www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Meski Kena Dampak Covid-19, Pengusaha Muda Jakarta Beri Sumbangan APD dan Masker ke Gubernur Anies
 
Telurkan Dua Paket Rekomendasi
Objektivitas Tim Reformasi Tata Kelola Migas Diragukan
Rabu, 31/12/2014 - 10:10:14 WIB
<div align="justify"><font size="2">Yusri Usman </font></div>
Yusri Usman

PEKANBARU - Hingga saat ini, Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRKM) sudah mengeluarkan dua paket rekomendasi. Pertama tentang kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan terbaru, Selasa (30/12/2014), tentang keberadaan PT Pertamina Energy Trading (Petral), anak usaha PT Pertamina di Singapura.

Namun objektivitas rekomendasi TRKM diragukan sejumlah pihak. Pernyataan itu disampaikan Pengamat Migas Nasional, Yusri Usman, dalam pernyataannya yang dikirim via pesan BBM dari Zurich, Swiss, Selasa (30/12/2014).

"Saya  semakin meragukan kinerja TRTKM yang dipimpin Faisal Basri ini benar-benar dapat memberikan rekomendasi yang objektif soal perbaikan tata kelola migas dari hulu ke hilir. Kecuali beberapa anggota timnya (Daniel Purba, Naryanto Wagimin, Djoko Siswanto dan Chandra Hamzah) harus dicopot dan diganti dengan yang benar-benar bersih dan objektif," katanya.

Alasan Yusri, dalam TRTKM itu sangat berpotensi banyaknya menyusup berbagai kepentingan mafia migas. Dia mencontohkan keberadaan Daniel Purba yang  mantan VP Petral Singapore dalam TRTKM. "Saat itu Managing Director Petral adalah Arie Soemarno dan Daniel juga ex VP ISC Pertamina," katanya.

Sedangkan anggota TRTKM lainnya yang juga Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM, Ir Naryanto Wagimin, juga disebut Yusri, sengaja melanggar Undang-Undang Migas dengan memberikan rekomendasi ekspor kondensat ex kilang PT MKS Gresik (yang diduga kuat terkait dengan kasus yang lagi  disidik KPK untuk operasi tangkap tangan KPK dengan tersangka FA dan ABS).

Satu lagi anggota TRTKM yang disorot Yusri adalah Djoko Siswanto yang juga Direktur BBM BP Hilir Migas. "Ini informasi dari Ketua Hiswana Migas via sdr Marwan Batubara soal dugaan peran nyata Djoko Siswanto yang disinyalir pernah dua tahun  menekan beberapa SPBU Pertamina untuk menyalurkan BBM subsidi PSO Shell," katanya.

Selain itu, Yusri menceritakan, dia pernah mendapat testimoni dari seorang staf Pertamina berinisial RS yang mengaku sudah mempresentasikan dugaan manipulasi impor minyak "Neil Blend dari Libya"  di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 6 jam. "Saat itu hadir Komisioner KPK periode itu, termasuk Chandra Hamzah. Saat itu. Saat itu (rentang 2006 sd 2008) Direktur Utama Pertamina adalah Ari Soemarno," katanya.

Sehingga tentu menjadi aneh dengan keberadaan Daniel Purba dan Chandra Hamzah dalam TRTKM yang mereka diyakini sudah banyak tahu soal ketidak efisienan proses bisnis impor dan ekspor kebutuhan Pertamina yang  selalu digembar gemborkan sebagai sarang mafia dalam pertarungan Pilpres lalu.

"Pertanyaannya, kenapa kedua orang tersebut tidak memberikan informasi yang akurat kepada Faisal Basri tentang apa fakta sesungguhnya yang terjadi di yang Petral selama periode 2004-2014 dan periode Integrated Suplay Chain (ISC) Pertamina 2008 -2014," katanya.

Ironisnya lagi, kata Yusri, adalah wacana TRTKM menghilangkan pemakaian premium RON 88 secara terburu-buru tanpa kajian matang soal kemampuan kilang Pertamina. Padahal menurut tugas pokok dan fungksi (tupoksi) yang diberikan oleh Menteri ESDM hanya mengeluarkan rekomendasi ke Menteri ESDM bukan ke publik atau pihak lainnya.

"Bisa jadi isu ini diciptakan untuk mengalihkan ada persoalan besar di proses bisnis ISC Pertamina sejak didirikan tahun 2008 saat sampai saat ini," tukasnya.

Penulis : Asri Darma
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
BPH Migas mendukung kemandirian investasi BUMN dan BUMD untuk jaringan gas guna percepatan 4 juta sambungan rumah. FOTO: Dok. BPH MigasBPH Migas Dukung Jaringan Gas dari BUMD untuk Pelanggan Kecil
IlustrasiNilai Ekspor Riau 2019 Anjlok 22,27 Persen, Ini Sebabnya
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Avicenia Darwis.Ciptakan SDM Unggul, SKK Migas Sumbagut dan KKKS Bangun 4 Migas Center
   Acara coffe morning Gubri bersama wartawan.Gubri Tegaskan Ekonomi Riau Tidak Bisa Terus-terusan Bergantung ke Migas
Bupati Siak Alfedri.Pertumbuhan Ekonomi Siak Naik di Sektor Migas dan Non Migas, Inflasi Stabil
Ilustrasi: imporImbas Berkurangnya Impor Migas-Nonmigas, Nilai Impor Riau Turun 8,42%

 
Berita Lainnya :
  • Meski Kena Dampak Covid-19, Pengusaha Muda Jakarta Beri Sumbangan APD dan Masker ke Gubernur Anies
  • Kapolresta Pekanbaru Turun Lapangan Cek Sembako Antisipasi Kelangkaan
  • Positif Corona, Motivator Ulung Ini Pakai Terapi Minyak Kelapa
  • Hasil Rapid Test, Satu Warga Kepulauan Meranti Positif Terjangkit Virus Corona
  • Pekanbaru Tunda Peresmian STC hingga Usai Lebaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Polda Riau Semprot Disinfektan di Kantor PT RFB
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved