www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Francesco Bagnaia Favorit Jorge Lorenzo di MotoGP 2024
 
Manisnya Bumi Lancang Kuning: Madu Wilbi Ekslusif Siap Go Global
Sabtu, 09 Desember 2023 - 21:35:33 WIB
Wilbi Madu terpilih mengikuti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR di Jakarta Convention Center (foto/riki-halloriau)
Wilbi Madu terpilih mengikuti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR di Jakarta Convention Center (foto/riki-halloriau)

Baca juga:

Oleh: Riki Ariyanto

PEKANBARU - Lenny Listriyani kerap mendengar keluh kesah petani madu hutan di Provinsi Riau. Keindahan Bumi Lancang Kuning ternyata menyimpan potensi madu hutan yang berkualitas, namun sayang terhambat pemasaran.

Keresahan itu diketahui Lenny dari suaminya, Purnomo yang memang peneliti Litbang di Dinas Kehutanan Riau. Sekitar tahun 2000an, Purnomo memang sibuk menyusuri pedesaan, menemui kelompok petani madu.

Purnomo sering mendengar petani madu yang susah payah keluar masuk pedalaman hutan, memanjat tingginya Pohon Sialang. Ternyata penghasilan yang didapat tak sebanding.

Semua terkendala pemasaran. Petani bingung mencari pembeli madu curah. Membuat hasil panen bertumpuk di gudang, membuat harga jadi anjlok.

"Waktu itu hasil panen dari ratusan kelompok madu hutan melimpah, pernah mencapai 260 ton. Tetapi kelompok petani madu kesulitan memasarkannya. Kemudian saya bersama suami coba membantu jualkan ke kenalan, relasi-relasi. Alhamdulillah berlanjut hingga sekarang," cerita Lenny ke halloriau.com pada Selasa (28/11/2023).

Memang tak mudah, namun Lenny tak menyerah. Sebab ia yakin langkahnya ini selain membantu para kelompok tani, juga menuju impian besar untuk membuat usaha madu.

Gigihnya perjuangan Lenny dan suami membuahkan hasil. Orderan madu hutan terus berdatangan. Itu tak terlepas dari Lenny yang menjaga kemurnian madu, dengan tidak mengambil untung dengan cara oplosan.

Usaha Lenny ini kemudian didukung Dinas Perindustrian Perdagangan setempat, Pemda Kabupaten Kampar, juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Lenny juga menamai usahanya Wilbi yang terinspirasi dari kata wild bee yang bermakna lebah liar. Lalu Madu Wilbi juga sudah berbadan hukum CV terhitung tahun 2017.

"Kita juga bermitra dengan dinas untuk melakukan pembinaan bahkan menyediakan koloni lebah, guna dibagi ke masyarakat. Supaya budidaya lebah di pinggir hutan. Jadi tidak perlu sampai merambah hutan," sambungnya.

Bahkan Lenny juga memotivasi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya di Kecamatan Kuok, Kampar untuk beternak madu dari lebah geniotrigona thoracica atau kelulut. Karena lebah ini cocok untuk dibudidayakan skala perumahan. Ide tersebut ternyata disambut baik masyarakat.

Madu Wilbi juga meningkatkan mutu dan kualitas madu kemasan. Dengan menggunakan mesin agar kadar air dalam madu berkurang.

"Madu Wilbi kadar airnya bisa kita diturunkan 22 persen hingga 18 persen. Ini sudah sesuai standar BPOM dan SNI. Jadi madu kita tidak di peras, langsung masuk ke botol. Tetapi kami juga mencampur madu dengan hasil lebah yang lain, seperti bee pollen, propolis, dan royal jelly. Sehingga menjadi nilai tambah dan siap jual ekspor," katanya.

Berkat inovasi tersebut, selain mutu yang bagus, kini Wilbi sudah punya 30 varian. Terdiri dari madu herbal, madu formula, dan sabun madu. Termasuk juga menyajikan botol premium dan sasetan biar konsumen mudah mengkonsumsinya.

Madu Wilbi tercatat produk madu hutan yang pertama bersertifikat SNI. Merek produk ini terdaftar HAKI di Kemenkum HAM serta bersertifikat halal MUI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag).

Pencapaian Madu Wilbi ini ternyata tak terlepas dari Bank BRI. Saat itu dirinya mengajukan pinjaman untuk ke BRI, untuk menambah modal usahanya.

"Syukurnya waktu itu diberi pinjaman Rp50 juta pakai agunan SK PNS ke BRI, untuk dijadikan modal awal usaha madu. Kemitraan terus berlanjut dengan Wilbi Madu yang diikutkan dalam Indonesia Mall yang meupakan platform yang disiapkan BRI pada tahun 2019. Bertujuan agar UMKM bisa memperluas pemasaran melalui digital online," kata Lenny.

Bukan itu saja hubungan manis Wilbi Madu dengan BRI terus terjalin hingga kini. BRI rutin membeli produk untuk dijadikan oleh-oleh.

"Kalau mau lebaran bagi produk kita dibeli BRI mulai 100 hingga 150 packing. Juga saat ada tamu BRI seperti dari jakarta akan diberi hampers yang berisi beberapa produk, harga mulai dari Rp400 ribu hingga Rp600 ribu," sebutnya.

Kemudian bersama beberapa UMKM dari Riau, Madu Wilbi diikutsertakan ke gelaran UMKM Expo(rt) Brilianpreneur di Jakarta Convention Center yang dimulai 7 Desember 2023.

"Dari 3.500 menjadi 500 UMKM yang lolos untuk ikut ke Brilianpreneur di JCC yang diselenggarakan BRI. Kami sangat senang Madu Wilbi terpilih ikut ke event bergengsi itu," sebutnya.

Lenny berharap BRI bisa memfasilitasi business matching dan business coaching, untuk memperluas akses pasar Wilbi Madu hingga ke luar negeri. Dirinya yakin dengan kemampuan produksi Rumah Madu Wilbi saat ini.

"Rata-rata saat ini kita memproduksi 500 sampai 1.000 botol atau sesuai kebutuhan. Tetapi kalau untuk kapasitas produksi kami sebenarkan bisa 10 ribu botol madu berbagai varian. Hanya saja kendala saat ini mencari buyer. Kami butuh kerjasama dengan pihak lain, agar bisa memaksimalkan menjual Madu Wilbi ke luar negeri," sebut Lenny.

Potensi UMKM Riau Tembus Pasar Internasional

Sementara itu Yana Patriana, WKU Bidang Pengembangan Kewirausahaan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau sepakat UMKM Riau bisa go internasional. Produk khas di Riau seperti UMKM Madu Wilbi bisa diangkat potensinya untuk meraih pasar internasional.

"Dalam hal ekspor ini madu punya keunggulan lebih, karena produknya bisa dikirim dalam jumlah banyak dan tahan lama. Tantangannya diperlukan sinergitas baik perizinan dan dukungan pemerintah di dalam negeri masih perlu diperkuat," ujar owner Pisang Kuantan, Oleh-Oleh Khas Pekanbaru ini.

Dirinya mencontohkan masing-masing produk UMKM seperti Pisang Kuantan, Bolu Kemojo, Madu Wilbi dan produk lainnya bisa bersama-sama menyewa kontainer. Upaya ini juga meringatka UMKM dari beban biaya yang cukup besar.

"Pentingnya dukungan perbankan, pemerintah, Bank Indonesia (BI), KADIN, dan stakeholder lainnya bisa sinergi mendukung UMKM. Pelatihan, pembiayaan, dan pendampingan menjadi kunci kesuksesan, di mana integritas dan komitmen berperan penting," ujarnya ke halloriau.com, Jumat (8/12/2023).

Apalagi Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak lama dikenal memang sangat peduli dengan pelaku UMKM khususnya di Provinsi Riau. Kang Yana berharap BRI bisa mendorong UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin digital. Dengan penjualan daring dapat meningkatkan kapabilitas UMKM hingga go global.