www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Mabes Polri Supervisi Pengamanan Operasi Mantap Praja Lancang Kuning di Inhu
 
Prof Wiwit Kenalkan Pupuk Seresah, Siap Kerja Sama dengan BUMP Riau Produksi Skala Besar
Senin, 07 September 2020 - 10:33:19 WIB
Prof Wiwit memperknalkan Pupuk Seresah.
Prof Wiwit memperknalkan Pupuk Seresah.

PEKANBARU - Sampah daun dan ranting serta cabang-cabang tanaman yang sudah lapuk dan gugur ke tanah, ternyata bisa jadi emas hitam berharga yaitu jadi pupuk organik yang menyuburkan berbagai tanaman.

Pupuk ini ditemukan dan dikembangkan Prof Dr Antonius YPBC Widyamoko, MAgr atau biasa disapa Prof Wiwit yang merupakan lulusan S3 dari Universitas Kyushu Jepang. Minggu (6/9/2020). Ia memperkenalkan pupuk yang diberi nama Seresah itu kepada para petani dari Desa Muara Dua, Siak Kecil, Bengkalis di Pusdiklat BUMP Korwil Riau.

"Pupuk organik ini sudah diekspor ke Jepang sejak beberapa tahun lalu. Pupuk sampah organik yang disebut pupuk organik Seresah ini berkesimbangunan menyuburkan tanaman, beda dengan pupuk kimia seperti TSP. Kalau terus menerus TSP ditabur di tanah untuk tanaman lama-lama tanaman sulit menyerap unsur hara lainnya dan tanah makin tak subur," jelasnya.

Hadir di lokasi Pusdiklat itu, Direktur Operasional BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) Anton Mart Irianto, Ketua Seknas BUMP Indonesia Dr Ir Edi Waluyo didampingi Eddy Purjanto, Korwil BUMP Riau Alexander Pranoto didampingi Sekretaris Satria Utama Batubara dan sejumlah pengurus Aliansi Pewarta Pertanian Indonesia.

Menurut Prof Wiwit, penemuannya di pupuk organik "Seresah" ini belajar dari hamparan hutan Kenapa hutan itu subur, ternyata subur karena dapat asupan pupuk dari sampah, ranting-ranting dan cabang tanaman itu sendiri yang gugur ke tanah.

"Ternyata sampah daun yang sudah kering dan gugur, ranting, cabang-cabang tanaman yang sudah lapuk itu sangat bernilai tinggi, dan kalau di tanah anda sampah daun kering yang gugur jangan dibakar, tapi tumpukkan ke tanaman agar menjadi pupuk dan dapat diolah oleh berjuta-juta bakteri di tanah, dan tanah jadi subur," kata Prof Wiwit.

Kunjungan Prof Wiwit yang akrab dipanggil Pak Anton asal Klaten Jawa Tengah ini dalam rangka rencana kerjasama dengan Seknas BUMP Indonesia Korwil Riau dalam hal pemupukan organik agar tanaman panennya melimpah dan berkualitas.

Menurut Korwil BUMP Riau Alexander Pranoto, saat ini petani sawit di Kuansing berencana melakukan penanaman jagung sebagai tanaman sela, kaeena itu dibutuhkan lerawatan lahan secara maksimal agar jagung tumbuh dengan baik dan menuai hasil maksimal.

Di Kabupaten Kuantansingingi Riau ada sekitar 8.800 ha potensi perkebunan sawit yang akan diremajakan, di sela tanaman sawit yang baru ditanam itu ada 3.000 ha bisa ditanam jagung. Di Desa Muaradua Bengkalis Riau juga ada potensi 8.000 ha perkebunan sawit yang akan diremajakan. Di Rengat Kabupaten Inhu Riau ada sekitar seluas 3.000 hingga 5.000 ha potensi lahan yang bisa ditanam padi.

Mendengar potensi tersebut, Prof Wiwit mengatakan dirinya siap membantu petani di Riau untuk mengelola lahan dengan memberi pupuk yang benar.

"Untuk pengiriman pupuk organik Seresah dari Klaten Jawa Tengah ke Riau mungkin tak mungkin. Karena kebutuhan untuk lokal Klaten saja cukup besar sekitar 5.000 ton per bulan dan tak bisa melayani permintaan Riau. Mungkin ke depan pupuk organik seresah ini dibuat di Pekanbaru di BUMP Korwil Riau. Nanti saya kirim tim ahli dari Klaten Jateng. Apalagi sampah daun, ranting tanan yang sudah lapuk kering melimpah di Riau," kata Prof Wiwit.

Usulan ini disambut baik oleh Ketua Seknas BUMP Indonesia Dr Ir Edi Waluyo dan Korwil BUMP Riau Alexander Pranoto. Untuk teknis kerja sama kedua belah pihak akan dibahas pada kesempatan berikutnya.

"BUMP sangat senang dengan kesediaan Prof Wiwit membantu gerakan BUMP meningkatkan produksi pertanian di Riau. Apalagi saat ini BUMP Korwil Riau sedang membangun Pusdiklat yang nantinya semakin lengkap dengan adanya workshop pupuk. Semoga rencana ini dapat berjalan lancar," harap Ketua Seknas, Dr Edi Waluyo, MM. (rilis)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Prof Wiwit memperknalkan Pupuk Seresah.Prof Wiwit Kenalkan Pupuk Seresah, Siap Kerja Sama dengan BUMP Riau Produksi Skala Besar
IlustrasiKelola Blok Rokan, Pertamina Targetkan Sumbang 60 Persen Produksi Minyak RI
Presiden Joko Widodo.Kunjungi Pelalawan, Presiden Jokowi Resmikan Fasilitas Produksi Rayon dan Benang Terbesar di Indonesia
  Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati saat peresmian pengaliran gas ke pembangkit listrik Badan Operasional Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako di Kabupaten Siak, Riau, Jumat (28/8/2020). Foto: AntaraTingkatkan Produksi Minyak, Pertagas Alirkan Gas ke Pembangkit Listrik BOB di Siak
Pertamina EP raih penghargaan di ajang HSSE Award.Pertamina EP Raih 23 Penghargaan di Ajang HSSE Award 2020
IlustrasiPertumbuhan Produksi Industri Manufaktur di Riau Masih Kalah dari Nasional

 
Berita Lainnya :
  • Mabes Polri Supervisi Pengamanan Operasi Mantap Praja Lancang Kuning di Inhu
  • Satpol PP Dumai Warning PKL Jualan di Bahu Jalan Pasar Bundaran
  • Polda Riau Belum Tetapkan Status PT BMI Terkait Kasus Kebakaran Lahan
  • Bertambah 282 Kasus, Total Terkonfirmasi Covid-19 Riau 12.600 Kasus
  • Hadapi Lonjakan Wisatawan Luar Daerah, Pemko Dumai Gelar Pelatihan Manajemen Homestay
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Exit Meeting Pelaksanaan Audit BPKP
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved