www.halloriau.com

Ekonomi
BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Sahkan APBD-P 2020 Rp2,78 Triliun, Penanganan Covid-19 Jadi Fokus Anggaran
 
2007-2017, OJK Riau Bekukan 4 Perusahaan Investasi Bodong
Minggu, 24 Desember 2017 - 06:37:26 WIB

PEKANBARU-Dalam kurun waktu 2007-2017, otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau telah membekukan empat investasi bodong. Langkah ini diambil karena investasi yang ditawarkan menimbulkan kerugian di masyarakat.

"Di Riau ada empat perusahaan dari 54 secara nasional yang sudah dibekukan operasionalnya," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala OJK Riau, Yusri seperti ditulis Antara Pekanbaru, Sabtu (23/12/2017).

Yusri menjelaskan empat perusahaan bodong tersebut masing-masing Talk Fusion, Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru, Koperasi Indonesia, dan UN Swissindo.

Perusahaan yang dibekukan itu memang beroperasi dan berkantor di wilayah Riau. Namun, selain itu ada 10 lainnya miliki kantor cabang investasi bodong. "Sebagian perusahaan investasi bodong nasional juga beroperasi di Riau, sekitar 10-an," kata Yusri.

Akibat praktik investasi bodong ini, OJK menghitung selama kurun waktu 10 tahun terakhir yaitu dari 2007 hingga 2017, potensi kerugian yang diderita masyarakat sebagai korban penipuan sudah mencapai Rp 105,8 triliun.

"Akibat investasi bodong tersebut dalam kurun waktu timbulkan kerugian Rp 105,8 triliun," urainya.

Beberapa perusahaan investasi bodong dengan korban cukup banyak di antaranya adalah Koperasi Pandawa dengan nasabah sekitar 549.000 orang, lalu Dream 4 Freedom nasabahnya sekitar 700.000 orang, ada pula Cakra Buana Sukses Indonesia dengan nasabah 7.000 orang dan perusahaan penyelenggara ibadah umroh First Travel dengan nasabah 58.000 orang.

Secara umum korban perusahaan investasi bodong tersebar merata di seluruh wilayah di Indonesia.

Dari temuan OJK, model salah satu cara perusahaan bodong menipu calon nasabahnya dengan mengganti baju atau ganti nama perusahaan, tetapi sistem usaha dan kegiatan bisnis yang dijalankan tetap sama dengan tujuan menipu masyarakat.

"Biasanya kalau satu pimpinan sudah ditangkap, perusahaan bodong itu ganti baju atau ganti nama perusahaan dan dilanjutkan aktivitas bisnisnya oleh pihak lain yang tidak ditangkap, sistem dan model bisnisnya tetap sama," katanya.

Untuk mengurangi risiko masyarakat menjadi korban penipuan, OJK meminta masyarakat untuk waspada dengan penawaran dari perusahaan investasi dengan iming-iming keuntungan tinggi, yang ternyata investasi bodong.

Selain juga terus melakukan upaya pencegahan dengan cara sosialisasi berkelanjutan, tentu bersama-sama dengan pihak terkait seperti kepolisian dan pemerintah daerah.

Langkah itu perlu dilakukan mengingat masyarakat yang menjadi target penipuan oleh investasi bodong, harus diberikan pemahaman yang benar tentang perusahaan investasi dan bagaimana menjalankan investasi benar tanpa iming-iming untung besar dalam waktu singkat.

"Saya yakin di Riau masih ada yang melakukan praktik investasi bodong ini, cara mengenalinya cukup mudah di awal, kalau ada yang menawarkan untung 25 persen - 30 persen sebulan itu sudah tidak wajar, lalu periksa kelengkapan perizinan usaha dan kegiatan bisnisnya," imbaunya.(*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiSempat Terganggu, OJK: Layanan ATM Pekanbaru sudah Normal Kembali
BRKSudah Diserahkan OJK, Hasil Seleksi Komut dan Direksi BRK Telah Keluar
Kepala OJK Riau Yusri Selama Pandemi Covid-19, Bank di Riau Beri Keringanan Kredit Rp11,18 Triliun
  Penyuluhan jasa keuangan bersama OJK mengenai Kebijakan Stimulus OJK bagi masyarakat terdampak Covid-19, Sabtu (25/7/2020) di Pekanbaru, Riau.Kebijakan Pelonggaran Kredit OJK Sangat Membantu Ekonomi Masyarakat di Masa Sulit Covid-19
Bank Riau Kepri.Enggan Sebutkan Nama, OJK: Hasil Seleksi Komut dan Direksi Sudah di Bank Riau Kepri
OJK.OJK Riau Minta Warga Tidak Percaya Hoax Ajakan Tarik Dana dari Bank

 
Berita Lainnya :
  • DPRD Pekanbaru Sahkan APBD-P 2020 Rp2,78 Triliun, Penanganan Covid-19 Jadi Fokus Anggaran
  • Tambah 13 Kasus, Pasien Covid-19 di Bengkalis Capai 235 Orang
  • Ketuk Palu, DPRD Riau Sahkan APBD Perubahan Rp8,7 Triliun
  • Cari Rumput di Babussalam, Kakek 68 Tahun Meninggal Mendadak Akibat Kelelahan
  • Ringankan Ekonomi Masyarakat, Fraksi Demokrat DPRD Riau Minta Gubri Prioritaskan Anggaran BLT 2021
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Exit Meeting Pelaksanaan Audit BPKP
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved