PEKANBARU - Maskapai Wings Air resmi membuka rute internasional baru yang menghubungkan Pekanbaru dengan Melaka. Kehadiran rute ini disambut positif pelaku pariwisata di Riau karena dinilai mampu memperkuat konektivitas, mempermudah akses perjalanan, hingga membuka peluang besar di sektor wisata dan kesehatan.
Penerbangan perdana dijadwalkan mulai 10 Juni 2026 dengan frekuensi tiga kali seminggu, yakni setiap Rabu, Jumat, dan Minggu. Rute langsung ini diharapkan menjadi alternatif baru bagi masyarakat Sumatra, khususnya Riau, yang selama ini banyak melakukan perjalanan ke Malaysia.
Ketua DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies atau Asita Riau, Dede Firmansyah, menyebut dibukanya kembali rute Pekanbaru–Melaka merupakan kabar menggembirakan bagi masyarakat dan pelaku usaha perjalanan.
“Dibuka kembali rute Pekanbaru–Melaka, informasi ini cukup menggembirakan. Dulu rute ini pernah dilayani Riau Airlines,” ujar Dede, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, Melaka sejak lama menjadi salah satu tujuan utama masyarakat Riau, terutama untuk keperluan pengobatan. Kehadiran penerbangan langsung dinilai akan semakin mempermudah mobilitas masyarakat menuju Malaysia.
“Ke Melaka sejak lama banyak pasien dari Riau yang berobat ke sana. Kalau penerbangannya bisa setiap hari tentu akan lebih bagus, karena bisa mengimbangi akses yang selama ini banyak melalui feri Dumai,” katanya.
Dede menilai tingginya minat masyarakat Riau berobat ke luar negeri sudah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, rute baru ini diyakini tidak hanya dimanfaatkan wisatawan, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di Malaysia.
“Saya melihat masyarakat Riau sejak lama memang banyak yang berobat ke luar negeri. Kemungkinan besar ini juga menjadi alternatif bagi masyarakat Indonesia untuk berobat ke Melaka,” ungkapnya.
Selain itu, Asita Riau berharap pembukaan rute ini mampu menciptakan hubungan timbal balik antara sektor pariwisata Malaysia dan Riau. Tidak hanya masyarakat Indonesia yang pergi ke Melaka, tetapi wisatawan Malaysia juga diharapkan tertarik berkunjung ke Pekanbaru dan daerah lain di Riau.
“Kita berharap Tourism Melaka juga bisa menghadirkan wisatawannya ke Pekanbaru. Jadi ada simbiosis mutualisme antara pariwisata di sana dan di sini,” tambah Dede.
Melaka sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Malaysia yang menawarkan perpaduan wisata sejarah, budaya, dan kuliner. Kota tersebut memiliki kawasan heritage, bangunan bersejarah, wisata sungai, hingga ragam kuliner khas Peranakan yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.
Tak hanya sektor pariwisata, rute Pekanbaru–Melaka juga diyakini dapat mendorong aktivitas bisnis dan perdagangan lintas negara. Kedekatan geografis antara Sumatra dan Malaysia dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah.