PEKANBARU - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memaknai peringatan hari jadi ke-7 pada 20 Desember 2025 sebagai momentum refleksi perjalanan perusahaan sekaligus penguatan komitmen dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan energi nasional.
Mengusung semangat “Satu Tujuan Satu Energi”, PHR terus bergerak selaras dalam mendorong kinerja unggul, menjaga keandalan operasi, serta memastikan ketersediaan energi bagi Indonesia. Peringatan ulang tahun ini tidak sekadar menjadi penanda usia, tetapi juga penegasan arah dan peran strategis PHR ke depan di tengah dinamika industri energi.
Sebagai perusahaan energi dengan tantangan operasional yang kompleks, PHR menempatkan kekuatan tim sebagai fondasi utama. Tim yang adaptif, kolaboratif, dan disiplin dinilai menjadi kunci dalam mencapai target operasional dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.
“Perjalanan PHR hingga hari ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan. Tim yang solid, konsisten, dan disiplin dalam eksekusi menjadi kekuatan utama kami,” ujar Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan, Eviyanti Rofraida.
Dalam perjalanannya, PHR juga dihadapkan pada berbagai dinamika eksternal, termasuk bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi perusahaan untuk terus memperkuat kesiapsiagaan, respons darurat, serta kepedulian terhadap keselamatan pekerja, masyarakat, dan keberlangsungan operasi.
“Momentum ulang tahun ini kami jadikan pengingat untuk terus memperkuat empati dan solidaritas. Keberlanjutan bisnis harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” lanjut Eviyanti.
Di wilayah kerja PHR Zona yang berkantor pusat di Kota Jambi, peringatan HUT ke-7 diisi dengan Seminar Kesiapsiagaan Bencana yang menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Jambi serta psikolog. Kegiatan ini menekankan pentingnya kesiapan penyelamatan diri, kemampuan bertahan dalam kondisi darurat, serta kesiapan mental saat dan pascabencana.
Selain itu, PHR juga menggelar doa bersama untuk keselamatan dan pemulihan pascabencana, serta menyalurkan donasi dan santunan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya bagi warga terdampak bencana di Kota Lhokseumawe (PHE NSO), Kabupaten Aceh Tamiang (PEP Rantau), dan Kabupaten Langkat (PEP Pangkalan Susu).
PHR menegaskan bahwa integritas tetap menjadi pondasi utama dalam seluruh proses bisnis perusahaan. Nilai tersebut menjadi energi yang menjaga tata kelola perusahaan tetap berjalan baik sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.
Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, ketangguhan (resilience) semakin melekat sebagai karakter PHR. Kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari berbagai tantangan—baik operasional maupun situasi krisis—menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan industri energi.
Ke depan, PHR berkomitmen terus mendorong inovasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh zona dan fungsi. Penguatan efisiensi, penyempurnaan proses, serta pengembangan ide-ide baru diharapkan menjadi kunci dalam menjaga daya saing dan kinerja perusahaan.
Momentum ulang tahun ketujuh ini diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh insan PHR untuk melangkah lebih kuat, adaptif, dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah menjaga energi negeri.(*)