www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
 
Pendapatan Digital Melesat! Bank Negara Indonesia Raih PPOP Tertinggi
Rabu, 29 April 2026 - 13:40:59 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 dengan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp5,68 triliun.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari pertumbuhan bisnis yang sehat serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam manajemen risiko di tengah dinamika global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, laba bersih emiten berkode BBNI ini meningkat sekitar 5,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,41 triliun.

Direktur Finance and Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih serta pendapatan non-bunga, disertai kualitas aset yang semakin kuat.

Pendapatan non-bunga tercatat tumbuh 12,6 persen secara tahunan, didukung oleh peningkatan transaksi pada platform digital. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) yang naik 12,1 persen menjadi Rp11,02 triliun.

Kinerja tersebut turut mendorong Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) mencapai Rp9,3 triliun, menjadi yang tertinggi untuk periode kuartal I dalam beberapa tahun terakhir.

Dari sisi aset, BNI mencatat pertumbuhan sebesar 4,75 persen menjadi Rp1,42 triliun dibandingkan Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) turun menjadi 1,9 persen. Selain itu, Loan at Risk berada di level 8,6 persen dan credit cost sebesar 1,1 persen, sesuai dengan proyeksi perusahaan.

Fundamental keuangan tetap terjaga kuat, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,5 persen serta rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) di level 18,5 persen, jauh di atas ketentuan regulator.

“Kinerja ini mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,” ujar Paolo.

Sumber: Kompas


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved