banjir Paling Parah, Jakarta Terancam bakal Tenggelam
Minggu, 05 Januari 2020 - 20:51:23 WIB
Banjir Jakarta.
Banjir Jakarta.

JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya di malam pergantian tahun 2020 menyebabkan 130 titik se-Jabodetabek terendam banjir.

Banjir kali ini disebut-sebut sebagai salah satu musibah banjir terbesar yang dialami di wilayah Jabodetebek sekaligus memperkuat anggapan yang mengatakan Jakarta di masa depan bakal tenggelam.

Laporan berjudul New Elevation Data Triple Estimates of Global Vulnerability to Sea-Level Rise and Coastal Flooding yang terbit di jurnal Nature Communications pada 29 Oktober 2019 memprediksi Jakarta dan 7 negara di Asia lainnya akan tenggelam pada 2050. 

Hal itu memungkinkan karena topografi garis pantai dan permukaan air laut di seluruh dunia akan naik drastis hingga mencapai 2 meter (m) lebih dalam dekade mendatang.

Pendiri sekaligus Ketua Indonesia Water Institute (IWI) Firdaus Ali pun tak memungkiri anggapan serta laporan tersebut.

"Memang ada ancaman permukaan tanah kita (Jakarta dan sekitarnya) akan lebih rendah dari permukaan laut, nanti kita akan diancam oleh rob yang permanen (tenggelam)," ujar Firdaus Ali kepada detikcom, Minggu (5/1/2020).

Alasan utama yang membuat wacana tersebut terjadi sebab resapan air hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya kian lama kian berkurang.

"Luasnya DKI Jakarta itu ada 662 kilometer persegi (km²), luas daerah aliran sungai dari 13 sungai itu mendekati 2000 km², jadi 3 kali lipat daripada luasnya Jakarta. Jika di hulu das (daerah aliran sungai) tadi terjadi perubahan fungsi lahan, yakni dulu hutan lalu kemudian berubah menjadi kawasan industri, menjadi pemukiman, lalu menjadi daerah komersial artinya daerah resapan air hujan akan hilang atau berkurang," tuturnya.

Berkurang atau hilangnya daerah resapan air di suatu kawasan pada akhirnya memaksa air yang turun ke bumi untuk mencari daerah yang lebih rendah yang bisa dialiri air tersebut hingga mencapai hilirnya. 

"Yang terjadi di Jakarta, 13 daerah aliran sungai (das)nya dikonversi guna lahan dengan sangat masif sekali dalam 50 tahun terakhir. Sehingga akan semakin banyak air limpasan dari 13 das itu masuk ke kawasan Ibu Kota. Ini kita bicara dalam keadaan hujan normal saja, belum hujan dalam keadaan ekstrim, otomatis apa yang terjadi, saluran atau kali yang ada tidak akan mampu menampung limpasan ini, karena jumlahnya masif kan," terangnya.

Ditambah lagi, saluran yang ada (13 das) semakin lama semakin menyempit akibat tumpukan sampah atau masifnya pertumbuhan bangunan di dekat sungai. 

Selain itu, pertumbuhan populasi pun cukup berperan. Korelasinya yaitu dengan kebutuhan air yang semakin meningkat sehingga membuat entitas komersial seperti gedung perkantoran, apartemen, hotel, hingha mal mengambil air tanah dalam jumlah berlebihan namun tidak diisi kembali sebagaimana seharusnya.

"Ini yang memicu terjadi nya penurunan muka tanah di DKI Jakarta dengan kecepatan yang tinggi sekali. Rata-rata laju turun muka tanah kita sekarang ya 10 cm - 11 cm pertahun," imbuhnya.

Turunnya muka tanah ini membuat cekungan baru lalu menimbulkan daerah genangan baru di Jakarta dan sekitarnya.

"Jadi kalau hujan, normal saja dia akan menggenang, apalagi deras," ujarnya, dikutip detik.

Dalam waktu yang bersamaan, menurut Firdaus, permukaan air laut pun senantiasa mengalami kenaikan.

"Di laut itu terjadi kenaikan permukaan air laut dampak dari pemanasan global. Artinya ada ancaman permukaan tanah kita akan lebih rendah dari permukaan laut, itu yang bisa membuat Jakarta tenggelam," tutupnya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Bila Warga Patuh PSBB, Kasus Positif Bakal Menurun di Juni 2020
IlustrasiPeduli Covid-19, Jakarta Futures Exchange Kembali Serahkan Donasi APD
Suasana Kota Jakara.Disnaker Tutup 23 Perusahaan karena Tidak Patuhi PSBB Jakarta
  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Anies akan Persulit Warga Keluar Masuk Jakarta Usai Lebaran
Ilustrasi.660 Perusahaan Langgar PSBB Jakarta, 101 Ditutup
Ilustrasi.Ini Sebaran 4.241 Kasus Corona di Seluruh Indonesia, Jakarta Terbanyak

 
Berita Lainnya :
  • Seluruh Kegiatan Olahraga Dilarang di Halaman Masjid An-Nur Pekanbaru
  • Hukum Berkurban dengan Hewan yang Sedang Hamil
  • Hindari Penularan Covid-19, Seluruh Penyelenggara Pilkada di Dumai Ikuti Tes Swab
  • Begini Komentar Netizen Sandingkan Menu Bekal Makanan Saran Pemerintah Vs Realita
  • Stok Hewan Kurban di Riau Aman, Tata Cara Pemotongan dan Distribusi harus Penuhi Protokol Kesehatan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved