www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Tak Izinkan Ibadah dalam Rumah, Upacara Keagamaan Odalan Dibubarkan Warga
 
Buruh Minta Iuran BPJS Kesehatan Hanya Naik 25 Persen
Jumat, 11/10/2019 - 13:47:23 WIB

JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengusulkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan maksimal hanya 25 persen untuk peserta mandiri di setiap kelas. Angka itu sudah memperhitungkan kemampuan bulanan buruh di seluruh wilayah di Indonesia.

Ketua Harian KSPSI Syukur Sarto mengatakan daya beli buruh masih akan terjaga jika kenaikan iuran per bulan hanya 25 persen dari posisi saat ini. Namun, jika lebih dari itu, buruh akan kesulitan karena Upah Minimum Provinsi (UMP) di beberapa provinsi terbilang masih rendah.

Dengan demikian, KSPSI dengan tegas menolak jika iuran BPJS Kesehatan meningkat sesuai dengan rencana awal pemerintah yang sekitar 60 persen hingga 100 persen.

"Di Jawa Tengah saja misalnya, itu kan Rp1,6 juta UMP-nya. Kalau benar-benar naik dua kali lipat ya berat sekali. Bisa-bisa 50 persen upah hanya untuk bayar BPJS Kesehatan," ungkap Syukur kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/10/2019).

Jika demikian, daya beli masyarakat di daerah tentu akan berdampak. Uang yang bisa disisihkan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari semakin berkurang.

"Makanya kalau pun memang mau naik 25 persen saja, ini kan daya beli terpengaruh nanti. Kalau Jakarta dan Bekasi mungkin tidak terlalu terasa, tapi daerah lain seperti Jawa Tengah ini akan terasa sekali," paparnya.

Ia menyatakan sudah mengungkapkan hal ini kepada Kementerian Ketenagakerjaan pekan lalu. Syukur menyatakan sebenarnya dia menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Namun, kalaupun naik, ia tak masalah jika maksimal tidak lebih dari 25 persen.

"Karena kan masalahnya defisit BPJS Kesehatan, dikejar saja orang yang selama ini menunggak juga bisa tertutupi sebenarnya. Tapi ya sudah kalau mau naik 25 persen saja," jelas Syukur.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan tarif BPJS Kesehatan kelas mandiri I naik 100 persen mulai 1 Januari 2020 mendatang. Dengan kenaikan ini berarti, peserta yang tadinya membayar iuran Rp80 ribu akan naik menjadi Rp160 ribu per orang per bulan.

Untuk peserta kelas mandiri II, mereka usul agar iuran dinaikkan dari Rp51 ribu per bulan menjadi Rp110 ribu. Sementara, peserta kelas mandiri III dinaikkan Rp16.500 dari Rp25.500 per bulan menjadi Rp42 ribu per peserta.

Ia menyatakan kenaikan iuran ini akan membuat kinerja keuangan BPJS Kesehatan semakin sehat. Hitungannya, kalau kenaikan iuran dilakukan sesuai usulan Kementerian Keuangan dan mulai diberlakukan 1 Januari 2019, kondisi keuangan BPJS Kesehatan yang selama ini defisit bisa berbalik menjadi surplus Rp17,2 triliun.

"surplus itu bisa menutup defisit pada 2019. Pada tahun ini prediksi defisitnya Rp14 triliun. Sudah ditutup pun masih surplus," ucap Sri Mulyani. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tak Izinkan Ibadah dalam Rumah, Upacara Keagamaan Odalan Dibubarkan Warga
  • Terbitkan Surat Edaran Terkait Bullying, Disdik Prkanbaru: Aktifkan Lagi Peran Guru Kelas dan BK
  • Peringati HKN ke-55, Puskesmas Rimba Melintang Gelar Senam Bersama
  • Kadisparporabud dan Ketua PBSI Lepas Atlet Bulutangkis Inhil
  • Kak Seto Minta Mendiknas Training Ulang Guru di Riau agar Paham UU Perlindungan Anak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Studi Jurnalistik to Vietnam PWI Riau
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved