www.halloriau.com  
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Begini Tanggapan Sekda Terkait Predikat Rohul sebagai Daerah Termiskin di Riau
 
Penyerangan Wiranto Disebut Rekayasa, Ini Pandangan Pengamat
Jumat, 11/10/2019 - 08:21:16 WIB

JAKARTA - Pengamat intelijen Ngasiman Djoyonegoro menunjukkan bahwa masyarakat belum benar-benar menyadari keberadaan kelompok radikal teroris di negara ini. Hal itu menanggapi adanya isu bahwa kejadian penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto disebut hanya rakayasa belaka.

Simon menilai saat ini perlu terus dilakukan literasi yang benar terkait bahaya terorisme dan juga keberadaan serta aktivitas kelompok radikal teroris itu kepada masyarakat.

"Kita semua punya kewajiban mengajak masyarakat luas untuk melawan tindakan radikalisme dan terorisme dengan memberikan wawasan edukasi literasi yang benar," kata Simon saat dihubungi di Jakarta, Kamis (10/10/2019) dikutip dari Pantau.com.

Kalau ada sebagian kelompok yang masih menganggap tindakan teror, termasuk terhadap Menkopolhukam Wiranto, adalah peristiwa rekayasa, menurutnya anggapan tersebut harus segera diluruskan.

"Kalau ada yang menganggap ini rekayasa, 'play victim' perlu kita luruskan dan beri pemahaman secara utuh tentang bahayanya kelompok ISIS terutama JAD," ungkapnya.

Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, kata direktur eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) itu  jelas pelaku penusukan terhadap Wiranto berasal dari kelompok JAD.

"Kalau kita melihat kelompok-kelompok ini memang menganggap Pak Wiranto selama ini menghalangi gerakan mereka dengan beliau sebagai Menkopolhukam selaku perwakilan pemerintah selalu memberikan sikap tegas dalam pembubaran ormas HTI dan kelompok radikal," tuturnya.

Bagaimanapun, lanjut Simon, di kalangan masyarakat memang masih ada yang rentan terkena atau terpapar terorisme.

"Tidak ada masyarakat yang tidak rentan radikalisme dan terorisme. Terbukti sekitar seribu rakyat Indonesia berangkat ke Suriah," kata Simon.

Untuk itu, menurut Simon, kesadaran tentang bahaya radikal terorisme harus terus ditumbuhkan, dan mereka yang kembali ke Indonesia dari Suriah perlu diawasi secara ketat dan dilakukan deradikalisasi.

"Saya kira kita semua sedang melawan apa pun bentuk kekerasan, apalagi ini teror," tandasnya. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Begini Tanggapan Sekda Terkait Predikat Rohul sebagai Daerah Termiskin di Riau
  • OHARA Bangkitkan Kecintaan Pemuda Indonesia pada Nilai-Nilai Budaya Bangsa
  • Hendak Bangun Daerah, Afrizal Sintong Daftar dan Kembalikan Formulir ke Demokrat dan Nasdem
  • Lama Ditunggu, Jalan Penghubung Kecamatan Pulau Burung dan Kateman Akhirnya Dibangun
  • Canon PIXMA TS8370, TS6370, dan TS5370, Printer Penunjang Kreativitas dengan Desain Kekinian
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Studi Jurnalistik to Vietnam PWI Riau
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved