www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Hari Ini, Riau Telah Periksa 1.912 Spesimen Swab
 
Mandiri Syariah Jadikan Literasi dan Digitalisasi Kunci Perkembangan Perbankan Syariah Nasional
Jumat, 25 September 2020 - 13:37:00 WIB
Ketua Umum Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Toni EB Subari
Ketua Umum Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Toni EB Subari

JAKARTA - Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi perbankan syariah. Hal tersebut sebagai salah satu upaya mendukung perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, selain terus mengembangkan inovasi layanan dan produk digital.

Keuangan dan perbankan syariah terbukti dapat bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19. Ini membuktikan bahwa perbankan syariah bisa menjadi penopang ekonomi nasional bersama dengan perbankan konvensional.

Saat ini perbankan syariah masih memiliki potensi yang lebih besar di Indonesia. Indeks literasi bank syariah sebesar 8,11%, sedangkan indeks inklusi sebesar 11,06%. Sementara itu, indeks literasi bank nasional sebesar 29,66%, sedangkan indeks inklusi 67,82%. Di sisi lain, market share perbankan syariah terus menunjukkan peningkatan, yakni dari sebesar 5,78% pada 2017 menjadi 6,18% pada Juni 2020.

Karena itu, peningkatan literasi perbankan syariah menjadi tantangan bagi Mandiri Syariah di masa pandemi ini. Peningkatan literasi ini diharapkan akan berbanding lurus dengan inklusi perbankan syariah kedepannya.

Ketua Umum Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Toni E.B. Subari mengungkapkan bahwa perbankan syariah di Indonesia saat ini terus berkembang dan menunjukkan pertumbuhan. Hal ini tercermin dari persentase pertumbuhan perbankan syariah, baik dari aset, pembiayaan, maupun DPK, lebih tinggi dari perbankan konvensional maupun perbankan nasional.

“Satu kuncian yang saat ini menjadi semakin penting adalah digitalisasi perbankan syariah. Kondisi pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk berinovasi sekaligus mengoptimalkan teknologi digital. Apalagi saat ini, platform perbankan digital menjadi channel utama untuk nasabah bertransaksi sehari-hari,” kata Toni saat workshop virtual dengan jurnalis nasional dan daerah, Jumat (25/9/2020), di Jakarta.

Usia perbankan syariah, jelas Toni yang juga Dirut Mandiri Syariah, masih relatif muda, dan memiliki potensi yang sangat besar mengingat Indonesia memiliki penduduk muslim yang sangat besar. Intinya adalah penguatan SDM, penguatan kemampuan untuk menarik investasi atau modal di market, penguatan teknologi sebagi core banking dan tentu saja literasi yang lebih mendalam ke pasar.

Sejalan dengan penjelasan Toni, Direktur IT, Operations & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii menyampaikan bahwa Mandiri Syariah terus menjalankan proses digitalisasi produk dengan fokus kepada customer (customer centric) untuk memenuhi kebutuhan nasabah terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Kami gencar melakukan transformasi layanan digital dan mengimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, Net Banking maupun layanan digital branch. Fokus Mandiri Syariah adalah memberikan solusi dan kemudahan bagi nasabah. Layanan seperti buka rekening online, tarik tunai tanpa kartu ATM, layanan interaktif virtual Aisyah yang dapat diakses 24/7 adalah layanan digital yang baru dimiliki Mandiri Syariah hingga saat ini,” pungkas Achmad Syafii.

“Selain digitalisasi, kunci dari perkembangan Perbankan Syariah adalah bagaimana masing-masing perbankan syariah bisa berfokus pada strategi yang customer-centric dan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan tentu berijtihad dengan tetap mengikuti Maqashid Syariah,” kata Toni.

Mandiri Syariah, menurut Toni, telah membuktikan bahwa digitalisasi dan fokus customer-centric bisa menopang kinerja, terlebih pada saat pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung. (rilis)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Penandatanganan rancangan penggabungan Bank Syariah.Rampungkan Rencana Marger 3 Bank Syariah, Jadi Bank Syariah Nasional Terbesar
Dirut Mandiri Syariah Toni EB Subari (kiri),
Direktur Distribution and Sales Mandiri Syariah Anton Sukarna (kanan) foto bersama  usai penandatanganan perjanjian kerjasama secara virtual di Jakarta, Senin (19/10/2020). Mandiri Syariah Dipercaya dan Ditunjuk BPKH Sebagai Pemberi Layanan Kustodian Rp5,5 Triliun
Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni EB Subari.Mandiri Syariah Siap Bersinergi Ciptakan Bank Syariah Modern & Inovatif untuk Nasabah
  Penyerapan gas bumi PGN di tujuh sektor indutri tertentu menunjukkan tren naik dari bulan Agustus 2020.Sinergi PGN dan Kebijakan Pemerintah, Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional
Foto bersama.PGN Dorong Perekonomian Daerah dan Nasional di Proyek Pipa Minyak Rokan
Direktur Distribusi & Sales Mandiri Syariah Anton Sukarna.Ajak Nasabah Maknai Ibadah Haji, Mandiri Syariah Selenggarakan Webinar Series Haji

 
Berita Lainnya :
  • Hari Ini, Riau Telah Periksa 1.912 Spesimen Swab
  • Pilkada Riau, 1.290 PPS Mulai Tempel Pengumuman DPT
  • Rumah Yatim Ajak Gerakan S3
  • Corona Kembali Renggut Nyawa Warga Mandau, Total Positif Covid-19 hingga Hari Ini 836 Kasus
  • Sebulan Kampanye Pilkada Riau, Sudah 2.801 Kali Terjadi Pertemuan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Exit Meeting Pelaksanaan Audit BPKP
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved