www.halloriau.com

Ekonomi
BREAKING NEWS :
DP2KBP3A Rohil Buka Bimtek Konvensi Hak Anak, Peserta Dibagi Dua
 
Polemik Kepengurusan PC FSP NIBA KSPSI Kabupaten Kampar, Ini Kata Buyung Achmad
Rabu, 16 September 2020 - 11:18:50 WIB
Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP NIBA KSPSI).
Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP NIBA KSPSI).

PEKANBARU - Ketua PD Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP NIBA KSPSI), Provinsi Riau Rukiah Indrawati menegaskan, pihaknya tidak mengakui dan juga tidak menerima adanya kepengurusan FSP NIBA KSPSI lainnya.

Dia menilai, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, susunan pengurus PD FSP NIBA KSPSI Provinsi Riau di bawah kepemimpinannya itu, termasuk PC FSP NIBA KSPSI Kampar, sudah tercatat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau.

Jadi, sehubungan adanya kepengurusan lain, pihaknya akan mengambil tindakan dan langkah-langkah hukum tepat. Pernyataan ini muncul pada pemberitaan sebuah media online di Kampar, kemarin. 

Munculnya statemen ini, ditanggapi kubu lainnya, yakni kepengurusan PD FSP NIBA KSPSI Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, di bawah kepemimpinan Andi Gani Nawuwe (AGN).

"Kita tak terima ini, kita siap perkarakan atau gugatnya dengan yang menyatakan bahwa NIBA yang mereka punya benar," tegas Ketua PD FSP NIBA KSPSI Provinsi Riau Erik Surya melalui Ketua PC Kota Pekanbaru Buyung Achmad Chan, SH, MH kepada halloriau.com, Rabu,(16/9/2020).

Sebenarnya, dia bercerita, kalau FSP NIBA KSPSI yang berada di Kabupaten Kampar itu, di bawah kepemimpinan Bibit Gunawan Ketua Provinsi Riau dipimpin oleh Rukiah Indrawati, masuk dalam sektor di bidang perbankan Bank BCA, bukan sektor umum.

"Sementara yang FSP NIBA KSPSI di Kota Pekanbaru, kepemimpinannya Andi Gani Nawuwe (AGN) Ketua Provinsi Riau dipimpin oleh Erik Surya dan Ketua PC Kota Pekanbaru Buyung Achmad Chan, sektornya umum," cerita dia.

Sejarahnya, menurut dia, FSP NIBA KSPSI kepimimpinan AGN ini memiliki hak cipta logo sekarang ini, diberikan dari Kemenkum Ham Provinsi Riau termasuk SK, sudah 50 tahun. Katanya, ini jelas pemegang tinggi bukan hanya sekedar serikat pekerjanya.

"Pada hal, NIBA Umum ini tertera di Kemenkum Ham Riau hak ciptanya FSP NIBA KSPSI itu, pemegang Hak Patennya Andi Gani Nawuwe (AGN) yang diciptakan oleh Benjamin Bifer selama 50 tahun. Artinya tak boleh NIBA lain menggunakan logo itu. NIBA yang ada di Indonesia itu Umum," tuturnya.

Lain hal kata FSP NIBA Kampar di bawah kepemimpinan Bibit Gunawan. Menurut dia, dulunya hanya sektor pegawai Bank BCA. Seiring berjalan semakin besar sehingga malah menggunakan tubuh sektor NIBA Umum.

"Taunya kami sejak tahun 2020, ketahuannya Buk Rukiah Indrawati dapat SK dari Bibit Gunawan. Sebelumnya tidak pernah dapat SK maupun dari Pusat. Jadi mereka jalankan roda organisai NIBA ilegal, yang mengaku sudah 20 tahun," katanya.

Kepalang basah, Buyung menyatakan bahwa selama ini mereka menjalankan milik NIBA AGN Umum. Sehingga muncullah adanya pernyataan mereka lah yang benar (Asli). Kondisi ini malah menimbulkan gesekan hingga menjadi pemicu persoalan yang terjadi di Kampar dan Pekanbaru.

"Rasa solidaritas kami terganggu dengan adanya pernyataan atas namakan bahwa mereka 'Benar'. Selaku NIBA Kota Pekanbaru kami tak terima itu," tegasnya.

Menurut dia, pihaknya akan lebih menerima lagi, seandainya pernyataan mereka tadi dilakukan dengan langkah hukum di Pengadilan. Di sanalah yang bisa memutuskan layak tidaknya serikat itu benar atau tidaknya. 

"Kami hargai itu (Pengadilan,red) supaya salah satu serikat tak boleh buat pernyataan seolah mereka resmi kalau tidak diputuskan dari Pengadilan. Di sana yang bisa putuskan serikat ini benar atau tidak," akunya.

Namun, Buyung mengaku belum membuat mediasi permasalahan ini ke pihak Kampar ataupun ke Disnaker. Menurut dia, pihaknya telah mempersiapkan tim ke Kampar agar jelas persoalannya. 

"Kita belum mediasikan masalah ini ke Kampar. Tim sudah dipersiapkan, terkait ini Disnaker supaya paham juga. Jangan asal keluarkan saja dan juga jangan berpihak ke salah satu serikat kalau tidak memahami struktur dari pusat ke paling rendah," ungkapnya.

Mengenai legal tidaknya serikat itu, tidak dapat diukur dalam pencatatan organisasi itu. Dia menegaskan SK lah yang menentukan kelegalan serikat itu mulai dari pusat provinsi kabupaten kota sesuai urutan dan standarnya. 

"Jadi bukan sebuah pencatatan yang dibanggakan, lantas bisa menyatakan serikat itu legal. Itu bisa-bisa saja dicatat siapa saja boleh, tapi harus dinilai dulu apakah status struktur mereka legal mulai dari pusat hingga bawah," tegasnya.

Tak sampai di sana, Buyung bahkan mengaku akan menuntaskan permasalahan ini ke jenjang pimpinan tertinggi. Berharap bisa menarik kembali benang yang lama kusut ini, agar dapat normal, tanpa adanya permasalahan di kemudian hari.

"Kami siap menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan masalah terkait serikat di tetangga kita (Kampar,red). Kami juga akan laporkan ke pimpinan provinsi daerah hingga federasi untuk mencermati permasalahan serikat ini," pungkasnya. 

Penulis : Helmi 
Editor: Yusni Fatimah

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Sales Area Manager Indosat Ooredoo Pekanbaru Helmar Dodi berfoto bersama wartawan.Fokus di Kampar dan Rohul, IM3 Ooredoo Akan Tambah BTS Tahun Ini
MTQ Riau di Kampar.Selama MTQ ke-38 Provinsi Riau, Terjadi Perputaran Uang Puluhan Miliar di Kampar
  Bupati Kabupaten Pelalawan H.M. Harris menandatangani prasasti tanda diresmikannya Kantor Kas Bank Riau Kepri Kuala Kampar, Kamis (8/11/2018). Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Utama Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari, Ketua DPRD Pelalawan Nazaruddin, SH, MH, Anggota DPRD Riau Sewitri, SE, Dandim 0313 Pelalawan Letkol. Inf. Aidil Amin, Kapolres Pelalawan AKBP. Kaswandi Irwan, Camat Kuala Kampar T. Eddy Zuchyar, S.Sos, Komut HR. Mambang Mit beserta Komisaris Independen Taufiqqurahman dan Pemimpin Bank Riau Kepri Cabang Pangkalan Kerinci Faisal Zamri.Kantor Kas Bank Riau Kepri Kuala Kampar-Pelalawan Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
  PTPN VPTPN V Beri Bantuan Program Kemitraan Rp10 Miliar pada Masyarakat Kampar
IlustrasiIndustri Kecil Menengah Air Minum Kemasan asal Kampar Terima Sertifikat SNI
Foto bersama usai peresmian Gerai Garuda IndonesiaPermudah Pelayanan ke Masyarakat, Garuda Indonesia Buka Gerai di Bangkinang

 
Berita Lainnya :
  • DP2KBP3A Rohil Buka Bimtek Konvensi Hak Anak, Peserta Dibagi Dua
  • Merasa Bersalah Adik Tirinya Menangis, Remaja 14 Tahun Gantung Diri
  • Wabup Kuansing Non Aktif yang Juga Calon Bupati Terkonfirmasi Positif Corona
  • STOP! Jangan Sebar Data Pribadi Pasien Covid-19
  • Startup Bitcoin Ini Kerjasama dengan Perusahaan BUMN untuk Terapkan Prototype Kliring di Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Exit Meeting Pelaksanaan Audit BPKP
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved