www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
1.600 Personel Gabungan Amankan Kegiatan Anies Baswedan di Pekanbaru
 
Hidup Kian Sulit, Petani Inhil Menjerit Harga Kelapa dan Pinang Terjun Bebas
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 14:07:45 WIB
Petani kelapa di Inhil kian sulit penghasilannya akibat harga yang turun (foto/ilustrasi)
Petani kelapa di Inhil kian sulit penghasilannya akibat harga yang turun (foto/ilustrasi)

TEMBILAHAN-  Beban hidup petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kian berat. Pasalnya petani kelapa di Kecamatan Reteh dan Keritang menjerit harga kelapa juga pinang terus turun.

Padahal mayoritas warga di menggantungkan hidupnya dari hasil kebun kelapa. Saat harga kebun terjun bebas seperti yang terjadi sekarang, warga makin sulit perekonomiannya.

Dikutip dari mediacenter.riau.go.id, harga kelapa di Kecamatan Reteh dan Keritang cuma berkisar Rp 700 per butirnya. Harga ini terjun bebas, sebab sebelumnya kelapa sempat dihargai Rp2.600 per butir nya.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli membenarkan hal itu. Bahkan kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan ini.

"‎Memang harga pinang dan kelapa saat ini tren nya turun. Harga kopra itu tanggal 12 sampai 18 september dari Rp 5.600 per kilo turun menjadi Rp. 5.350 per kilo," kata Zulfadli, Jumat (30/9/2022) seraya menyebut harga kopra ini diprediksi akan terus menurun hingga beberapa hari kedepan.

"Mungkin dalam minggu ini turun lagi, karena kita lihat tren nya untuk harga kopra memang terus turun," ujarnya.

Namun menurut Zulfadli kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Harga kopra diprediksi akan mengalami kenaikan lagi.

"Untuk harga pinang juga mengalami penurunan dikit, dibandingkan minggu kemarin, tapi tidak signifikan penurunannya," sebutnya.

Zulfadli mengungkapkan, penurunan harga pinang dan kelapa ini disinyalir akibat banyaknya pasokan hasil panen yang masuk ke pabrik. Sehingga hukum pasar pun berlaku.

"Memang sekarang lagi banyak produksi, makanya harganya turun, biasa seperti," katanya.

Sementara saat disinggung terkait harga kelapa dan pinang di Inhil yang turun dratis , Zulfadli mengungkapkan, kemungkinan kondisi tersebut disebabkan karena kondisi wilayah yang terpencil dan akses keluar masuknya sulit. Sehingga harga murah karena ongkos transportasinya mahal.

"Ada beberapa wilayah yang jauh jarak transportasinya itu harga panenya jadi murah, karena akses keluar masuknya kan jauh," katanya. (*)

  Berita Terkait

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Bakal calon Presiden RI, Anies Baswedan.(foto: int)1.600 Personel Gabungan Amankan Kegiatan Anies Baswedan di Pekanbaru
Ilustrasi.(int)Tak Hanya Gowes, Ini Rangkaian TDSi 2022 Etape III City Race Pekanbaru Hingga Malam Nanti
Ilustrasi.(int)Gemini Harus Lebih Tenang, Pisces Tegas Jangan Mau Dimanfaatkan
  Gubernur Riau, Syamsuar saat Gernas Bergizi di SMAN 8 Pekanbaru.(foto: int)Riau Jadi Provinsi dengan Sekolah Terbanyak Ikut Gernas Aksi Bergizi Cegah Stunting
Ketua Umum DPP GM BKAG, Samuel MarpaungHadiri Perayaan Natal, Samuel Marpaung Ajak BKAG Riau Bangun Kolaborasi
Ilustrasi.(int)Semalaman Diguyur Hujan, Pagi ini Hotspot di Riau Nihil
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
JNE Pekanbaru bersilaturahmi ke kantor Halloriau.com
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved