www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Mabes Polri Supervisi Pengamanan Operasi Mantap Praja Lancang Kuning di Inhu
 
Tanam Cabai di Pekarangan Rumah, Pria di Selatpanjang Ini Raup Untung Belasan Juta Rupiah
Sabtu, 14 Maret 2020 - 11:49:28 WIB
Firdaus sedang memanen cabai di kebun yang memanfaatkan lahan perkarangan rumahnya.
Firdaus sedang memanen cabai di kebun yang memanfaatkan lahan perkarangan rumahnya.

SELATPANJANG - Pemanfaatan potensi lahan terbatas bukan menjadi penghalang untuk bertani dan bahkan bisa meraup penghasilan dengan keuntungan yang besar.

Memanfaatkan lahan perkarangan rumah seluas 1.500 M2, warga Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi ini mampu menghasilkan belasan juta rupiah dari hasil panen.

Firdaus (40) warga Kelurahan Selatpanjang Timur yang memanfaatkan halaman rumahnya di Jalan Permai Ujung itu mengatakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai merah diawali dengan proses pengolahan lahan.

Perawatan tanaman cabai merah yang berjumlah 3000 batang di atas 65 gundukan itu menurut Firdaus dilakukan secara insentif. Sebab sejak dipindahkan dari persemaian pada usia 30 hari tanaman cabe harus berhadapan dengan organisme pengganggu tanaman.

"Untuk lama penyemaian itu waktunya satu bulan dan mulai tanam sampai panen itu waktunya hanya tiga bulan saja. Untuk perawatan kita menggunakan racun khusus untuk hama, karena usia cabai saat ini sangat rentan dengan hama yang merontokkan daun," kata Firdaus, Sabtu (14/3/2020) siang.

Pada satu kali proses penanaman cabai, Firdaus mengatakan mengeluarkan biaya untuk pengolahan lahan seperti pembelian mulsa plastik, pupuk dan obat-obatan. Selain itu kotoran hewan juga digunakan untuk pupuk.

"Tanaman untuk 3000 batang ini modal diperkirakan sebesar Rp15 juta," kata Firdaus.

Untuk pengolahan lahan perkarangan itu, Firdaus hanya dibantu anaknya.

"Dengan lahan sebesar ini kami cukup berdua saja mengolahnya dan ini pun hasilnya sudah luar biasa," tuturnya.

Sementara itu dikatakan, jika harga melonjak naik, maka untung yang didapatkan bisa berkali-kali lipat.

"Saat ini untuk penjualan kami pasarkan di wilayah Selatpanjang dengan harga Rp40 ribu perkilo mengikut harga pasaran. Itupun permintaan tidak mencukupi," katanya.

Ditambahkan saat ini dirinya sudah memanen sebanyak ratusan kilogram.
 
"Untuk 3000 batang itu dalam hitungan cabai yang sehat menghasilkan 0,75 kilogram perbatangnya. Saat ini sudah memasuki panen yang kelima belas dan sudah sebanyak 340 kilo yang dipetik. Dan dengan harga segitu modal sudah tertutupi," ujarnya.

Saat ini cabai yang belum dipanen masih banyak, dari sisa itu bisa dihitung berapa keuntungan yang didapat.

"Cabai yang belum dipanen masih banyak, perkiraan masih ada sekitar 250 kilo dan itulah untuk keuntungannya. Kalau harga sedang tinggi, maka modal akan cepat balik," ungkap Firdaus.

Lelaki kelahiran Teluk Belitung ini juga mengatakan kenaikan harga cabai tidak menjadi persoalan ketika masyarakat mau giat menanam tanaman ini di pekarangan rumah masing-masing. Dengan menanam cabai untuk kebutuhan sendiri, kata Firdaus, akan diperoleh cabai segar, menekan pengeluaran belanja rumah tangga dan menekan inflasi.

"Gerakan untuk menanam cabai di perkarangan rumah manfaatnya sangat besar," kata dia. 

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Petani cabai program DMPA di Kabupaten Bengkalis.Didukung Program DMPA, Petani Cabai Desa Penaso Jaga Produktivitas di Masa Pandemi
Cabai merah.Pantauan Disperindag Riau: Harga Cabai Merah Naik, Tapi Masih Taraf Normal
Cabai dan beras.Harga Beras di Pekanbaru Stabil, Cabai Merah Medan Merangkak Naik
  Firdaus sedang memanen cabai di kebun yang memanfaatkan lahan perkarangan rumahnya.Tanam Cabai di Pekarangan Rumah, Pria di Selatpanjang Ini Raup Untung Belasan Juta Rupiah
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.Produksi Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Merangkak Naik
Cabai merah.Cabai Merah dan Ikan Serai Penyebab Riau Alami Deflasi 0,16 Persen di Bulan Desember 2019

 
Berita Lainnya :
  • Mabes Polri Supervisi Pengamanan Operasi Mantap Praja Lancang Kuning di Inhu
  • Satpol PP Dumai Warning PKL Jualan di Bahu Jalan Pasar Bundaran
  • Polda Riau Belum Tetapkan Status PT BMI Terkait Kasus Kebakaran Lahan
  • Bertambah 282 Kasus, Total Terkonfirmasi Covid-19 Riau 12.600 Kasus
  • Hadapi Lonjakan Wisatawan Luar Daerah, Pemko Dumai Gelar Pelatihan Manajemen Homestay
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Exit Meeting Pelaksanaan Audit BPKP
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved