www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Bracket Masker Ramai Dijual Online, Gunanya untuk Apa?
 
Tuntut Jokowi Penuhi Janji Politiknya, Massa Petani: Cukup Dibohongi Periode Pertama
Selasa, 24 September 2019 - 11:06:43 WIB
Massa gabungan petani, mahasiswa dan buruh melakukan aksi di depan Istana Negara menolak pengesahan RUU Pertanahan. Foto: CNN
Massa gabungan petani, mahasiswa dan buruh melakukan aksi di depan Istana Negara menolak pengesahan RUU Pertanahan. Foto: CNN

JAKARTA - Sekitar 200 orang petani berunjuk rasa di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/9). Mereka menentang RUU Pertanahan yang liberal dan meminta penuntasan reformasi agraria.

Massa diketahui mulai ramai mendatangi lokasi demo sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka berasal dari sejumlah elemen yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA).

Dikutip dari siaran persnya, elemen-elemen itu di antaranya adalah Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Serikat Petani Pasundan (SPP), Serikat petani Karawang (Sepetak), hingga BEM IPB, Forum Kesejahteraan Petani (Forma Tani).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, massa memakai topi caping khas petani dan bertuliskan 'Tanah untuk Rakyat' berwarna merah. Selain itu, mereka mengibarkan bendera putih penanda elemen massa.

Tak ketinggalan, massa membawa beragam spanduk berisi tulisan dalam beragam ukuran dan warna, misalnya, soal reforma agraria, penentangan terhadap RUU Pertanahan yang dinilai akan menggusur tanah masyarakat adat.

Aksi demo pun kemudian dimulai dengan tuntutan-tuntutan kepada Presiden agar memenuhi janji politiknya.

"Presiden Jokowi tidak pernah memenuhi janji untuk menyejahterakan petani," cetus seorang orator demo.

"Sampai hari ini Nawa Cita itu duka cita untuk kita semua. Kita tidak ingin termakan janji-janji Jokowi periode kedua. Karena kita sudah cukup dibohongi di periode pertama," ia menambahkan.

Sang orator pun menyinggung soal pembagian sertifikat tanah oleh Jokowi yang tak mengubah nasib petani dan masyarakat kecil.

"Jokowi selalu membanggakan sertifikat padahal itu pembohongan publik. Jangan sampai jutaan petani turun ke ibu kota karena merasa tersakiti oleh janji-janji palsu pemerintah," ucapnya.

Pemerintah, kata dia, kerap menggusur masyarakat kecil demi kepentingan penanaman modal, seperti dalam industri pariwisata.

"Di samping kita [ada] Kementerian Pariwisata, [yang mencanangkan] 10 lokasi wisata baru. Imbasnya, ada banyak penggusuran-penggusuran. Masyarakat [Pulau] Komodo dihilangkan [hak] sosial ekonominya. Sesekali kita pindahkan kementerian ini ke tengah hutan," cetus dia.

Dikutip dari rilisnya, KNPA mengajukan tujuh tuntutan kepada Pemerintah dan DPR. Di antaranya, pertama, menolak RUU Pertanahan yang berwatak liberal yang mengutamakan penguasaan tanah untuk korporasi.

Kedua, penghentian pengggusuran paksa dan perampasan tanah rakyat oleh pemerintah dan korporasi. Ketiga, mendesak Jokowi melaksanakan reforma agraria secara nasional dan sistematis.

Keempat, menghentikan kriminalisasi dan diskriminasi terhadap petani, masyarakat adat, dan masyarakat miskin yang memperjuangkan haknya atas tanah dan pangan. Kelima, melakukan koreksi kebijakan ekonomi yang melemahkan rakyat.

Keenam, mencabut izi konsesi perusahaan penyebab kebakaran hutan dan lahan. Ketujuh, menolak pengesahan RUU yang anti-kerakyatan, seperti RKUHP, RUU Minerba, RUU Perkelapasawitan, dan RUU Ketenagakerjaan. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi.Mahasiswa Siang Ini Unjuk Rasa di Istana, 1.500 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan
IlustrasiKorban Bertambah, Dua Orang Mahasiswa Tewas dalam Unjuk Rasa di Kendari
Massa gabungan petani, mahasiswa dan buruh melakukan aksi di depan Istana Negara menolak pengesahan RUU Pertanahan. Foto: CNNTuntut Jokowi Penuhi Janji Politiknya, Massa Petani: Cukup Dibohongi Periode Pertama
  Ilustrasi aksi demonstrasi mahasiswa. Tuntaskan Reformasi, Besok Mahasiswa Akan Unjuk Rasa Depan Istana Bertepatan Berlakunya UU KPK
Massa Petani demo di depan Istana Negara. Foto: CNNIndonesiaRamai-ramai Sobek "Sertifikat" Jokowi, Massa Petani Sebut Tak Ada Gunanya
Foto : KompasForum Guru Honorer Ancam Tak Beri Dukungan pada Jokowi

 
Berita Lainnya :
  • Bracket Masker Ramai Dijual Online, Gunanya untuk Apa?
  • Lurah Rimba Melintang Bentuk Posko Covid-19 di Setiap RT
  • Jika Ditahan, Tersangka Ancam Bongkar Siapa Saja yang Makan Uang Hasil Korupsi Video Wall Pekanbaru
  • Wajib Pajak Kucing-kucingan, Pemkab Kepulauan Meranti Harus Rela Kehilangan Rp 300 Juta Lebih
  • Kota Dumai akan Uji Coba Belajar Tatap Muka, Sekolah Wajib Ajukan Proposal Protokol Kesehatan Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved