www.halloriau.com

Ekonomi
BREAKING NEWS :
BPJS Diminta Percepat Pencairan Klaim Biaya Pasien Covid-19 ke RS
 
Riau Defisit Pangan, Produksi Beras Tahun 2019 Turun 13,13 Persen
Rabu, 04 Maret 2020 - 16:38:04 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Kemampuan Provinsi Riau untuk secara swadaya memenuhi kebutuhan pangan warganya dari komoditas beras, mengalami penurunan karena produksi beras pada tahun 2019 turun 13,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau di Pekanbaru, Rabu (4/3/2020), produksi beras di daerah berjuluk "Bumi Lancang Kuning" itu pada 2019 mencapai 131.820 ton. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 20.270 ton atau 13,33 persen dibandingkan 2018.

BPS bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN), Badan Informasi dan Geospasial (BIG), serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memperbaiki metodologi perhitungan luas panen dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA).

KSA memanfaatkan teknologi citra satelit yang berasal dari BIG dan peta lahan baku sawah yang berasal dari Kementerian ATR/BPN untuk mengestimasi luas panen padi.

Angka produksi beras tersebut merupakan hasil konversi produksi padi menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk. Produksi padi di Riau pada 2019 diperkirakan sebesar 230.870 ribu ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami penurunan sebanyak 35.500 ton dibandingkan 2018.

"Luas panen padi di Riau pada 2019 diperkirakan sebesar 63.140 hektare (ha) atau mengalami penurunan sebanyak 8.310 ha (11,63 persen) dibandingkan tahun 2018," kata Kepala BPS Riau, Misfaruddin dukutip dari antarariau.

Ia mengatakan pada 2019 terjadi kenaikan produksi padi yakni di Kabupaten Bengkalis yang mencapai 4.132 ton GKG dan Kota Pekanbaru satu ton.

Namun, peningkatan produksi tersebut tidak sebanding dengan penurunan produksi padi di 10 kabupaten dan kota lainnya. Bahkan, tiga daerah sentra produksi padi yang selama ini menjadi lumbung beras untuk Riau mengalami penurunan produksi.

Seperti di Kabupaten Indragiri Hilir, produksi padi menurun 1.369 ton GKG. Kemudian di Rokan Hilir produksinya turun 7.123 ton dan Siak turun 1.291 ton. Bahkan, penurunan produksi padi paling tinggi terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi yang mencapai 10.202 ton GKG.

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar pada jumpa pers satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Riau Edy Natar, menyatakan Pemprov Riau fokus untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan menurunkan kesenjangan pendapatan melalui peningkatan daya saing sektor unggulan.

Pada sektor pertanian, ia mengatakan Pemprov Riau melakukan kegiatan prioritas seperti rehabilitasi sawah terlantar, optimalisasi lahan rawa, perluasan areal tanam baru, perbaikan infrastruktur dan peningkatan produktifitas.

"Capaian 2019, rehabilitasi sawah terlantar 73 hektare, perluasan areal tanam baru 2.508,8 hektare, perbaikan infrastruktur capaiannya 1.100 meter irigasi tersier, serta perbaikan dua unit pintu air dan dua unit bangunan bagi 546 hektare," kata Syamsuar.

Meski begitu, upaya pemerintah daerah belum banyak mendongkrak produksi padi. Bahkan, Riau hingga kini hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan beras untuk populasi penduduknya yang mencapai sekitar 6 juta jiwa. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Acara jumpa media yang dilakukan secara daring, Selasa (23/6/2020).KBI dan Bappebti Dorong Masyarakat Manfaatkan Sistem Resi Gudang
IlustrasiBPS Sebut Nilai Ekspor Riau Februari 2020 Naik 4,28 Persen
IlustrasiNilai Ekspor Riau 2019 Anjlok 22,27 Persen, Ini Sebabnya
  IlustrasiBPS Catat Riau Alami Inflasi 0,54 Persen
IlustrasiRiau Defisit Pangan, Produksi Beras Tahun 2019 Turun 13,13 Persen
Ilustrasi.Hingga November 2019, Neraca Perdagangan Riau Surplus 9,7 Miliar Dolar AS

 
Berita Lainnya :
  • BPJS Diminta Percepat Pencairan Klaim Biaya Pasien Covid-19 ke RS
  • Pelamar Lulus Administrasi Penerimaan Tenaga Kontrak Kesehatan Penanganan Covid-19
  • Diskominfo Pekanbaru Siap Luncurkan Aplikasi untuk Penanganan Covid-19
  • Mitos dan Fakta Berjemur Bisa Cegah Virus Corona
  • Buron 5 Tahun, Tersangka Pasutri Dugaan Penipuan Tanah di Kampar Malah Berubah Jadi Tahanan Kota
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Exit Meeting Pelaksanaan Audit BPKP
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved