www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Corona di Riau Tembus 90,8 Persen, Paling Banyak di Pekanbaru
 
HET Elpiji 3 Kg Naik, Dewan: Sudah Ditimpa, Dihimpit Lagi
Jumat, 30 Oktober 2015 - 12:23:05 WIB
<font size="2">Ketua Komisi B DPRD Riau, Marwan Yohanis.</font>
Ketua Komisi B DPRD Riau, Marwan Yohanis.

PEKANBARU - Naiknya Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji ukuran 3 Kg menjadi Rp18000 ribu pertabung di Kota Pekanbaru memang disayangkan sejumlah masyarakat. Harga yang sebelumnya Rp16000 pertabung kini naik senilai Rp2000. Hal tersebut juga disayangkan oleh anggota DPRD Riau.

Ketua Komisi B DPRD Riau, Marwan Yohanis yang membidangi Perdagangan dan Perekonomian menyayangkan kebijakan tersebut. "Komisi B sangat menyayangkan tindakan-tindakan yang menaikan bahan pokok untuk masyarakat. Dalam keperihatinan ini sebaiknya pemerintah setidaknya kalau tidak bisa menurunkan harga minimal mempertahankan harga yang sudah ada. Sehingga daya beli masyarakat yang lesu ini bisa bergairah kembali," jelas Marwan Yohanis, Jumat (30/10/2015), kepada halloriau.com.

Menurutnya, seharusnya kehadiran pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang bisa meringankan masyarakat dan bukan memberatkan masyarakat, terutama saat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu saat ini.

"Nah, kalaulah pemerintah dalam kondisi seperti ini tidak dapat melindungi masyarakat untuk apa pemerintah ini hadir. Pemerintah hadir kemudian negara ada untuk melayani kepentingan masyarakat. Nah, janganlah ada pikiran untuk itu dan carilah solusi lain. Karena orang bijak mencari solusi bukan semata-mata memikirkan bagaimana penerimaan daerah ini naik. Kalau kebijakan yang membebankan masyrakat untuk apa pemerintah hadir," sambungnya.

Menurutnya kebijakan seperti itu perlu dilakukan evaluasi terlebih Riau yang baru dilanda bencana kabut asap. "Harapan kita pemerintah bisa meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Masa dalam kondisi baru ditimpa kabut asap, bencana kemudian dihimpit lagi dengan kebijakan yang tidak memihak rakyat. Sudah kering mengering, sudah keluh mengeluh, tetapi juga masih ditambah dan menaikan seperti ini. Sebaiknya ini dievaluasi semua kebijakan yang membenakan pemerintah," tutupnya.

Penulis : Aan Ramdani
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Antrean warga Sungai Pakning di Pangkalam Elpiji 3 kg Maju Jaya Desa Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis baru-baru ini.Pertamina Klaim Elpiji 3 Kg Tidak Langka, Minta Warga Riau Tidak Menimbun
Elpiji 3 Kg.Harga Elpiji 3 Kg Naik, Masyarakat Miskin Bakal Dapat Uang Tunai
Gas 3 Kg.Selama Lebaran, Konsumsi Elpiji Subsidi 3 Kg Tembus 432.178 Tabung
  IlustrasiDisperindag Riau Belum Pastikan Kenaikan Gas Elpiji 3 Kg
Ilustrasi.DIPA 2020 Turun, Anggota DPRD Riau Ini Pesimis Janji Pembangunan Syamsuar Terwujud
IlustrasiWarga Keluhkan Pangkalan Gas 3 Kg di Payung Sekaki Tak Utamakan Warga

 
Berita Lainnya :
  • Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Corona di Riau Tembus 90,8 Persen, Paling Banyak di Pekanbaru
  • Segera Beroperasi, Tol Pekanbaru – Dumai Tingkatkan Konektivitas Kawasan Industri di Provinsi Riau
  • La Liga Spanyol: Madrid Kalahkan Alaves dengan Skor 2-0
  • Sekdaprov Riau Minta GTP Covid-19 Rohul Tidak Lengah
  • Kapolres Pelalawan Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Ukui
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Rotte Foundation Kunjungi Metro Riau Group
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved