PEKANBARU – Yuli Meliani tersenyum ramah saat menyambut kedatangan saya di Gerai Sangsa siang itu. Dalam toko tersebut produk-produk UMKM khas dari berbagai kabupaten/kota di Riau yang dipajang.
Seperti gula merah kelapa dari Indragiri Hilir (Inhil), Kacang Pukul asal Rokan Hilir (Rohil), Kerupuk Udang khas Kepulauan Meranti, Keripik Nenas dari Kampar, dan lainnya. Selain itu, ada juga produk fashion seperti baju, tas, jilbab dan kain tenun lainnya.
Gerai Sangsa yang beralamat di Jalan Datuk Setia Maharaja, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru itu merupakan wadah ratusan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Riau.
Yuli yang akrab disapa Teh Yuli ini juga memiliki usaha ayam ungkep dan Sambal Empat Sungai. Produknya ini sudah tersedia di berbagai toko swalayan besar di Pekanbaru hingga ke Duri, Bengkalis. Penjualannya juga laris manis.
Namun wanita berkaca mata itu tak ingin sukses sendiri. Teh Yuli juga ingin pelaku usaha lainnya juga bisa berkembang. Lalu ia memantapkan niat untuk mengajak UMKM lainnya untuk tumbuh bersama. Sehingga pada tahun 2018, dibantu Bank Indonesia (BI), tercetuslah Gerai Sangsa.
“Waktu itu saya merasa produk UMKM kita tidak kalah dari daerah lain, seperti Pulau Jawa. Hanya saja produk lokal masih butuh pendampingan. Contohnya kemasan produk makanan masih kurang menarik, lalu perizinan juga masih PIRT (produk industri rumah tangga). Sehingga bisnisnya tidak berjalan maksimal. Padahal kalau sudah ada BPOM dan sertifikasi halal, produknya bisa masuk supermarket. Pasarnya lebih luas dan menjangkau banyak konsumen,” katanya, Selasa (25/3/2025).
Dalam membantu pengembangan UMKM, Gerai Sangsa menjalin kerja sama dengan pihak perbankan, salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bersama BRI, Yuli membantu UMKM untuk memberikan pemahaman dalam mengakses modal kepada pelaku usaha.
Gerai Sangsa sudah beberapa kali menggelar pertemuan antara BRI dan pelaku usaha. Bahkan beberapa anggota sudah dibantu mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Ada yang dapat KUR Rp25 juta, Rp50 juta. Bahkan ada juga yang mengajukan Rp500 juta, tetapi masih proses di BRI. Jadi UMKM kita sangat terbantu sekali, karena KUR dari BRI aksesnya mudah dan bunganya ringan,” cerita Yuli.
Di samping itu, Gerai Sangsa juga kerap diikutsertakan dalam berbagai bazar atau event sejenis lainnya. Juga sebagai bentuk promosi, beberapa produk dari Gerai Sangsa secara khusus sudah dipajang di Menara BRI Pekanbaru.
Sementara itu Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Pekanbaru, Reza Syahrizal Setiaputra mengatakan pihaknya memang memberikan perhatian lebih kepada pelaku UMKM. Pihaknya terus meningkatkan portofolio pembiayaan untuk segmen UMKM.
Upaya ini dilakukan sebagai cara memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Untuk tahun 2025, BRI terus berkomitmen memajukan UMKM melalui pembiayaan, pembinaan, dan akses ke pasar internasional.
"Penyaluran KUR di sektor UMKM untuk tahun 2025 tetap dimaksimalkan. Dengan mendorong realisasi KUR diharapkan bisa membuat UMKM naik kelas. Di samping kita juga mensupport dengan mengadakan pelatihan dan pembinaan," ujarnya, Rabu (26/3/2025).
Apalagi UMKM punya dampak ke masyarakat sekitar cukup besar. Jika UMKM tumbuh dan berkembang, tentunya berdampak pada terbuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar usaha.
BRI berhasil sebagai mitra strategis pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Sehingga BRI mendapat penghargaan Best SME Bank in Indonesia dalam ajang The Asian Banker (TAB) Global Excellence in Retail Finance Awards 2025 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang.
Penghargaan ini bukti nyata dan semakin menegaskan posisi BRI sebagai pemimpin dalam layanan perbankan bagi UMKM di Indonesia.
Penulis: Riki