www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Sabarudi Dukung Rotasi Pejabat Pekanbaru, Kinerja Nyata Jadi Tantangan
 
Anak Muda Ramaikan Pasar Modal Riau, Seberapa Siap Hadapi Risiko Investasi?
Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:04:37 WIB
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)

PEKANBARU – Jumlah investor pasar modal di Provinsi Riau mencapai 711.432 investor hingga Agustus 2026.

Di tengah pertumbuhan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau menyoroti pentingnya literasi keuangan agar lonjakan investor, terutama dari kalangan anak muda, tidak berujung pada keputusan investasi tanpa perhitungan risiko.

Nilai transaksi pasar modal di Riau pada periode yang sama tercatat sebesar Rp47,8 triliun.

Pertumbuhan transaksi bahkan berpeluang menembus 100 persen hingga akhir 2026, meski proyeksi tersebut masih perlu dibuktikan melalui realisasi transaksi pada bulan-bulan berikutnya.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman mengatakan, peningkatan jumlah investor harus dibarengi pemahaman yang memadai mengenai mekanisme pasar modal, kredibilitas informasi, serta risiko dari instrumen investasi yang dipilih.

“Selain menumbuhkan inklusi atau jumlah investor, kami juga ingin menciptakan investor yang berkualitas. Keputusan investasi harus dibekali informasi yang cukup, sehingga investor tidak hanya ikut-ikutan,” ujar Emon, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, bertambahnya rekening investasi belum cukup menjadi indikator keberhasilan edukasi pasar modal.

Investor juga perlu memiliki kemampuan menganalisis informasi dan menentukan pilihan berdasarkan tujuan keuangan, bukan sekadar mengikuti tren atau rekomendasi yang ramai diperbincangkan.

Kelompok usia muda menjadi salah satu sasaran penting pengembangan pasar modal di Riau.

Berdasarkan data kelompok usia yang disampaikan BEI Riau, investor berusia 18–25 tahun tercatat sebanyak 72.448 orang atau 36,75 persen dari populasi dalam rincian data tersebut.

Kelompok usia 26–30 tahun berada di urutan berikutnya dengan 49.971 investor atau 25,35 persen.

Sementara itu, kelompok usia 31–40 tahun tercatat sebanyak 45.998 investor atau 23,34 persen, sedangkan kelompok usia 40 tahun ke atas mencapai 28.690 investor atau 14,15 persen.

Secara keseluruhan, rincian empat kelompok usia tersebut mencakup 197.107 investor. Angka ini perlu dibedakan dari total 711.432 investor pasar modal di Riau yang disebutkan untuk periode Agustus 2026.

Dominasi kelompok usia muda dalam rincian tersebut memperlihatkan besarnya potensi generasi digital untuk memperluas partisipasi masyarakat di pasar modal.

Namun, akses informasi yang semakin mudah melalui internet dan telepon pintar tidak otomatis menjamin kemampuan seseorang dalam menilai risiko investasi.

Informasi mengenai saham dan instrumen pasar modal kini dapat ditemukan melalui berbagai platform digital.

Di satu sisi, kondisi tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar dan mengenal investasi.

Di sisi lain, derasnya informasi juga meningkatkan risiko keputusan yang didasarkan pada klaim keuntungan, promosi, atau rekomendasi yang belum terverifikasi.

Emon menilai edukasi menjadi bagian penting untuk membangun kebiasaan investasi yang lebih rasional.

Masyarakat perlu memahami bahwa setiap keputusan investasi mengandung risiko dan hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.

Untuk memperkuat pemahaman masyarakat, BEI Riau memperluas program literasi melalui galeri investasi di perguruan tinggi serta galeri investasi edukasi yang menyasar sekolah menengah.

Program tersebut ditujukan untuk mengenalkan pasar modal kepada pelajar dan mahasiswa sebelum mereka terjun langsung sebagai investor.

“Program tersebut diharapkan memberi pemahaman pasar modal sejak dini, sebelum peserta benar-benar terjun sebagai investor,” ungkap Emon.

Edukasi sejak dini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan saham atau cara membuka rekening investasi.

Pemahaman mengenai risiko, pengelolaan keuangan, pemeriksaan legalitas pihak yang menawarkan investasi, dan kemampuan membaca informasi juga menjadi aspek penting bagi calon investor.

Pasalnya, pertumbuhan jumlah investor tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh investor telah memahami produk yang dibeli.

Karena itu, efektivitas program literasi perlu dilihat bukan hanya dari jumlah kegiatan atau peserta, tetapi juga dari peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan.

Emon juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan rekomendasi di media sosial sebagai satu-satunya dasar untuk membeli saham atau memilih instrumen investasi lainnya.

Menurutnya, influencer dapat membantu menyebarkan informasi mengenai pasar modal. Namun, masyarakat tetap harus menilai kompetensi sumber informasi, memeriksa kebenaran klaim, dan membandingkannya dengan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kehati-hatian ini penting karena popularitas seseorang di media sosial tidak selalu mencerminkan keahlian dalam menganalisis investasi.

Informasi mengenai potensi keuntungan juga perlu dibaca bersama risiko kerugian, kondisi keuangan pribadi, serta tujuan investasi masing-masing.

Dengan nilai transaksi mencapai Rp47,8 triliun dan jumlah investor yang telah menembus 711 ribu orang, perkembangan pasar modal Riau menunjukkan besarnya aktivitas investasi di daerah tersebut.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan itu diikuti peningkatan kualitas investor.

Bagi masyarakat yang baru memasuki pasar modal, memahami produk dan risikonya menjadi langkah awal sebelum menempatkan dana.

Sementara bagi penyelenggara edukasi, peningkatan literasi perlu terus diukur melalui pemahaman nyata masyarakat, sehingga pertumbuhan investor tidak hanya tercermin dari angka statistik, tetapi juga dari keputusan investasi yang lebih terinformasi dan bertanggung jawab.

Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.(foto: int)Sabarudi Dukung Rotasi Pejabat Pekanbaru, Kinerja Nyata Jadi Tantangan
Warga binaan Rohil kembali belajar di kelas.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Buka Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan Lewat Kelas Lentera Asa
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)Anak Muda Ramaikan Pasar Modal Riau, Seberapa Siap Hadapi Risiko Investasi?
  Perhotelan di Riau lesu.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Hotel di Riau Masih Lesu, PHRI Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran hingga Akhir 2026
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)167 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Bagaimana Kondisi Riau Sore Ini?
Plt Bupati Kuansing, Muklisin (foto/ultra)Plt Bupati Kuansing Ajak Generasi Muda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved