www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Sudah 48 Orang Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu di Korea Selatan
 
PLN Catat 4,3 Juta Pelanggan Alami Kenaikan Tagihan Listrik 20 Persen
Selasa, 09 Juni 2020 - 15:18:09 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat lonjakan tagihan listrik rata-rata 20 persen terjadi pada 4,3 juta pelanggan pascabayar saat masa kerja dari rumah (work from home) pada April-Mei 2020.

Jumlah itu sekitar 12,46 persen dari total pelanggan pascabayar yang mencapai 34,5 juta pelanggan.

Jumlah pelanggan dengan kenaikan tagihan terbanyak ada di kisaran 20 persen sampai 50 persen sebanyak 2,4 juta pelanggan. Di luar itu, ada pelanggan yang tagihan listriknya naik 200 persen, 500 persen, sampai 1.000 persen.

"Kemudian ada yang naik 200 persen, itu sekitar enam persen dari yang naik 20 persen (258 ribu pelanggan). Tapi yang naik 200 persen, lima kali lipat," ujar SEVP Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono dalam diskusi virtual, Senin (8/6/2020) dikutip dari cnnindonesia.

Bahkan, berdasarkan laporan yang masuk ke PLN, ada kenaikan tagihan listrik 10 kali lipat di rumah kosong.

"Ya logikanya harusnya tidak, tapi memang ada keluhan itu. Kami cek di lapangan, rupanya kosong, tapi beberapa waktu diisi. Misal itu kontrakan, kos, itu bulan berikutnya diisi jadi dari rata-rata rendah, terus tidak kosong lagi, jadi naik. Ada yang sampai 10 kali lipat, setelah covid-19 ini diisi sampai 10 orang lebih dan naik memang penggunaannya," terang dia.

Yuddy mengatakan secara umum kenaikan terjadi karena tiga hal. Pertama, pemakaian listrik pelanggan kerap meningkat selama masa WFH.

Hal ini dikarenakan aktivitas kerja dan sekolah yang semula dilakukan di luar rumah kini harus dilakukan di rumah. Begitu pula dengan hiburan, misalnya nonton drama korea alias drakor.

"Pas WFH itu, drakor jadi banyak yang tahu, karena kegiatannya di rumah. Jadi nonton drakor di rumah, main game sepanjang waktu di rumah. Ini hiburan yang hindari keluar rumah dan berhubungan dengan listrik," katanya.

Kedua, pemakaian listrik juga semakin bertambah karena momen bulan puasa. "Ramadan kita (masyarakat) bangun lebih awal, masak, dan lainnya. Lampu nyala semua jadi lebih panjang sehingga ada kenaikan dari bulan sebelumnya," tuturnya.

Ketiga, ada perubahan sistem catat meter kWH penggunaan listrik dari sebelumnya rata-rata menjadi riil pada bulan pemakaian.

Sementara untuk pelanggan prabayar, Yuddy mengatakan kemungkinan ada kenaikan meski biasanya tidak terasa bagi pelanggan karena pembayaran sesuai dengan pembelian token sebelum penggunaan.

"Mau pasca dan pra itu sama saja, beda bayar depan belakang saja. Kalau prabayar mungkin tidak berasa karena abis, beli token, abis, beli token. Kalau pascabayar kan langsung berasa. Jadi lebih ke pola konsumsi listrik saja," tandasnya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi.Antisipasi Tagihan Bengkak, Ini Skema Perlindungan Lonjakan dari PLN
  General Manager PT PLN (Persero) UIWRKR, Daru Tri Tjahjono.Soal Lonjakan Tagihan Listrik, Begini Penjelasan PLN Wilayah Riau Kepri

 
Berita Lainnya :
  • Sudah 48 Orang Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu di Korea Selatan
  • Dunia Pers Riau Berduka, Wartawan Berdedikasi Itu Mendahului Kita
  • Tegakkan Disiplin Prokes Covid-19, Polsek Tanah Putih dan Koramil 02 Terus Lakukan Operasi Yustisi
  • Libur Cuti Bersama, Sekda Kepulauan Meranti Imbau ASN Tak Keluar Daerah
  • Dari 294 Kasus Baru Covid-19 Riau Hari Ini, Pekanbaru Sumbang 121
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Exit Meeting Pelaksanaan Audit BPKP
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved