www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
BLT Tahap 3 untuk Masyarakat Desa Terdampak Covid-19 di Riau Baru Disalurkan 33,88 Persen
 
Peneliti Larang Lihat Gerhana Matahari Cincin Secara Langsung, Ini Bahayanya
Rabu, 25 Desember 2019 - 13:56:19 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Peneliti Planetarium dan Observatorium Jakarta, Widya Sawitar mengingatkan bahaya yang mungkin timbul jika warga melihat langsung fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) maupun Sebagian dengan cara tak aman.

Menurut Widya, warga sebaiknya tak menatap gerhana terlalu lama. Selain itu, masyarakat juga harus menggunakan filter optik yang dirancang khusus untuk mengamati GMC.

"Jangan sekali-kali melihat fenomena Gerhana Matahari terlalu lama secara langsung, berbahaya bagi mata. Apalagi dengan peranti optis seperti binokuler atau teleskop tanpa filter khusus," tulis Widya pada artikel "Menyambut Gerhana Matahari 26 Desember 2019" di laman resmi Planetarium Jakarta.

"Sebab, dapat membuat kesehatan mata secara serius bahkan pada taraf tertentu dapat menyebabkan kebutaan."

Dr. B. Ralph Chou, Presiden dari Royal Astronomical Society di Kanada dan mantan optometri pun menyatakan hal serupa. Optometri adalah profesi yang menangani kesehatan mata.

Risiko kesehatan mata memang bisa terjadi tergantung dari berapa sering dan berapa lama mereka menatap gerhana. Menatap langsung gerhana tanpa filter bisa membakar retina dan merusak bagian penglihatan ini. Fenomena ini dikenal sebagai kebutaan gerhana. Hal ini bisa membuat gangguan penglihatan sementara atau permanen.

Menurutnya tidak ada tanda-tanda langsung atau rasa sakit ketika retina mata rusak. Karena retina mata tak punya syaraf rasa sakit. Menurut Chou, efek kerusakan retina setelah melihat gerhana baru terasa setelah 12 jam. Terutama ketika seseorang baru bangun dari tidur dan merasa penglihatannya terganggu.

"Mereka tak bisa melihat wajah mereka di cermin, mereka tidak bisa membaca dengan jelas, mereka kesulitan melihat penanda alan, dan pandangan mereka kerap kabur," jelasnya, seperti dikutip CNNIndonesia.

Gangguan pandangan ini bisa berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Pada kasus yang terburuk, korban bisa mengalami kebutaan.

Bagi masyarakat yang ingin melihat fenomena Gerhana Matahari Sebagian di Planetarium Jakarta, Widya dan tim telah menyiapkan 57.000 kacamata khusus yang disematkan sebuah filter agar tidak terkena paparan cahaya matahari secara langsung.

Planetarium Jakarta pun menyediakan 10 buah teleskop yang juga dilengkapi filter cahaya Matahari.

Gerhana Matahari Cincin merupakan gerhana yang terjadi ketika bayangan bulan hanya menutupi bagian tengah Matahari. Sehingga menyisakan bentuk cincin api di sekeliling bayangan bulan, sementara pada Gerhana Matahari Total, Matahari tertutup total oleh bayangan Bulan.

Sedangkan Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bulan berada tidak tepat di tengah-tengah garis antara Matahari dan Bumi, sehingga hanya menutupi sebagian Matahari.

Fenomena GMC dapat diamati di Sumatera Utara (Simbolga dan Padang Sidempuan), Riau (Siak, Duri, Pulau Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, dan Pulau Rangsang), Kepulauan Riau (Batam dan Tanjung Pinang).

(Kalimantan Barat (Singkawang), Kalimantan Utara (Tanjung Selor) dan Kalimantan Timur (Makulit dan Berau).

Sementara Gerhana Matahari Sebagian dapat dinikmati masyarakat yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang & Bekasi (Jabodetabek). (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi21 Juni, Warga Bengkulu Dapat Saksikan Gerhana Matahari Cincin
Foto: CNNIndonesiaLIPI Duga Dentuman Keras dari Petir, Bukan Anak Gunung Krakatau
IlustrasiBahayakan Kesehatan, Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Vape
  IlustrasiJuni 2020, Aceh Akan Dilintasi Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan
Jakarta.Riset Gabungan: Sudah Ada 32 Ribu Kasus Positif Corona di Jakarta
IlustrasiPeneliti Larang Lihat Gerhana Matahari Cincin Secara Langsung, Ini Bahayanya

 
Berita Lainnya :
  • BLT Tahap 3 untuk Masyarakat Desa Terdampak Covid-19 di Riau Baru Disalurkan 33,88 Persen
  • Bupati Pimpin Rapat Desk Pilkada Rohul Bersama Forkompinda
  • 8 Tahun Usia RS Awal Bros Rohul, Kian Matang Layani Masyarakat
  • Kumpulkan OPD, Inspektorat Riau Tindaklanjuti Temuan BPK
  • Wawako Dumai Buka Sosialisasi Inpres Nomor 2/2020, Ajak Semua Pihak Berantas Narkoba
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved