www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Harga Minyakita Meroket, DPRD Pekanbaru: Solusi Pemerintah Hanya Teori untuk PHP Masyarakat
 
Inovasi Mi Sagu Instan Makcio Menjaga Rasa yang Jadi Oleh-oleh Khas Riau
Jumat, 18 April 2025 - 21:30:34 WIB
Nur Fitria, Owner Roemah Miso & Misagu Bengkalis atau Makcio pemilik Mi Sagu Instan (foto/ist)
Nur Fitria, Owner Roemah Miso & Misagu Bengkalis atau Makcio pemilik Mi Sagu Instan (foto/ist)

PEKANBARU - Nur Fitria (42) masih ingat jelas saat merintis usaha 11 tahun lalu. Meski ada pasang surut hingga terdampak Covid-19, namun Owner Roemah Miso & Misagu Bengkalis itu tetap eksis hingga sekarang.

Wanita yang akrab disapa Fitri ini menceritakan, awal buka usaha kuliner karena dirinya resign atau keluar dari perusahaan swasta di Kabupaten Bengkalis pada 2014. Ia berhenti sebab harus ikut suaminya yang pindah ke Kota Pekanbaru.

"Waktu itu bingung mau ngapain. Jadi ada teman usul buka usaha warung makan. Saya kepikiran buka mi sagu khas Bengkalis. Saya masak sendiri, alhamdulillah viral waktu itu,” tuturnya saat ditemui di toko Jalan Teratai, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Rabu (9/4/2025).

Alasan Fitri membuka usaha kuliner khas daerah, sebab tempat makan yang menyajikan makanan khas Bengkalis di Pekanbaru masih minim. Dengan kuliner khas Melayu, Roemah Miso & Misagu Bengkalis mampu menarik perhatian penikmat rasa.

Ia mengatakan makanan olahan sagu merupakan contoh nyata dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia, khususnya Melayu Riau. Dengan bahan dasar sagu yang diolah menjadi mi dengan tekstur kenyal dan rasa gurih yang khas.

Makanya Fitri mantap membuka usaha mi sagu. Apalagi bahan baku yang melimpah di Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Setidaknya Makcio harus stok 50 Kg mi sagu tiap bulannya. Dengan bumbu racikan sendiri. Tak heran 300 lebih pcs mi sagu instan buatan Fitri selalu ludes dibeli tiap bulan.

Seiring waktu, selain menyajikan mi sagu di tempat, Fitri juga mengembangkan mie sagu instan dan bumbu serbaguna. Ternyata keputusan itu juga tepat, saat ini produk Makcio sudah masuk ke swalayan dan pusat oleh-oleh di Pekanbaru.

“Mie sagunya sudah ada ada bumbu di dalamnya dan toping bilis (ikan teri). Bumbu serbaguna Makcio bisa digunakan untuk kreasi masak apa saja. Tinggal cemplung tanpa harus nambah bumbu apa-apa lagi. Ini dua produk unggulan kita,” sebutnya.

Ibu tiga orang anak ini mengatakan keunggulan mi sagu produksi Makcio terletak pada bumbu khas buatan sendiri. Selain itu juga tanpa pengawet, sehingga bisa bertahan hingga tiga bulan di suhu ruang.

“Rasa mi sagu Makcio juga kita ambil yang tengah-tengah, tidak terlalu pedas dan tidak manis juga. Jadi bisa dinikmati berbagai kalangan, bukan hanya orang Melayu,” sambung alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Bengkalis itu.

Sementara untuk bumbu serbaguna tidak menggunakan penyedap buatan seperti micin. Makcio memanfaatkan kaldu jamur. Tentunya juga tanpa pengawet. Untuk produksi dan pengemasan, ia memanfaatkan teknologi modern.
Fitri menyampaikan usaha bisa maju seperti saat ini tak terlepas dari dukungan BRI. Karena awal membuka usaha Makcio, ia pernah mengajukan pinjaman kredit usaha dan disetujui Rp25 juta.

“Dana segar dari BRI itu yang kita pakai untuk mengisi toko, seperti beli meja, kursi, dan pernak pernik lainnya. Alhamdulillah, usaha bisa terus berkembang seperti sekarang,” katanya.

Wakil Riau di BRI UMKM EXPO(RT) 2025
Selain itu, Fitri juga memanfaatkan berbagai program, baik pendampingan, event promosi, hingga pelatihan untuk memperluas pasar mi sagu instan dan bumbu serbaguna. Salah satu pengalaman berharga yang Fitri rasakan yakni terpilih mewakili Provinsi Riau untuk keikutsertaannya dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025.

Dalam event akbar tersebut, Fitri mengaku mendapatkan wawasan baru tentang strategi bisnis dan manajemen keuangan yang lebih baik. Termasuk juga kesempatan bertemu dengan pelaku usaha lain, untuk memperluas jaringannya.

“Awalnya ada teman yang kirim link untuk ikut kurasi UMKM Export BRI. Saya coba isi, mana tahu rezeki. Ternyata alhamdulillah dari tujuh usaha kuliner yang lolos kurasi, hanya Makcio yang terpilih untuk ikut ke ICE BSD City. Di situ saya senang sekali, apalagi semua akomodasi sudah ditanggung BRI,” ujarnya.

Bahkan dalam pameran tersebut, animo pengunjung sangat tinggi. Terbukti ratusan pcs Mi sagu instan, bumbu serbaguna, dan sambel yang dibawa dari Pekanbaru ludes terjual.

Fitri menyebut dalam event itu juga banyak calon buyer internasional yang tertarik untuk bekerja sama dengan UMKM Makcio. Hanya saja kapasitas produksi Makcio yang terbatas, membuat Fitri belum merambah pasar global.

Fitri berharap BRI bisa terus mendampingi UMKM lokal untuk bisa berdaya saing. Apalagi saat ini yang serba digital, BRI bisa membantu dengan pelatihan atau memberikan peralatan pendukung agar UMKM bisa naik kelas.

Sementara itu, Regional CEO BRI Pekanbaru, Reza Syahrizal S menyebut bahwa UMKM tetap menjadi fokus pada tahun 2025. Apalagi portofolio BRI lebih banyak konsen terhadap bidang mikro.

Reza menyebut BRI akan terus menjalankan berbagai inisiatif yang tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita membuat klaster UMKM binaan yang mana konsentrasi mengajarkan literasi masalah marketing, packaging dan manajerial supaya nasabah terus berkembang. BRI UMKM Export juga diadakaan untuk mendorong UMKM binaan bisa naik kelas dan menjangkau pasar global," tutupnya.

Seperti diketahui, BRI telah sukses menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City. Pada acara tersebut diramaikan 69 ribu lebih pengunjung, dan mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar. Serta berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Penulis: Riki



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Minyakita di Pekanbaru dijual di atas HET.(ilustrasi/int)Harga Minyakita Meroket, DPRD Pekanbaru: Solusi Pemerintah Hanya Teori untuk PHP Masyarakat
Gudang milik terduga narkoba di Rantau KopaR, Rohil dibakar warga yang geram.(foto: tribunpekanbaru.com)Warga Rantau Kopar: Narkoba Tak Diberantas, Aksi akan Lanjut Berjilid-jilid!
Marc Marquez crash di Sirkuit Le Mans, Prancis.(foto: int)Marc Marquez Bakal Jalani Operasi Ganda dan Absen Dua Seri MotoGP 2026 Usai Crash di Le Mans Prancis
  Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi.(foto: int)Ribuan Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa Dana Sawit, Pemprov Siapkan Rp62 Miliar Lagi
Jorge Martin raih podium di MotoGP Prancis 2026.(foto: int)Salip di Lap Akhir! Jorge Martin Rebut Podium MotoGP Prancis 2026
Bupati Rohil, H Bistamam didampingi Ketua TP-PKK Tatik Sri Rahayu saat mengunjungi pelaku UMKM di kawasan CFD seputaran Taman budaya, Batu 6 Bagansiapiapi.(foto: afrizal/halloriau.com)CFD Perdana Disambut Antusias Warga Bagansiapiapi, UMKM Lokal Ikut Terdongkrak
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved