Berawal dari usaha rumahan, Bika Ambon Putri Sari kini sukses buka cabang hingga ke provinsi tetangga.
PEKANBARU – Suasana yang awalnya sunyi, seketika ramai saat dua mobil berhenti di depan toko Bika Ambon Putri Sari. Para penumpang dengan cepat masuk ke dalam ruko di Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 14, Kulim, Kota Pekanbaru, Jumat (18/4/2025) sore.
Meski lebih dikenal sebagai kudapan khas Medan, Sumatera Utara (Sumut), namun Bika Ambon Putri Sari juga sering dijadikan oleh-oleh Pekanbaru. Terutama bagi pengendara yang melintasi Jalintim yang merupakan akses menuju Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, bahkan Provinsi Jambi.
Bika Ambon Putri Sari ini dibuat oleh Nila Sari. Sebelum sebesar sekarang, usaha kue dengan tekstur kenyal dan berongga ini berawal dari skala rumahan. Nila bersama suaminya merintisnya pada tahun 2019.
“Dulu kami punya toko kelontong. Terus sekitar 2019, suami punya ide membuka usaha baru. Kebetulan ada sepupu di Medan yang membuka usaha Bika Ambon. Belajar sama sepupu ini untuk membuat Bika Ambon yang enak dan layak jual, sampai akhirnya kami beranikan diri membuka usaha yang diberi nama Bika Ambon Putri Sari cabang Medan,” ujar Nila, Jumat (18/4/2025).
Ternyata tak disangka, Bika Ambon Putri Sari ternyata disambut baik oleh masyarakat Kota Bertuah, bahkan dijadikan oleh-oleh. Penjualan setiap bulan juga meningkat, saat ini rata-rata produksinya 100 kotak setiap harinya. Dengan varian rasa original dan pandan. Satu kotaknya dijual seharga Rp 75 ribu.
Bika ambon buatan Nila juga tanpa bahan pengawet, jadi masih tahan 3 sampai 4 hari. Sehingga bagi pembeli masih bisa menjadikan bika ambon sebagai oleh-oleh, tidak perlu khawatir kuenya basi.
Sukses Buka Cabang Berkat KUR BRI
Saat ini usaha Bika Ambo Putri Sari juga dikelola anaknya. Selain di Pekanbaru, usaha ini sudah membuka cabang di Ujung Tanjung (Kabupaten Rokan Hilir), lalu di Provinsi Jambi tepatnya Muaro Bungo dan Jambi Kota.
Nila menceritakan, usahanya bisa melebarkan sayap berkat andil BRI. Melalui modal usaha yang didpat dari Kredit Usaha Rakyat (BRI), usahanya bisa berkembang. Selain syarat yang dipermudah, cicilan yang ringan membuat Nila tak ragu mengajukan pinjaman.
“Waktu awal-awal buka usaha mengajukan Rp 25 juta. Terus karena pasarnya bagus dan penjualan meningkat, kami ajukan lagi senilai Rp 50 juta. Gunanya untuk menambah oven agar bisa mempercepat proses produksi bika ambonnya. Terus tahun 2023 mengajukan lagi Rp 100 juta untuk membuka cabang di Jambi, alhamdulillah masih eksis sampai sekarang,” katanya.
Nila Sari bersyukur usahanya bisa mendapat sokongan dari BRI. Dirinya berharap bank plat merah ini tetap membantu UMKM yang ada di Pekanbaru agar bisa berkembang dan naik kelas.
Produk-produk UMKM di Pekanbaru memiliki potensi yang besar, bahkan bernilai jual tinggi. Itu disampaikan pembina UMKM Forum Pekanbaru Kota Bertuah (FPKB), Masril Ardi. Hanya saja selama ini pelaku usaha mikro yang punya potensi itu sering terkendala pemasaran, sehingga membuatnya sulit berkembang.
"UMKM di Pekanbaru ini sulit berkembang, akibat akses permodalan yang terbatas, kapasitas manajemen dan keterampilan yang terbatas, serta persaingan ketat dan kurangnya akses pasar. Maka itu kita apresiasi BRI bisa permudah pelaku usaha mikro mendapatkan permodalan. Namun kalau bisa lewat CSR bisa memberikan UMKM ini pelatihan-pelatihan, khususnya yang bisa diadaptasi di era digital seperti sekarang ini,” sebut Masril belum lama ini.
Masril menambahkan UMKM Forum Pekanbaru Kota Bertuah (FPKB) juga sering menggelar pelatihan dengan menggandeng pemerintah daerah dan perusahaan swasta. Seperti Juni nanti, pihaknya juga akan mengadakan pasar rakyat yang dimeriahkan dengan bazar UMKM. Ini salah satu bentuk upaya agar pelaku usaha mikro bisa makin dikenal, dengan harapan memperluas pasar.
BRI tiap tahunnya berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif ke para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Salah satunya dengan memfasalitasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta berbagai pelatihan hingga memperluas pemasaran seperti diikutkan pada event BRI EXPO(RT).
Sementara itu, Regional CEO BRI Pekanbaru, Reza Syahrizal S menyebut bahwa UMKM tetap menjadi fokus pada tahun 2025. Apalagi portofolio BRI lebih banyak konsen terhadap bidang mikro.
Reza menyebut BRI akan terus menjalankan berbagai inisiatif yang tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
"Kita membuat klaster UMKM binaan yang mana konsentrasi mengajarkan literasi masalah marketing, packaging dan manajerial supaya nasabah terus berkembang. BRI UMKM Export juga diadakaan untuk mendorong UMKM binaan bisa naik kelas dan menjangkau pasar global," tutupnya.
Seperti diketahui, BRI telah sukses menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City. Pada acara tersebut diramaikan 69 ribu lebih pengunjung, dan mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar. Serta berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Penulis: Riki