PEKANBARU - Meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan tingginya mobilitas pelancong domestik membawa dampak positif bagi industri perhotelan di Provinsi Riau. Seiring bertambahnya jumlah wisatawan, tingkat hunian kamar hotel berbintang pun mengalami peningkatan, dengan hotel bintang 4 menjadi pilihan utama para tamu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 47,18 persen. Artinya, hampir separuh kamar hotel berbintang yang tersedia di Riau terisi setiap malam.
Capaian tersebut meningkat sebesar 1,69 poin dibandingkan April 2026 dan naik 2,59 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan semakin bergairahnya sektor pariwisata dan perjalanan di Bumi Lancang Kuning.
Dari seluruh kategori hotel berbintang, hotel bintang 4 mencatat tingkat hunian tertinggi, yakni sebesar 57,35 persen. Posisi berikutnya ditempati hotel bintang 3 dengan tingkat hunian 51,37 persen, disusul hotel bintang 2 sebesar 41,56 persen, dan hotel bintang 1 sebesar 27,50 persen.
Tak hanya jumlah tamu yang meningkat, lama menginap wisatawan di Riau juga mengalami kenaikan. Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) hotel berbintang pada Mei 2026 tercatat sebesar 1,29 malam.
Data BPS juga menunjukkan adanya perbedaan pola menginap antara wisatawan domestik dan mancanegara. Tamu domestik rata-rata menghabiskan waktu selama 1,28 malam, umumnya untuk perjalanan bisnis maupun liburan singkat.
Sementara itu, wisatawan mancanegara memilih tinggal lebih lama selama berada di Riau.
"Rata-rata tamu mancanegara menginap selama 2,05 malam atau sekitar dua hingga tiga malam," ungkap Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi dikutip dari MCRiau.
Hotel bintang 4 kembali menjadi pilihan favorit, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tingginya tingkat hunian pada kategori ini menunjukkan bahwa kenyamanan, kualitas pelayanan, serta fasilitas yang lengkap masih menjadi pertimbangan utama wisatawan dalam memilih akomodasi.
Peningkatan kinerja sektor perhotelan ini menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Riau. Didukung berkembangnya sektor industri strategis, penyelenggaraan berbagai event pariwisata, serta beragam destinasi wisata yang terus menarik minat pengunjung, sektor pariwisata di Riau menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan sepanjang pertengahan 2026.
Ke depan, menjaga momentum pertumbuhan tersebut menjadi tantangan bersama agar sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri pendukung lainnya terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.Jika diinginkan, saya juga bisa mengubahnya ke gaya berita media online yang lebih tajam dengan pola piramida terbalik dan lead yang lebih kuat.