www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Tindak Lanjut Hearing dengan Komisi II DPRD, Pemdes dan Masyarakat Batas Desak PT SSL Kembalikan Lahan 2.753 Hektar
 
Soal Pria Ngamuk di Kafe, Vokalis Band: Ngakunya Bupati Monokwari
Senin, 07 Januari 2019 - 12:03:29 WIB
Foto : Detik
Foto : Detik

MAKASSAR - Seorang pria diduga bupati mengamuk di tempat hiburan malam di Makassar, Sulsel. Pria mengamuk itu juga merusak alat musik dan menganiaya musisi band yang sedang manggung di kafe tersebut.

Vokalis band, Elda Vanyaviona (25), sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ujungpandang. Elda bercerita, pria yang ngamuk ke dirinya mengaku-ngaku sebagai Bupati.

"Dia mengaku sebagai Bupati Manokwari dan juga berteriak ke tamu, dia emosi," ujar korban Elda Vanyaviona, pada Senin (7/1/2019), seperti dilansir dari detik.com.

Elda bercerita dirinya dipukul oleh pria yang mengamuk itu sebanyak satu kali di bagian leher belakangnya. Menurut Elda, mengamuknya oknum yang mengaku sebagai Bupati itu disebabkan karena pelaku disoraki oleh pengunjung saat mau maju ke panggung namun malah menabrak kaca.

Elda menuturkan, setelah menabrak kaca, pelaku juga tidak bisa bernyanyi karena tidak ada mic wireless. Hal itu membuat pelaku makin naik pitam.

"Dia mau naik menyanyi, lewat depan ada kaca, dia tabrak hingga dua kali lalu terjatuh sampai disoraki pengunjung. Dia minta mic wireless tapi tidak ada, jadi tidak digubris akhirnya dia mau naik ke panggung kami kaget," sebut Elda.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (6/1/2019) dini hari di sebuah kafe yang berada di dalam hotel di kawasan Jalan Ujung Pandang, Makassar. Hingga kini, pelaku masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Staf Pastikan Bupati Manokwari Tak Terlibat
Staf perwakilan Bupati Monokwari, Abdul Rahman, membantah tudingan netizen. Abdul Rahman, mengatakan, Demas tidak ada di kafe saat peristiwa itu terjadi.

"Jadi kita klarifikasi ke polisi bahwa Pak Bupati saat kejadian tengah terbang dari Jakarta menuju Sorong, bukan transit di Makassar," Kata Abdul di lokasi terpisah.

Rahman heran mengapa nama Bupati Demas disebut-sebut di video tersebut. Dia mengaku keberatan atas tudingan warga net.

"Jadi yang kita mau tahu sekarang siapa pihak yang mengatasnamakan Pak Bupati. Kita keberatan menyebut nama," ucap Abdul. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kamar VIP untuk caleg stres.RSJ Ini Sudah Siapkan Kamar VIP untuk Caleg Gagal yang Depresi
Foto : DetikSoal Pria Ngamuk di Kafe, Vokalis Band: Ngakunya Bupati Monokwari
Foto : KompasTerpisah dari Orang Tua, Bocah 12 Tahun Selamatkan Dua Adiknya saat Gempa
  Foto : DetikKorban Banjir Besar Sulsel Bertambah, 26 Orang Meninggal dan 3 Ribuan Mengungi
Korban dalam perawatan medis.Lagi Asuh Adik, Bocah Perempuan 10 Tahun Malah Dibakar 3 Temannya
Universitas Negeri Makassar.Dosen Muda Universitas Negeri Makassar Berhasil Raih Dua Penghargaan Sinta Awards 2018

 
Berita Lainnya :
  • Tindak Lanjut Hearing dengan Komisi II DPRD, Pemdes dan Masyarakat Batas Desak PT SSL Kembalikan Lahan 2.753 Hektar
  • Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
  • Penyebab Kasus Positif Corona di Indonesia Terus Meningkat
  • Deklarasi Damai, Bawaslu Rohil Tegaskan Kampanye harus Ikuti Protokol Kesehatan
  • Ternyata Kuota Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10 Cuma untuk 116 Ribu Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    AFFCO Riau Lepas Finalis KBANNOVATION 2109
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved