www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
30 Ton Gulas Pasir Ilegal di Bengkalis Dimusnahkan, Dikemas dalam 600 Karung
 
Mahal, Pertamina Disarankan hanya Jual 4 Jenis BBM
Kamis, 30 April 2020 - 09:15:38 WIB
SPBU.
SPBU.

JAKARTA - Hasil riset Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) sejak 2005 menunjukkan bahwa pemerintah dan PT Pertamina (Persero) tidak menggunakan acuan atau kualitas yang setara dengan negara-negara lain dalam menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Akibatnya, rakyat Indonesia mendapatkan BBM dengan harga relatif mahal, namun tak sebanding dengan kualitasnya.

Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin (Puput) pun melihat, ada indikasi harga BBM yang diberlakukan selama ini terlalu mahal. Menurutnya, kelebihan margin biaya hanya dinikmati oleh para ‘parasit harga’.

Di sisi lain, sebelum berusaha menaikkan harga BBM, pemerintah disarankan menyesuaikan kualitas BBM dengan kebutuhan teknologi. Hal itu mengingat, saat ini teknologi kendaraan yang dimandatkan adalah standar Euro 4.

Guna memudahkan pengendalian harga dan kualitas BBM ini, Puput menyarankan ada spesifikasi minimum jenis BBM. Dia pun merekomendasikan Pertamina memproduksi dan menjual hanya empat jenis BBM.

"Bensin RON 92 kadar sulfur maksimum 50 ppm, Bensin RON 95 kadar sulfur maksimum 50 ppm, Solar CN 51 dengan kadar sulfur maksimum 300 ppm, dan Solar CN 53 dengan kadar sulfur maksimum 50 ppm," kata Puput dalam webinar, Rabu (29/4/2020).

Sebagaimana diketahui, bensin RON 88 atau Premium saat ini masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat berpendapatan rendah. Apabila BBM jenis ini dihilangkan, tentu akan menambah beban pengeluaran mereka.

Mengenai hal ini, Puput kembali menyerahkan kepada pemerintah dan Pertamina untuk lebih transparan dalam memformulasikan harga BBM. Sebab, menurut catatan KPBB, dibandingkan Australia, Amerika Serikat, maupun Malaysia, harga pokok BBM di Indonesia masih terlalu mahal.

Oleh karenanya menurut Puput, jika penentuan harga dilakukan secara transparan dan tidak ada permainan, maka masyarakat Indonesia bisa mendapatkan BBM dengan kualitas baik namun dengan harga terjangkau. "Jadi, sebenarnya ya kita tahu kalau Premium 88 dan Solar 48 dihapus, itu kebutuhan rakyat kecil, solusinya kan harus restrukturisasi harga," katanya.

"Yang kami harapkan hanya RON 92, RON 95 atau 98, Solar 51 dan Solar 53. Kan bukan berarti harganya harus mahal. Kita belajar dari Malaysia atau Australia," sambungnya.

Australia, lanjut Puput, bisa mendapat RON 95/S10ppm dengan harga pokok penjualan Rp 1.529,14 per liter. Jenis BBM ini kualitasnya lebih tinggi dari Pertamax Turbo yang harga pokok penjualannya mencapai Rp 7.387,50 per liter.

Indonesia juga bisa belajar dari Malaysia yang harga BBMnya lebih stabil, karena adanya subsidi fleksibel. Artinya, ketika harga minyak dunia turun, maka BBM dikenakan pajak. Sementara itu, ketika harga minyak dunia naik, maka pemerintah memberikan subsidi.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiKelola Blok Rokan, Pertamina Targetkan Sumbang 60 Persen Produksi Minyak RI
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri UsmanHarga Wajar Pertamax Rp 5.700 Perliter Mulai 1 Juni 2020
Pertamina menyerahkan bantuan ke panti asuhan An Nuur Kota DumaiPeringati Nuzulul Quran di Masa Pandemi, Pertamina Santuni 500 Anak Yatim
   Pertamina Dumai melakukan disinfektan ruas jalan Kota Dumai untuk cegah penyebaran virus Corona.Pertamina Dukung Program Disinfeksi Ruas Jalan Kota Dumai Cegah Penularan Covid-19
Walikota Dumai ketua gugus tugas Covid-19 Dumai H. Zulkifli As menerima bantuan APD dari Pertamina Dumai.Hingga Medio Mei, Pertamina Peduli Telah Salurkan 1,3 Miliar Bantuan Covid-19 di Riau dan Jambi
Di tengah Pandemi Covid-19 pegawai Pertamina tetap bekerja memenuhi kebutuhan pasokan minyak Nasional.Beroperasi 24/7 di Masa Covid-19, Kilang Pertamina RU II Tetap Komitmen Pasok Kebutuhan Energi Nasional

 
Berita Lainnya :
  • 30 Ton Gulas Pasir Ilegal di Bengkalis Dimusnahkan, Dikemas dalam 600 Karung
  • Dikelola Bapeda, Pajak Parkir hingga Juni 2020 Meroket Capai 750 Persen
  • Pegawai Swasta Dapat Bantuan Rp 600 Ribu, Apa Tujuannya?
  • BNPP Lakukan Monitoring dan Evaluasi Program Perbatasan di Bengkalis
  • Pilkada Kepulauan Meranti, Bacalon Diminta Segera Berkoordinasi dengan KPU
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Rotte Foundation Kunjungi Metro Riau Group
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved